Trailer Film Dokumenter: Sayap Garuda Di Hargorojo

0
1289

Sinopsis

 

Ibukota riuh dengan masalah sentimen agama dan SARA. Apalagi menjelang helatan pemilihan Gubernur. Sepertinya setelah Jakarta usai, ada beberapa pihak yang menginginkan peristiwa ini menjalar sepenjuru nusantara. Sementara di Hargorojo. Sebuah desa di tapal batas Jawa Tengah & Yogyakarta yang sangat natural dan berpencaharian rata-rata sebagai penderes gula semut ini realitasnya dengan 3 agama yang di anutnya yakni Islam, Buddha Theravada & Buddha Nichiren Shosyu di bawah Majelis Nichiren Shosyu Buddha Darma Indonesia (MNSBDI) , Katolik serta melakukan hidup sederhana & senyum, gotong royong ikhlas ala Jawani.

Baca Juga  Mengenal Beladiri Wing Chun Ki Kusumo

Friksi-friksi kecil, dinamisnya persahabatan, atau canda tawa, dan masalah keseharian yang dialami masyarakat ini semakin mengukuhkan bahwa masalah agama, sentimentil lainnya sudah lewat di desa ini. Tingkatan dari segenap warga sudah sampai tertinggi dimana Bhinneka Tunggal Ika sudah menjadi nafas dan Pancasila sudah ada di dada mereka.

Desa permai ini menyimpan satu kekuatan besar. Contoh kebhinekaan nyata di Indonesia. Dengan nilai lebih ada tambang emas tradisional, lokasi Perang Diponegoro karena termasuk di Gugusan Menoreh, dekat pula dengan Bandara baru Yogyakarta. Beberapa orang Denmark, Japan, Israel pun diam-diam berkunjung ke sini dengan misi dan tujuan berbeda.

Baca Juga  Greeting Sayap Garuda Di Hargorojo #2: Fardhan Khan

Tim Produksi

Eksekutif Produser: Budi Cesar
Produser: Choiril Pratama
Sutradara: Muh Khoirudin
Ide dan Kreatif: Ilhan Erda
Cameraman: Pinot Abelard, Wahid Hasim
Editor: Chodri Al-Rosyd
Promo: Yan Budi Nugroho
Manajer Lapangan: Feri Kumala Sianida

Produksi : Reviensmedia.com 2017

NANTIKAN PENAYANGAN PERDANA: AGUSTUS 2017

Comments

SHARE
Previous articleJODOH IDOLA ITU WANITA JAWA
Next articleOrkestrasi Perang Jawa dari Andi Bayou
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
SINOPSIS: Ibukota riuh dengan masalah sentimen agama dan sara. Apalagi menjelang helatan pemilihan Gubernur. Sepertinya setelah Jakarta usai, ada beberapa pihak yang menginginkan peristiwa ini menjalar sepenjuru nusantara. Sementara di Hargorojo. Sebuah desa di tapal batas Jawa Tengah & Yogyakarta yang sangat natural dan berpencaharian rata-rata sebagai penderes gula semut ini realitasnya dengan 3 agama yang di anutnya yakni Islam, Buddha Theravada & Buddha Nichiren Shosyu di bawah Majelis Nichiren Shosyu Buddha Darma Indonesia (MNSBDI) , Katolik serta melakukan hidup sederhana & senyum, gotong royong ikhlas ala Jawani. Friksi-friksi kecil, dinamisnya persahabatan, atau canda tawa, dan masalah keseharian yang dialami masyarakat ini semakin mengukuhkan bahwa masalah agama, sentimentil lainnya sudah lewat di desa ini. Tingkatan dari segenap warga sudah sampai tertinggi dimana Bhinneka Tunggal Ika sudah menjadi nafas dan Pancasila sudah ada di dada mereka. Desa permai ini menyimpan satu kekuatan besar. Contoh kebhinekaan nyata di Indonesia. Dengan nilai lebih ada tambang emas tradisional, lokasi Perang Diponegoro karena termasuk di Gugusan Menoreh, dekat pula dengan Bandara baru Yogyakarta. Beberapa orang Denmark, Japan, Israel pun diam-diam berkunjung ke sini dengan misi dan tujuan berbeda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here