Oleh: Paox Iben

REVIENSMEDIA.COM, KABUPATEN ENDE – Perjalanan biji-biji kopi sampai siap di syuruput di hadapan para pecinta qahwa itu sungguh panjang dan berliku-liku. Seperti kopi Luwak dari Desa Saga yang berada di kaki gunung Kelimutu-Ende ini.

Saya harus menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk sampai ditempat yang sangat indah itu, dan baru setelah kedatangan kedua kalinya bisa memesan kopi istimewa dari kotoran luwak yang sangat legendaris itu.

Ya, itupun banyak hal saya alami, dari kecelakaan karena Si Bejo ditabrak pengendara yang lalai, hingga sangsi adat yang harus saya hadapi karena melanggar beberapa tabu atau larangan secara tidak sengaja.

Tapi saya sungguh senang, banyak hal saya catat dan saya rekam dalam perjalanan itu.

Meskipun berada pada ketinggian sekitar 700-900 Mdpl, Desa Saga sendiri sebenarnya bukanlah penghasil kopi. Desa ini lebih dikenal sebagai penghasil kemiri dan cengkeh.

Di desa yang sangat indah dan sejuk ini, Pohon-pohon kopi hanya ditanam di sekitar rumah atau dikebun-kebun untuk kebutuhan konsumsi warga sendiri alias tidak diperjual-belikan sebagaimana cengkeh atau kemiri.

Karena itu jumlah atau kuantitasnya sangat terbatas. Umumnya, kopi-kopi tersebut memang dari jenis Arabika, namun sebagaimana kebiasaan masyarakat yang tidak hidup dari hasil kopi atau bukan wilayah khusus perkebunan kopi.

Baca Juga  SUSUK : NEGERI LUMBUNG PADI

Masyarakat belum mengenal sistem pengolahan dari perawatan tanaman hingga proses pasca panen dengan baik. Dus, hasilnyapun apa adanya.

Sayapun berusaha “memprovokasi” (bahasa lain dari meng-edukasi) masyarakat agar lebih serius memperlakukan kopi, sebab ke depan ini akan menjadi komoditas yang tiada banding.

Untuk tahap awal, sayapun memesan kopi luwak. Sebab di daerah ini, luwak merupakan binatang endemik yang menjadi hama tanaman. Populasinya sungguh banyak, apalagi daerah ini di kelilingi hutan belantara yang masuk dalam kawasan taman nasional Gunung Kelimutu.

Ya, siapa yang tak kenal kopi luwak? Konon kopi ini memiliki khasiat yang luar biasa untuk mencegah berbagai penyakit terutama kanker dan parkinson.

Harga pasaran di dunia internasional, terutama setelah masuk acaranya Oprah Winfrey Show, di Amerika bisa tembus 10 juta perkilo-nya. Tetapi rata-rata di Indonesia harga sebenarnya dikisaran 500 ribu-1juta/kg untuk biji yang telah dirosting. Harga itu tetap saja sangat tinggi untuk ukuran kocek pribumi seperti kita.

Kenapa harga kopi luwak sangat tinggi? Sayapun mencoba menghitungnya.

Setelah 2-3 bulan perjalanan dari Ende, sayapun mendapat kabar bahwa persediaan kopi luwak sudah siap, tetapi hanya ada sekitar 3,5 kg.

Baca Juga  Tradisi Suran Yang Masih Bertahan

Tentu saja jumalah itu sangat banyak untuk ukuran kopi luwak dari Ende yang bukan wilayah perkebunan kopi. Dan setelah disepakati, harga perkilonya sekitar 150 ribu masih dalam bentuk kotoran luwak (kering).

Masalahnya, Desa Saga lumayan jauh dari pusat kota Ende sehingga untuk pengiriman, selain memerlukan waktu yang lama, juga biaya yang tidak sedikit. Dari kota Ende ke Lombok biaya kirimnya mencapai 85 ribu rupiah perkilogram.

Sesampai di Mataram, kopi itu pun saya kirim lagi ke Surabaya untuk di rosting. Biayanya sekitar 60rb/kg termasuk ongkir PP, dan setelah di grading dari 3,5kg biji kopi tersebut hanya tersisa sekitar 2kg.

Sehingga kalau dihitung-hitung, modal perkilonya mencapai 450 ribu rupiah.

Tapi saya sungguh puas. Sangat senang dengan hasilnya. Di kedai Repvblik Syruput ada berbagai macam kopi dari berbagai belahan dunia: Ethiophia, Kenya, Zulu, bahkan dari dataran tinggi Himalaya.

Dan untuk sementara, Kopi Luwak dari desa Saga di Ende belum ada bandingannya.

Bagi anda yang menyukai tantangan dan pengalaman citarasa yang unik, Silahkan datang ke Kedai Repvblik Syruput. Untuk secangkir Kopi Luwak yang keren itu. Sangat terjangkaulah.

Comments

SHARE
Previous articleMengintip Menoreh: Bukit Baru Lokita Loka di Kawasan Seplawan
Next articleKEPERAWANAN MBAH DARSIH
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here