Bukan Karena Mereka, Tapi Karena Kita

0
270

Oleh : Muh Khoirudin

Hidup itu gampang-gampang susah. Selagi kita dapat menikmati pemberian Tuhan mustahil rasa sedih akan datang. Bersyukur dengan apa yang telah kita miliki pasti menghantarkan pada kebahagiaan. Tapi terkadang kita hanyut oleh komentar orang lain. Pemandangan di sekitar kita pun jua semakin mendukung kita untuk mencari sesuatu yang dipandang lebih. Alhasil berbagai cara ditempuh, hingga lupa menikmati apa yang telah kita miliki. Selalu mengejar & terus mengejar.

Sampai kapan kita akan berlari demi sesuatu yang tercetus karena omongan orang. Lelah, mungkin itu kata yang tepat. Kapan kita akan menikmati apa yang telah kita punya jika waktu hanya kita gunakan untuk mencari terus menerus. Beruntung jika kita dapat mencapainya, kalau tidak ya terpuruklah. Kecewa jelas, tapi lebih rugi lagi kalau kita tidak menikmati apa yang kita miliki walau itu sering dianggap jelek oleh orang lain.

Baca Juga  Ku Gondol Cintamu Darinya

Baik untuk orang lain itu belum tentu baik untuk diri kita. Biarkan mereka berkata apa, kenapa harus bingung toh dia nggak kasih makan kita. Bisanya cuma komplain, dan cenderung merendahkan. Kalau kita tidak pandai-pandai menata diri, lontaran mereka benar-benar akan mempecundangi diri kita. Hati panas cemburu meluap kita berlari dan akhirnya jatuh. Kenapa, karena semua tidak dengan hati yang tulus tapi hanya karena terprofokasi.

Alangkah baiknya kita tahu diri dan pandai memposisikan diri. Kemampuan kita itu sebesar apa, dan mari kita takar dengan cermat. Jangan telan mentah-mentah omongan orang lain. Bergeraklah semampu kita, jika ingin lebih maka harus lebih teliti lagi. Mungkin dapat berjalan tapi pasti tanpa harus berlari. Mulailah belajar menikmati hidup, karena itu sebuah lorong menuju ketenangan batin. Kapan kita akan sadar bahwa apa yang telah ada pada diri kita itu adalah nikmat. Diawali dari hal-hal yang kita anggap kecil, bahkan orang lain sering menyepelekannya. Hal kecil selalu kita nomor sekiankan tapi di situlah banyak terselip makna yang besar.

Baca Juga  TEMAN BUKAN TEMAN

Pada dasarnya Tuhan telah menempatkan kita pada posisi yang terbaik. Namun sifat manusia ya begitulah, tidak akan merasa puas. Rizeki yang kita dapat akan dapat mencukupi kebutuhan hidup kita yang sesuai. Janganlah terlampau muluk, toh jika tidak sesuai hanya membawa kita ke dalam hal negatif. Cukup kita bersyukur & menikmati hidup ini. Inilah kebahagiaan kita dari diri kita sendiri bukan dari orang lain.

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaMisteri Hutan Lumut Gunung Puteng Singkawang Yang Terus Tergerus
Berita berikutnyaAmukti Singa Kecil
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here