Oleh: Dzawata Afnan

Saat ini usiamu berapa? Dua puluh lima tahun atau tiga puluh tahun ke atas. Tidak usah malu untuk menjawab karena hal wajar kita menikah dengan seorang yang kita cintai dari hati bukan karena terpaksa apalagi kepentok usia. Iya nggak sih?

Nah, salah satu penyebabnya tentu belum mendapatkan wanita sesuai kriteria. Kurang tinggilah, kurang cantik, kurang mancung hidungnya, kurang smart, kurang cekatan, kurang lucu, kurang gemesin, kurang mandiri de el el selanjutnya. Kenapa yang dipersoalkan hanya lelaki, beda teman. Wanita Cuma diberi dua pilihan, menunggu kemudian menerima. Karena saya wanita jadi tahu. He hee

Kebanyakan lelaki itu aneh menurut saya, bagaimana tidak? Jika mencari jodoh yang cantik, imut, gemesin, lucu, pendiem kalau nggak disentuh nggak angkat suara, dan lain sebagainya apa nggak berabe tuh. Nggak bisa bedain dong mana istrinya mana boneka Barbie, betul nggak sih? He he

Padahal kebutuhan setelah menikah lebih dari itu. Kamu butuh wanita yang cantiknya pas dipandang mata, pas kita kelaparan tak sanggup berkata minta tolong buatin sarapan udah tersedia di dipan. Wanita yang cerdas, cerdas saat kamu sedang kena PHK tanpa sepengetahuanmu dia mencari pekerjaan wira-wiri, ngutang kesana-kesini. Wanita yang cekatan, cekatan lihat baju kotormu bergeletakan langsung diambil meski wajah setengah ditekuk. Wanita Cantik, cantik ketika menunggumu pulang dengan daster yang tambal-tambalan.

Pengenkan, jodoh idolamu adalah wanita yang demikian. Tenang, dia ada di dekatmu. Kalau kau orang sebrang, keluarlah dari kandangmu. Kalau kau orang Jawa, bersyukurlah karena jodoh idola para lelaki adalah wanita Jawa.

Baca Juga  Indonesia Negara Adidaya Selanjutnya

Tidak percaya! Buktikan sendiri.

Cantiknya wanita Jawa itu pas, pas selalu dibutuhkan ada. Sifatnya yang pemaaf sangat cocok buat lelaki yang terbiasa menyakiti, ha ha nah ada yang merasa. Tutur katanya yang lembut tapi tidak menusuk akan menyejukkan mata para suami ketika pulang tak bawa uang. Apalagi sifat legowonya itu loh nerimo ing pandum yang susah ditemukan dari selain wanita Jawa. Kebanyakan wanita Jawa memang tak begitu cantik, tetapi manis dengan kulit sawo matangnya menambah aura elegan itu muncul sendiri. Tanpa make up pun sudah menggilakan lelaki, apalagi ditambah ramah tamahnya. Yakin dah inner beautynya mengalahkan Cleopatra. Tingkat kesopanan wanita Jawa terbukti lebih tinggi dari wanita luar Jawa. Banyak dari orang tua teman saya selalu kasih wasiat, “Kalau nikah sama orang Jawa saja, selain ramah dia bisa diajak prihatin.” Ini fakta loh, bukan sekedar omong kosong belaka. Bisa dibuktikan!

Sekedar permisi numpang lewat saja sudah kelihatan wanita Jawa lebih berkelas, “Nyuwun sewu nggeh.” Dengan badan sedikit membungkuk dan kepala sedikit menunduk. Coba bandingkan, dengan wanita luar Jawa yang bilang “permisi” apakah sama halnya dengan wanita Jawa, membungkukkan sedikit badannya dan menundukkan kepala. Saya nggak bisa jamin loh ya! Kalaupun ada, seribu banding satu. He hee

Baca Juga  Menakar Nalar Perilaku Mengemis Bangsa Sendiri

Belum lagi ketika berjalan, lenggak-lenggoknya yang aduhai tanpa mendongak ke atas menambah cita rasa yang melihatnya sampai tak kuasa menutup mata. Tapi inget loh, bukan tukang jamu maksudnya. Ha haa

IMG-20170707-WA0026

Masih nggak percaya, wanita Jawa jodoh idolamu?

Selain cantiknya pas, manisnya pas, cerdas, cekatan, pinter masak, ramah, legowo satu khas lagi yaitu ulet. Coba lihat, pasti kau sering temui pedagang buah di pasar Induk Jakarta hampir dipenuhi ibu-ibu dari Jawa. TKW yang melalang buana di negeri orang siapa lagi kalau bukan orang Jawa. Sudah terbuktikan mereka ulet pake banget. Nggak diragukan lagi keuletan wanita Jawa ini. Bisa dibilang malah mengungkuli kerjanya para lelaki, siang jadi malam, malam jadi siang, pagi jadi sore begitu pula sore bisa jadi pagi.

Lumayankan bisa bantu ekonomi keluarga saat kamu kena PHK masal. Atau diajak mengembangkan bisnismu.

Hampir semua wanita Jawa itu kalau marah bisanya cuma ngelus dada, tak biasa menunjuk-nunjuk sekalipun ia benar. Ia lebih memilih mengalah ketimbang memperpanjang masalah. Ngalah itu belum tentu kalah, nasihat dari simbahnya.

Itulah pendapat saya tentang wanita Jawa, mungkin wanita luar Jawa kurang sependapat karena merasa dirinya tersudutkan. He hee..

Yakin deh, nggak rugi wanita Jawa menjadi jodoh idolamu. Nggak bakal nyesel! Makanya kenalan, ajak pulang, biar emak bapakmu yang menilai. He he

Comments

SHARE
Previous articleMENANGKAL RADIKALISME DAN MENANAMKAN NILAI TOLERANSI SARA (SUKU, AGAMA, RAS, ANTAR-GOLONGAN) KEPADA ANAK DAN REMAJA
Next articleTrailer Film Dokumenter: Sayap Garuda Di Hargorojo
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here