Bongkar Muat Kenangan di Pelabuhan Sheng Hie

0
426
Foto: google.com

Oleh: ~Aila Nadari

REVIENSMEDIA.COM, PONTIANAK – Pelabuhan Sheng Hie, ah dulunya dikenal sebagai pangkalan. Berlokasi di jalan Tanjungpura, Benua Melayu Laut, Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Berseberangan dengan Masjid Jami’ dan Istana Kadariyah. Posisi pelabuhan ini bisa dibilang cukup strategis pada masa itu, mengingat Kota Pontianak adalah jalur perdagangan internasional maupun nasional yang sangat ramai, dekat dengan Singapura, Selat Malaka, maupun Laut Cina Selatan. Begitu pula dengan rute nasional menuju Batavia (Jakarta), Surabaya, maupun Makassar, dan Indonesia Timur lain.

Merupakan pangkalan pertama di Kota Pontianak, tempat ini memegang peranan sejarah. Sebut saja saudagar kaya keturunan Tionghoa, Than Sheng Hie, yang membuka usaha di daerah Tanjungpura dan sekitarnya. Dulu, isi muatan tak hanya hasil bumi, tapi juga emas, palawija, maupun kayu. Namun kesuksesan Than Sheng Hie tak berlangsung lama, tahun 1930 usahanya mengalami kemunduran. Hal ini membuatnya harus menjual tanah ke pihak keuskupan Belanda (diperkirakan pada masa kepemimpinan Uskup Mosieur Pasific Bosch).

Saat ini, Pelabuhan Sheng Hie setiap hari disibukkan dengan bongkar muat hasil bumi dari penjuru Kalimantan Barat. Sebut saja sembako, sayur mayur, buah-buahan, dan ikan asin yang aromanya tercium dari ratusan meter. Kapal kargo ini bisa merapat hingga satu minggu lamanya, untuk menunggu proses bongkar-muat. Selain kargo, ada pula kapal penumpang dengan tujuan Kabupaten Ketapang maupun Surabaya.

Baca Juga  Apakah Toleransi Itu?

“Biasanya butuh waktu 24 jam untuk sampai di Ketapang, dan perlu berhari-hari untuk bongkar muat. Kapal saya kebetulan mengangkut sembako dari Pontianak ke Ketapang, namun saat kembali ke Pontianak dalam keadaan kosong”, ujar salah satu pemilik kapal yang tengah merapat.

Tak hanya antrian kapal yang mewarnai Pelabuhan Sheng Hie, lemparan sauh dari para pemancing pun menjadi gambaran bahwa betapa Sungai Kapuas menjadi nadi. Tak sedikit pemancing yang menggantungkan harapan dari kailnya. Namun sayang, di Bulan Juni ini airnya tengah dingin, sehingga udang galah dan ikan jarang yang mau memakan umpan. Dan para pemancing harus puas dengan tentengan rata-rata 3 ekor saja.

“Musim pancing yang baik itu saat Oktober sampai Desember, Mbak”, ujar bapak pemancing yang tengah menunggui 7 buah kalinya. “Saya biasa dari jam 4 sore sampai jam 7 malam. Hasilnya ya ngga tentu, kadang dapat , tapi sering pulang dengan tangan kosong. Hari ini arusnya deras, Mbak. Dan air sungainya dingin, makanya daritadi belum ada satu udangpun yang memakan umpan saya”, tambahnya.

Baca Juga  Anak Muda Indonesia, Harus Meresapi Pesan Wakil Ketua MPR RI ini

Sejak dijual ke pihak keuskupan, pelabuhan ini baru direnovasi pada tahun 2000, mengganti lapisan kayu menjadi beton. Memperluas pelabuhan menjadi 1,8 Ha. Meski sudah tak seramai dulu lagi, pelabuhan ini tetap menjadi primadona untuk bongkar muat barang. Dan pada 2005, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mendirikan prasasti, tertulis ‘Pangkalan Sheng Hie, Pangkalan Niaga Pertama di Kota Pontianak’. Prasasti ini menandakan bahwa pangkalan ini sudah menjadi urat nadi masyarakat Pontianak dan perlu mendapat penghargaan.

Senja ini, Pelabuhan Sheng Hie mulai temaram. Kail pemancing sepi. Begitu pula dengan kapal yag tengah bersandar. Namun Kapuas tak pernah ingkar, ia bagai ibu yang selalu mengucurkan kasih kepada anak-anaknya.

Pontianak, 11 Juni 2017

Comments

SHARE
Previous articleBertemu Jodoh
Next articleAngan Kelana
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here