NASI GORENG YANG TAK DIRINDUKAN

0
198
Foto: Selerasa.com

(Berdasarkan Kisah Nyata)

Karya: Budi Cesar

Sore itu kira-kira jam 15, aku baru saja bangun tidur setelah selesai kuliah jam 12. Tak lupa aku mandi dan pakai wewangian khas anak kost, sebut saja kisspray. Karena aku tergolong anak yang soleh aku tak lupa untuk sholat fardu Ashar dan tak lupa memanjatkan doa kepada Allah Swt agar aku dan keluarga diberikan kesejahteraan di akhirat dan dunia.

Setelah sholat Aku duduk dikasur busa lesehan sambil mengambil bungkus rokok yang ada didepannya, “Alhamdulillah 76 tinggal satu, aku nyalakan saja.” Ujarnya dalam hati. Dua kali hisapan, perut Aku terasa keroncongan. Oh, ternyata aku baru ingat kalau belum makan sepagi tadi, aku ingat hanya garpit dan 76 saja penghilang dahaga hari ini.

Aku memutuskan untuk membeli nasi goreng di warung depan, berjalan perlahan sambil melihat sms yang masuk dan membalas sau-satu rekannya (pada saat itu tahun 2007 Whatsaap belum popular). Sampailah aku di warung Berkah depan kostan.

“Pak, pesen setunggal Nasi Goreng.” Aku memesan (Pak, pesan satu Nasi Goreng)

Baca Juga  Aku Adalah Bapakku

“Nggih Mas, ngunjuke nopo mas?” Bapak Penjual menjawab sambil bertanya. (Ya Mas, Minumnya apa mas?)

“Es Teh mawon Pak.” Aku membalas (Es Teh saja Pak)

Setelah memesan aku duduk di bangku paling luar, dan kebetulan juga warung nya agak sepi. Masih berkutat pada hape merek Nokia 2100, aku membalas satu persatu sms dari teman. Tak lupa pula sambil nyedot 76 yang ada ditangan.

Selang lima menit, es teh pun datang, karena tenggorokan aku terlalu kering aku langsung saja menyruput es teh yang telah disajikan, “Aaaahhhh” segar..ujarnya dalam hati. Ternyata eh ternyata 76 yang ada ditangannyapun habis, sesegera aku mengambil garpit di kasir warung Berkah, kebetulan warung Berkah juga menjual rokok dan perlengkapannya.

Kembali lagi aku kebangkunya semula, melihat sms teman dan membalasnya satu persatu, menyeruput es teh dan menyedot garpit. Sedikit melirik jam yang ada didinding menunjukkan jam 17 kurang, pengunjung warung berkah silih bergantian ada yang cantik dan seksi, gemuk, kurus, berhijab bahkan ada yang tidak pakai baju alias bugil, benar tukang gali sumur itu ternyata juga pesan es teh dan Nasi goreng di warung berkah sama sepertiku, namun yang membedakan pesanan ku tak kunjung datang malahan Bapak si Penjual atau pemilik warung Berkah santai dikursinya sambil udud.

Baca Juga  Di Atas Batu Menghitam

Tak ada tanda-tanda pesananku mau diantar, padahal perut ini sejak satu jam yang lalu sudah berulangkali menyuarakan alarm nya, tapi aku selalu strong untuk menghadapinya. Pada akhirnya aku nggak kuat dan aku memberanikan diri untuk menanyakan pesananku.

“Pak.” sapaku
“Hallo Mas,” balas penjual Nasi Goreng

“Pesananku sudah dibuatin belum ya?” Tanyaku pada Bapak penjual atau pemilik warung Berkash

“Lho Mas, tadi pesan Nasi Goreng to? Ya Allah aku kira cuman pesan Es Teh saja. Ya sudah mas, segera aku buatin.” Terkejut dan ngacir ke Dapur.

Dan aku, sambil menahan pesakitannya, mataku tiba-tiba kabur semua putih lalu aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam (jangan sok-sokan nyanyi!!!!) dan aku berjalan merangkak menuju tempatku persinggahanku semula. Sekian Terima Kasih…

Comments

SHARE
Previous articleMUDIK MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR SIAPA TAKUT?
Next articlePESONA NASYID MELAYU DAFA
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang memiliki motto dalam hidup lets life flow like a water Ini lahir di semarang, 20 juni 1987. Berpendidikan SH di universitas negeri semarang. Ia pernah magang advokad pada yayasan bantuan hukum adil indonesia, dan sekarang kerja di KPP Pratama Pontianak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here