Perihal Goib Tak Gulung Tikar di Zaman Moderen

0
373

Oleh: Muh Khoirudin

REVIENSMEDIA.COM – Zaman semakin maju dan serba moderen, tapi perihal goib tidak luntur dari peradaban manusia. Sebagai manusia yang beriman kita memang seyogyanya mempercayai hal goib. Berangkat dari hal tersebut tidak menutup kemungkinan sebagian orang mengambil jalur kiri untuk memaknainya. Dalam artian memanfaatkan sesuatu yang goib untuk menjadikan seseorang mendapatkan apa yang ia inginkan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang sedang mengalami kesulitan banyak yang mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah atau pun menggapai keinginannya.

Dunia bisnis acap kali menuai kontroversi tentang ikut campurnya dunia goib yang menembus dunia manusia. Persaingan di antara pembisnis yang tidak sehat menjadi modal awal dunia goib turun tangan. Pelaku bisnis tidak segan untuk mendatangi orang pintar agar bisnis yang ia geluti dapat berjalan lancar. Dari sinilah dunia goib mulai ikut campur.

Baca Juga  Kisah Sang Pengantin: Mitos di Ibukota

Kurangnya bersyukur dan iman yang lemah menjadi jembatan para langkah kaki menuju penggapain yang fana. Bagaimana tidak, sesuatu yang instan & mudah pasti dirasa lebih menarik. Padahal semua itu hanya sementara, bahkan terkadang di dunia yang masih sama pun sudah dapat ganjaran yang setimpal. Kesuksesan atau pun kekayaan yang didapatkan dengan bersekutu terhadap makhluk goib itu bagaikan ilusi.

Tidak hanya itu, gambaran kerjasama dengan makhluk goib akan lebih fatal lagi jika sudah dihubung-hubungkan dengan tumbal. Jika tumbal yang diminta oleh makhluk gaib hanya berupa binatang masih santai pemikiran kita. Tapi, jika tumbal yang diminta adalah keluarga kita sendiri, apakah itu manusiwi? Mengorbankan keluarga hanya untuk kepentingan diri sendiri, apalagi kita akan kehilangan keluarga kita itu selama-lamanya.

Baca Juga  Anak Muda Indonesia, Harus Meresapi Pesan Wakil Ketua MPR RI ini

Masalah yang sebenarnya dapat kita cermati terkadang tanpa kesebaran melenggang ke dalam hal kesesatan. Dagangan tidak laku saja kita sudah bingung mencari penglaris, kenapa kita tidak mengkoreksi diri saja supaya dagangan kita laris. Namanya juga usaha pasti ada hambatan, tapi lalu jangan terlalu cepat menyerah. Ada beberapa tahap yang harus kita lewati untuk menggapai apa yang kita inginkan. Dan semua itu harus kita jalani dengan lapang dada & sabar.

Mari kita benahi pola pikir kita terhadap hal-hal yang instan. Sesuatu yang instan itu berpotensi besar menjadikan hal tidak baik. Jadi mulailah menajamkan logika. Karena lagikalah yang mampu menafsirkan beberapa sistematik penjabaran konflik.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here