JURUS MENIKAH AGAR BERKAH

0
236

Oleh: Dzawata Afnan

Berbicara tentang menikah, saya rasa hampir semua orang langsung kena penyakit baper. Gak cuma yang lajang saja, yang sudah berbuntut lima pun kalau ditawarin perawan ting-ting langsung deh matanya jelalatan. Iya nggak? mengabaikan anak istrinya tiga kali puasa tiga kali lebaran tak pulang. Survei membuktikan seperti itu! He hee he

Nih, ada beberapa jurus jitu yang nanti bakalan top cer ngena kesasaran kamu yang ingin segera mengakhiri masa lajangnya agar berkah dunia akhirat. Mau tau, cermati ya!

Yang pertama, kita wajib tahu batas minimal usia lelaki untuk menikah. Dalam UU No.1/1974 yang isinya tentang pernikahan, menjelaskan syarat minimal cowok boleh nikah pada usia 19 tahun. Bagaimana, udah memenuhi umur belum? (lihat KTP) alasan kenapa pemerintah memberi batas minimum agar setelah menikah si cowok tidak merasa salah langkah atau khilaf. Benar-benar menyadari bahwa menikah itu adalah sebuah tanggung jawab dalam mengarungi samudera kehidupannya bersama keluarga kecilnya nanti.

Langkah kedua, dari sudut pandang syariah. Cewek yang akan kamu nikahi itu tidak termasuk 14 wanita yang diharamkan bukan? Ingat, mentang-mentang tresno sama cewek langsung kamu embat tak peduli itu istri temen sendiri. Mengerikan! Ha ha ha. Selain itu, kamu harus memahami hukum-hukum dalam menikah. Jika memang kamu diposisi wajib atau sunah, ya sudah untuk point ini kamu lolos. Tetapi jika masih mubah apalagi makruh, aduuuhhh saran saya perbaiki dulu apa yang kurang.

Langkah ketiga, dirasa dari hukum dan syariah aman. Terus bercerminlah pada dirimu sendiri, sekarang apa yang bisa kamu banggakan? Cinta! Makan tuh cinta. Hari gini modal nikah sekedar tong kosong bernama cinta yakin dah umur pernikahanmu takkan lama. Bukan mendoakan ya, memang seperti itu pada akhirnya. Cinta kata pujangga bisa datang berjalannya usia, malah terbukti pernikahan yang pacarannya setelah menikah itu jauh lebih romantis loh. Nggak percaya, buktikan aja! Intinya point ketiga, bulatkan niat setidaknya ada satu hal yang membuatmu semakin yakin untuk menikahi si dia selain cinta. Ingat, selain CINTA!

Baca Juga  DUNIA YANG TULI

Ke empat, memiliki pendapatan yang tetap. Jangan salah paham dulu, maksudnya pendapatan yang tetap bukan berarti PNS atau karyawan tetap saja. Oh tidak seperti itu teman! Yang jelas kamu tidak memberi makan anak orang hanya sekedar ucapan “I lop yu”. Di dunia ini nggak ada yang gratis loh, parkir motor saja yang lima sampai sepuluh menit dua ribu rupiah. Apalagi ini anak orang, cewek yang kamu minta dengan baik-baik dari bapaknya. Bisa kebayangkan, seberapa jauh kamu harus memuliakan sosok manis di sampingmu ketika tidur itu. He hee hee. Inti point ini, kamu telah memiliki income untuk menghidupi keluargamu kelak. Bisa dari berdagang, tukang parkir, tukang sol sepatu syukur-syukur bisa menjadi PNS atau karyawan tetap. Sumpah deh itu point plus buat kamu. Seenggaknya hak anak-anak nanti bisa terpenuhi. Hak hidup, hak perlindungan, hak tumbuh kembang dan hak partisipasi. Iya nggak sih?

Ke lima, setelah kamu sudah memiliki pendapatan meskipun tidak seberapa. Menurut saya, harus ada hitam di atas putih kepada calon istri. Jangan seperti membeli kucing dalam karung, setelah menikah baru deh ketahuan kejelekannya. Dari awal kamu harus jujur sejujur jujurnya kepada cewek yang akan kamu nikahi itu. Bilang aja apa adanya, hal-hal yang tidak kamu sukai dia juga harus tahu. Termasuk penghasilan kamu yang pas-pasan dia juga harus tahu bahkan harus menerima dengan lapang dada. Ini sepele namun penting, agar kamu tidak dituntut yang macam-macam. Banyak kasus perceraian disebabkan karena ekonomi loh.

Baca Juga  Hari Kartini, SMA N 2 Purworejo Suguhkan Beragam Acara Menarik

Dan, yang terakhir!

Setelah semuanya oke, pastikan kamu dan si dia harus satu visi misi. Mau dikemanakan bahtera rumah tangga kalian. Misal dalam penentuan jumlah anak, kamu pengen punya anak sebelas biar bisa diajak main bola bareng. Sedangkan si dia cuma pengen dua anak saja cukup, nah itu penting dibuat kerja sama dari awal. Contoh lain, mau tinggal di mana, rumah kamu atau rumah dia bahkan tidak di keduanya juga penting dirembug bareng. Agar di kemudian hari tidak ada perdebatan sepele yang merugikan waktu bahagia kalian. Oiya, satu lagi. Jika si dia bekerja, harus ada kejelasan dari awal hasil kerja dia apakah termasuk uang kalian atau hak sepenuhnya milik dia. Menurut saya, itu harus dibahas sebelum pernikahan agar tidak terjadi keributan karena merasa itu hak dia sepenuhnya atau kasus lain.

Emmm, sedikit jurus-jurus di atas semoga bisa membantu kamu kamu yang tengah berjuang menuju kepernikahan yang berkah. Semoga bermanfaat, silakan mencoba!

Comments

SHARE
Previous articleKEPERAWANAN MBAH DARSIH
Next articleArti Kebangkitan Nasional Bagi Waluyo Sukadiman & Setyo Ediningsih
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here