Karya: Pinott Abelard

Ada banyak titik ketika mataku menyelisip dalam pekat
Beberapa simbol makna menawarkan tentang hidup
Sejenak aku pun meronta pada mereka
Setidaknya sang langit akan memberi restu untukku

Benarkah sketsa malam mampu tuk ku beli
Sehingga lampion-lampion itu kan mengerlip kembali
Sedikit ku paksa langkahku tuk menyibak cahaya
Sembari mengadu bawakan pelangi ke pelapuk mataku

Baca Juga  Harmoni Nusantara

Lambat titik-titik cahaya itu mulai pudar
Pekat pun mulai mengurai cerita lampau
Gelap kian merayap pada sisi-sisi candu
Aku pun kian petang mengeja jalanku

Sudut-sudut penjuru langit kini kian muram
Gelap tak lagi hanya menghujam para penghuni kayangan
Kini ia pun semakin mencipta dalam jiwa-jiwa rendra
Dan aku pun turut merenung dibuat olehnya

Baca Juga  Sebait Doa Untuk Bunga

Purworejo, 7 Agustus 2017

Comments

SHARE
Previous articleYuk Nostalgia Permainan Yang Penuh dengan Kearifan Lokal Ini
Next articleHILANGNYA KASIH UNTUK ROHINGYA
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here