Tentang Aku dan Dia

0
281

Karya: Choiril Chodri

Rintik hujan membasahi dedaunan nan hijau yang ada di halaman rumah nenekku. Suara katak bersaut seakan menikmati rintikan hujan yang membasahi tubuhnya. Suara petir mulai terdengar di sela-sela pepohonan nan rindang itu. Tubuh mungilku seakan ingin merasakan dinginnya air hujan yang nampak segar itu. Saat ku mulai mendekati rintikan itu, di belakangku ada suara yang tidak asing lagi.

Cong, kamu mau ngapain? Kamu tuh belum sembuh malah mau maenan hujan. Tar sakitmu makin parah loh, kan nenek yang repot entar.

Yaps, dia adalah nenekku dan sekaligus sebagai orang tuaku, karena aku diasuh olehnya sejak umur 3 bulan. Sedangkan kedua orang tuaku ada di rantau nan jauh di mata.

Iya nek, gak jadi kok. Senyumku lirih… Hehhe

Yaudah sana kamu istirahat aja, nenek mau melanjutkan nitis (mencetak) gula.

Perlahan dengan badan masih sedikit lemas, aku berjalan menuju ruang tidurku. Tidak butuh waktu lama, aku pun tertidur pulas. Nyanyian ayam jantan di kandang samping rumah pun menjadi pembangun tidurku.

Wahhh, sudah pagi ternyata. Nampaknya badanku sudah enakan ni, mandi ahh ujarku…

Baca Juga  BERKAH DI UJUNG DERITA

Hiii dingin banget airnya.. Maklum saja airnya dingin dan segar, karena aku tinggal di pegunungan yang airya masih dari mata air pegunungan.

Mandi belum selesai, dari luar terdengar ada yang memanggil namaku, dan nampak aku kenal dengan suara itu.
Benar saja, ternyata Aulia yang memanggilku. Aulia adalah sahabatku sekaligus teman satu kelas. Dia gadis yang sangat baik, suka menolong dan tentunya cantik. Heheh

Ayo cong buruan berangkat, udah siang nihh.. Perjalanan kita jauhh..

Iya ulll bentar lagi, tungguin… Bergegas aku langsung ganti baju dan langsung menghidupkan motor. Breng breng… Cuss aulll…

Seperti hari-hari biasa aku dan Aulia selalu bersama berangkatnya, sudah seperti sepasang kekasih saja.

Teng..teng… Teng..suara lonceng tanda istirahat sudah terdengar, siswa-siswa tak sabar, berlarian untuk menuju kantin dan depan sekolah. Depan sekolah ya.. Karena depan sekolah banyak pedagang kaki lima dan warung-warung makanan. Selain untuk makan tempat itu untuk siswa-siswa yang sedikit nakal untuk menghisap rokok.. Ya rokok..

Aku pun tidak mau ketinggalan berlarian, namun bedanya aku berlari menuju depan kelas. Tidak untuk beli jajan atau merokok.. Ya aku cuma memandangi teman-temanku yang sedang jajan, sambil ngemil. Cemilan buatan nenek. Nenekku memang rajin membawakanku bekal. Baik nasi maupun hanya cemilan ringan. Sedikit demi sedikit cemilanpun mulai habis, nampak dari kejauhan teman-temanku mengisap rokok. Tentunya mereka walaupun begitu tetap sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan guru.

Baca Juga  Horor in Love

Aku memang seoarang laki-laki yang tidak gaul (kalau menurut teman sekelasku) hal itu didasari karena aku tidak suka ikut nongkrong dan merokok dengan mereka. Hal itu juga, aku selalu mengingat pesan kakek ku yang sudah meninggal, pesan itu selalu terngiyang-ngiyang di kepalaku. Yaa pesan sederhana tapi ngena dihati, sehingga aku tidak ikut-ikutan temen sekelasku yang suka nongkrong-nongkrong nggak jelas, merokok dan setelah pulang sekolah bukan langsung pulang, namun masih mampir ke tempat rental game ataupun yang lainya.

Buatku, Kakek dan nenek adalah orang yang paling berharga di hidupku, lebih dari sekedar pengasuhku sejak kecil. Ya tentunya tidak melupakan orang tua kandung yang telah melahirkanku, walaupun tidak secara langsung mengasuhku sejak kecil hingga besar.

Comments

SHARE
Previous articleSepasang Mata Takdir Tuhan
Next articleKeren!!! Juara 1 dan 2 makanan ter “enak” di dunia diraih Indonesia. Rendang dan nasi goreng. Sate nomor…
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here