Arti Kebangkitan Nasional Bagi Waluyo Sukadiman & Setyo Ediningsih

0
155

Oleh: Ilhan Erda

REVIENSMEDIA.COM, JAKARTA – Kebangkitan Nasional yang didahului dengan berbagai fase dan inisiatif dari komunitas atau para inisiator negeri ini di sepanjang catatan sejarah Indonesia tampaknya telah mengilhami dua sahabat dari Kota Pensiunan ini yakni Waluyo Sukadiman dan Setyo Ediningsih.

Keduanya yang kebetulan berhimpun dan lantas mengumpulkan kolega dan sahabatnya menjadi genap delapan orang dengan hadirnya Tosi Sugiharto, Bambang Riyanto, Adi Nugroho, Widodo Sunaryo, dan Sudiro Pramono serta Idris Sasmita.

Delapan sosok profesional yang telah merasakan puncak karier di masing-masing bidang ini berupaya meniru jejak para founding fathers dan perintis mula bangsa ini.

Tepat tanggal 20 Mei 2017, Museum Kebangkitan Nasional Jakarta menjadi saksinya. Persahabatan yang erat, multi ras dan agama serta jejaring yang baik serta etos tinggi semuanya bertekad tidak hanya membuat wacana atau tinggal diam saja melihat ketertinggalan yang dialami negeri ini.

Baca Juga  Sekolah Urban Sekolah Literasi Indonesia

Paguyuban Netra Permana sepakat ia namakan. Dan dengan koordinasi tiada henti, mulai dari daerah asal Setyo Ediningsih & Waluyo Sukadiman dimana keduanya satu almamater di SMA 1 Purworejo dan berkarir dalam bidang berbeda di ibukota.

Netra Permana concern untuk berperan mengatasi masalah kesehatan terutama penglihatan dan karier, tentu saja dengan ide berkelanjutan dengan langkah yang berkorelasi dengan kualitas dan kesejahteraan para pasien seperti adanya pendampingan karier murid serta bibit pohon bernilai ekonomis ke depannya.

Purworejo sebagai Pilot Project Nasional dengan sasaran beberapa kecamatan berlanjut ke Kabupaten Gunungkidul dan merembet ke seluruh daerah se Indonesia. Mereka bertekad semampunya menularkan dan memberikan kesadaran bahwa solusi bisa diciptakan dengan kemampuan yang dimiliki, dari hati apa yang kita berikan bukan mencibir atau bahkan memperkeruh suasana bangsa ini di mana sangat membutuhkan sebuah konsistensi keteladanan.

Baca Juga  Menikah Bukan Kawin?

Selain Waluyo Sukadiman, Setyo Ediningsih yang membuka pilot project Nasional Netra Permana di Purworejo, gerakan moral dan non profit ini di support dan didaulat sebagai Penasehat Paguyuban ialah Budayawan Nasional, Mohammad Sobary, yang pernah menjabat sebagai Kepala Berita Antara juga Peneliti Senior LIPI.

Diharapkan segenap masyarakat Purworejo, para diaspora Purworejo yang terkenal mumpuni SDMnya ini bersatu dan mempersembahkan kemampuan, jaringan dan dedikasi nyata untuk kota kelahiran. Sebuah langkah yang patut mendapat apresiasi untuk Waluyo Sukadiman, Setyo Ediningsih dkk untuk Netra Permananya ini.

Comments

SHARE
Previous articleJURUS MENIKAH AGAR BERKAH
Next articlePerihal Goib Tak Gulung Tikar di Zaman Moderen
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here