Orkestrasi Perang Jawa dari Andi Bayou

0
292

Oleh: Ilhan Erda

REVIENSMEDIA.COM, JOGJAKARTA – sebagai gudangnya para seniman dan adanya patron baku kebudayaan dan adat Jawa seperti Keraton Jogjakarta dan Pura Pakualaman senantiasa menghasilkan kekaryaan dan figur-figur bertalenta hebat  dengan produk-produk mahakaryanya.

Kali ini ada duet dari Jogjakarta yakni Andi Bayou, dan Rahadi Saptata Abra dari Trah Pangeran Diponegoro. Andi Bayou yang populer dengan band nya Bayou, juga beberapa ajang musikal di televisi seperti AFI juga mengiringi beberapa musisi jazz ternama di tanah air.

Persembahan dari Andi Bayou yang di harapkan mampu memberikan imajinasi, semangat dan jiwa dari Perang Jawa ke sepenjuru dunia ini. Dibantu penayangannya oleh Warner Music Indonesia.

Tentu saja dalam proses sini bukan hanya kemarin sore dan sangat mudah. Banyak aral atau beberapa kejadian mistis dan  spiritual yang di alami oleh awak kreatifnya.

Beberapa kali penampakan dari Sang Pangeran sendiri, beberapa perenungan yang dilakukan oleh Andi Bayou, Ki Roni Sodewo, Rahadi Saptata Abra di Jogjakarta dan akhirnya berhasil dengan sebuah sajian orkestrasi unggul mahakarya dari Andi Bayou yang diharap sebagai pintu pembuka setelah adanya Wayang Diponegoro dan kemudian edisi Film layar lebar nya” The Java Orlog.

Baca Juga  Landscape Kebudayaan & Humanisasi Sebagai Patron

“Mereka-mereka adalah orang gila. Jika tidak gila tentu api semangat ini akan terhenti dan hanya ada sebuah kepasrahan saja. Mereka itu ya Mas Abro, Andi Bayou, Aida Ratupakis, juga Paksianom Oen.” tukas Ki Roni Sodewa sebagai ketua Trah Pangeran Diponegoro. Rekaman yang diupayakan Andi Bayou pun berlangsung di  The Cutting Room Studio New York City USA

Harapan ke depan selain mensiarkan dan mengkhabarkan kepenjuru dunia dari semangat Perang Jawa yang di inisiasi oleh Pangeran Diponegoro, video klip ini juga bisa di ikut sertakan di ajang Anugerah Musik Indonesia dan diikuti dengan suksenya  Film Java Orloog.

Baca Juga  FILM DOKUMENTER: SENYAP

Jiwa Diponegoro diharap tumbuh dan kembali meraja di Nusantara ini. Tak takut akan kebenaran dan berani melawan tirani walau apapun resikonya.

Masjid-masjid besar, idiom-idiom berkonsonan Diponegoro dan seminar tentang beliau kini mulai meluas setelah momentum adanya Presiden Sukarno  Haul Pangeran di tahun 1955, beberapa seri buku Pangeran Diponegoronya Peter Carey. Dan daerah-daerah di Magelang, Purworejo, Kebumen dll yang mulai kembali dengan figur sentral beliau.

Tak kebetulan juga dari para penggagas video klip seperti Rahadi Saptata Abra yang trah dari Pangeran Diponegoro, atau Andi Bayaou dari keturunan Patih Danurejo IV. Gema kebangkitan dan keberanian itu selalu muncul dari timur. Kota berbudaya nan luhur Jogjakarta.

(Disarikan dari Andi Bayou, Pak Abro. Photo: Roni Sodewo.)

Comments

SHARE
Previous articleTrailer Film Dokumenter: Sayap Garuda Di Hargorojo
Next articleElegan: Wisata Hutan Di Purworejo
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here