Narkoba Menjadi Momok Bagi Generasi Muda Bangsa Indonesia

0
433
Illustrasi: prokal.co

Oleh: Jessica Debora Sambouw (Mahasiswa Universitas Mercubuana Jakarta jurusan Public Relations)

Presiden Indonesia sudah menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Data dari BNN menyatakan pengguna narkoba di Indonesia mencapai angka prevalensi 2,20% atau sekitar kurang lebih 5,6 juta orang. Dan dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa penyalahgunaan narkoba didominasi oleh pelajar dan mahasiswa, yang dimana angka prevalensinya mencapai 1,9%.

Rata-rata umur pertama kali pakai narkoba 16 tahun (SD: 2,7 tahun), dengan kisaran umur terendah 10 tahun dan tertinggi 27 tahun di tahun 2016. Dua alasan terbanyak yang dikemukan adalah ingin tahu atau coba-coba dan bersenang-senang, baik pada laki-laki maupun perempuan pada dua survei terakhir. Jenis narkoba yang paling banyak digunakan adalah ganja, baik pada kelompok coba pakai ataupun teratur/pecandu. Ganja banyak digunakan pertama kali karena mudah didapat dan harganya relatif dapat dijangkau. Mereka pakai pertama kali ganja saat bersama teman-temannya yang lebih dahulu menjadi penyalahguna narkoba, dan biasanya mencoba ganja yang dimiliki temannya tersebut. “Ngelem” merupakan salah satu yang paling banyak dipilih untuk pertama kali pakai narkoba, karena pada kelompok pelajar/mahasiswa kemampuan secara finansialnya masih terbatas dan barangnya mudah di dapati karena dijual bebas di warung atau toko. Jenis lain yang banyak disalahgunakan adalah obat daftar G (obat resep) yang dapat dibeli bebas di apotik atau toko obat, seperti tramadol, dextro, trihex, atau pil koplo. Namun, banyak juga diantara mereka yang tidak ingat, apa jenis narkoba yang pertama kali dipakainya. Jenis narkoba yang paling banyak pernah dipakai dan setahun terakhir pakai adalah ganja.Pada setahun terakhir pakai, ganja banyak dipakai oleh kelompok coba pakai dan teratur/pecandu. Para mahasiswa yang paling banyak mengkonsumsi ganja, dibandingkan para siswa SMP dan SMA. Para penyalahguna ternyata masih banyak yang pakai jenis “ngelem”, terutama pada kelompok teratur/pecandu. Ini mengindikasikan bahwa secara finansial masih belum cukup untuk mengaksesnarkoba jenis sintetis atau obat daftar G, terutama pada tingkatan SMP.Hal yang patut diwaspadai, jenis shabu juga banyak dikonsumsi, yang proporsinya tidak jauh berbeda dengan tramadol dan trihexyphenidyl dan analgesik. Tiga jenis zat terakhir adalah obat daftar G yang dapat dijual bebas pada apotik atau toko obat yang harganya jauh dibawah harga shabu. Shabu banyak dikonsumsi oleh para mahasiswa.

Baca Juga  Amelia Anggraini: Melayani Masyarakat Lewat Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Apa saja kah faktor pemicu penyalahgunaan narkoba?

1. Faktor Individu : tidak dapat berkata TIDAK untuk penyalahgunaan narkoba

a. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa memikirkan akibatnya.
b. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya
c. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok
d. Lari dari kebosanan atau masalah hidup.
e. Pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak akan menimbulkan ketagihan

2. Faktor Lingkungan

a. Lingkungan keluarga

Seseorang dengan latar belakang “broken home” (hubungan ayah dan ibu yang retak), memiliki hubungan komunikasi  antara orang tua dan anak yang kurang efektif, dan kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga bisa menjadi faktor yang ikut mendorong seseorang untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

b. Lingkungan sekolah

Sekolah yang kurang disiplin, terletak di dekat tempat hiburan, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, dan adanya murid penyalahguna narkoba merupakan faktor kontributif terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh siswa lainnya.

c. Lingkungan teman sebaya

Faktor ini umumnya terjadi pada kalangan remaja. Ada kalanya menggunakan narkoba merupakan suatu hal yng penting bagi remaja agar bisa diterima dalam pergaulan (kelompok teman sebayanya) dan dianggap sebagai orang dewasa.

3. Faktor Ketersediaan Narkoba

Saat ini variasi narkoba sudah terdiri dari beragam jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan. Selain itu, narkoba makin mudah didapatkan secara ilegal dengan harga terjangkau. Ketersediaan narkoba di lingkungan masyarakat ini mendorong seseorang untuk menyalahgunakan narkoba. Hal ini didukung oleh masih banyaknya laboratorium gelap dan sindikat narkoba yang belum terungkap.

Lalu, apa saja dampak dari penyalahgunaan narkoba?

Secara umum, penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, ketergantungan, perubahan perilaku, perasaan, persepsi, dan kesadaran. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai, dan situasi atau kondisi pemakai. Dampak tersebut dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik

• Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan syaraf tepi
• Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler)
• Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti abses (bisul bernanah), alergi, eksim
• Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
• Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, suhu tubuh meningkat, sulit tidur
• Gangguan terhadap kesehatan reproduksi seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
• Gangguan terhadap kesehatan reproduksi (perempuan), seperti :  perubahan periode menstruasi, menstruasi tidak teratur bahkan amenorhoe (tidak haid)
• Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
• Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa berakhir pada resiko kematian.

Baca Juga  Tiket Bayi Tanpa Kursi di Kereta

Dampak Psikis / Mental

•Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
•Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
•Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
•Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
•Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial

•Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
•Merepotkan, membuat malu, dan menjadi beban keluarga
•Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Dampak fisik, psikis dan sosial tersebut saling berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada  waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan yang sangat kuat untuk mengkonsumsi narkoba. Ketergantungan fisik dan dorongan psikologis juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, dan manipulatif demi mencukupi “kebutuhan” nya akan narkoba.

Melihat kasus narkoba tersebut maka Pemerintah melakukan upaya-upaya untuk menangani kasus narkoba tersebut. Saat ini pemerintah melakukan program P4GN untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba. Yang dimana P4GN tersebut kegiatannya adalah mensosialisasikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ke kalangan pelajar SD, SMP, SMA dan mahasiswa, kalangan ibu rumah tangga dan para pekerja.Selain itu BNN juga terus melalukan razia dan penangkapan terhadap peredaran gelap narkoba. Dan dari tahun 2014 Indonesia mengadakan program rehabilitasi 100.000 pengguna penyalahgunaan narkoba. program tersebut diharapkan lebih efektif dari pada memenjarakan para pecandu narkoba, karena para pengguna narkoba tersebut membutuhkan pengobatan fisik dan juga psikis dan mental juga sosial nya.

Comments

SHARE
Previous articleDASAMUKA MENJAWAKAN AMERIKA
Next articleLiukan Kail di Kapuas
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here