………..biarpun saya pergi jauh……tidak akan hilang dari kalbu….. tanahku yang ku cintai……….engkau ku hargai…….
Weedy Koshino, Jepang, Lagu yang kami nyanyikan bersama-sama saat acara doa bersama kemarin malam, di Odaiba, Tokyo. Namun herannya, syair itu masih terngiang di dalam kepala sampai tadi pagi saat menggowes sepeda menuju tempat kerja. Syair yang begitu indah dan menyentuh jiwa. Ya, ke manapun kami pergi sampai ke ujung dunia pun, tidaklah mungkin melupakan Tanah air Indonesia. Justru, kami yang jauh akan selalu berdoa semoga tanah kelahiran selalu dalam keadaan damai, tenteram dan sejahtera. Jepang bergema. Bergema dengan senandung lagu-lagu kebangsaan Indonesia, lagu Indonesia Raya, Tanah Airku dan Indonesia Pusaka yang dinyanyikan bersama-sama. Lagu-lagu ini membuat dada kami begitu sesak oleh perasaan haru serta akan kerinduan yang mendalam kampung halaman. Acara yang bertajuk ‘Seratus Lilin dan Seribu Doa Dari Jepang Untuk Indonesia’ ini dihadiri oleh kurang lebih 300 orang. Kami semua berkumpul secara suka rela, tanpa paksaan dan kesadaran diri, terpanggil untuk berbuat sesuatu demi Indonesia tercinta. Acara ini ternyata bukan hanya dihadiri oleh kami yang tinggal di Jepang saja, para turis Indonesia yang sedang melancong ke Jepang pun bahkan berpartisipasi ikut dalam acara ini. Itu berarti, di manapun kami warga Indonesia, akan tersulut jiwanya dan segera menyisingkan lengan bajunya apabila memang NKRI mulai terusik. Ketika toleransi sudah begitu susah untuk diciptakan. Ketika perbedaan dan keanekaragaman justru malah memecah belah persatuan.
lilin3-591978759a9373b806f2f56d

Padahal justru kita tahu Indonesia adalah terdiri dari berbagai macam ras, suku dan agama yang semestinya harus selalu hidup rukun. Seperti yang tertulis dalam buku “Dialog Peradaban” yang isinya pas sekali dengan keadaan Indonesia yang sedang hangat ini. Buku yang berisi tentang dialog Gusdur (Tokoh Islam) dan Daisaku Ikeda (Tokoh Agama Sokka Gakkai), di mana kedua sahabat yang berbeda agama dan kepercayaan ini begitu harmonis mengeluarkan pendapatnya, saling bertukar pikiran tentang perbedaan mereka. Tidak ada yang saling merasa benar dan merasa besar, justru kedua tokoh besar ini saling memuji. Indah dan sejuknya toleransi, ketika perbedaan justru memperkaya pengetahuan dan ilmu yang mereka punya, bukan saling membenci dan mencaci. Tak bosan saya membacanya dikala senggang, untuk yang ketiga kalinya. Dan, acara yang diadakan di depan pantai Odaiba, Tokyo ini membuat kami yang hidup jauh dari tanah air akhirnya mempunyai satu perasaan, dengan syahdunya cahaya lilin (elektrik) kami semua bersatu padu. Tak peduli warna kulit kami hitam, coklat atau putih, tak peduli mata kami belo atau sipit, tak peduli bahasa, logat dan dialek yang beragam, kami hanya tahu kalau kami semua yang berkumpul di sini adalah warga Indonesia yang cinta NKRI. Acara Doa Bersama Untuk Kedamaian di Indonesia Acara Doa Bersama Untuk Kedamaian di Indonesia Harapan dalam doa kami panjatkan bersama mendukung Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, keadilan bagi setiap warga negara serta mendukung pemerintah Indonesia dalam mencegah dan menumpas tindakan korupsi yang sudah mengakar di tanah air. Doa yang kami panjatkan dalam hati nurani masing-masing. Doa yang dipimpin oleh para pemuka agama Islam, Kristen, Hindu dan Buddha. Ya, semua itu adalah agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Tidak ada mayoritas dan minoritas, yang ada hanya kami semua warga indonesia tanpa terkecuali. Salam hangat, dari seorang makhluk Tuhan yang berada jauh di Negeri Sinchan.

Baca Juga  BROTHER MUSLIMMAN DI MEDAN KONFLIK SURIAH

Comments

SHARE
Previous articleWarga Asing Ikut Mengulek di Festival Rujak Ulek Surabaya
Next articleBanyak wilayah Indonesia terdeteksi WannaCry
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here