Wayang Beber Metropolitan: Menajaga Peninggalan Budaya Nusantara

0
187

REVIENSMEDIA.COM, JAKARTA – Wayang Beber merupakan sebuah pertunjukan seni budaya yang sarat akan petuah, nilai-nilai luhur, dan kekhasan nusantara. Suara lantang sang dalang ketika menceritakan kisah hidup panji asmara bangun dalam bahasa Jawa, sambil diiringi musik tradisional Jawa, mungkin kerap kita saksikan.

Dikutip dari wikipedia, Wayang Beber adalalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah-daerah tertentu di pulau Jawa. Dinamakan Wayang Beber karena berupa lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang, baik Mahabarata, maupun Ramayana.

Wayang Beber muncul dan berkembang di pulau Jawa pada masa kerajaan Majapahit. Gambar-gambar tokoh pewayangan dilukiskan pada selembar kain atau kertas, kemudian disusun adegan demi adegan berurutan sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar ini dimainkan dengan cara dibeber. Saat ini hanya beberapa kalangan di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Karangmojo Gunung Kidul, yang masih menyimpan dan memainkan Wayang Beber.

Baca Juga  LEGENDA TLOGOBULU

New Picture (2)

Berbekal kerinduan agar Wayang Beber tetap lestari di tengah beragam budaya populer yang terus berkembang, komunitas Wayang Beber Metropolitan menyajikan konsep pertunjukan Wayang Beber yang unik, tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai luhurnya.

Menurut Samuel, selaku penutur Wayang Beber metropolitan, di era sekarang yang mana Wayang Beber sudah mulai ditinggalkan dan dipaksakan anak-anak sekarang harus mengenal klasiknya mungkin akan bosan. “Kami sedikit merenofasi membuat agar mereka itu semua nyaman dengan media Wayang Beber yang sudah dikolaborasikan dengan media yang lain. Cara penyampainya juga sudah tidak pakai bahasa Jawa dan pakai bahas Indonesia, karena wayang sudah miliknya nusantara, bahkan dunia. kalau yang klasik baru pakai bahasa Jawa”, tambahnya.

Baca Juga  Belajar Bersetia di Seni Peran Ala Annisa Hertami

Harmoni warna dalam lembaran cerita, nama tokoh yang akrab di telinga keseharian kita. Musik modern sebagai pelengkap pertunjukan, hingga kritik sosial dalam konten yang menyentil realita bangsa, dibawakan dalam bahasa Indonesia sambil mengajak penonton berinteraksi. Membuat pertunjukan Wayang Beber kontemporer ini diminati para pengunjung dari segala usia, bahkan ada beberapa rombongan turis mancanegara yang juga tertarik untuk menonton.

Pertunjukan Wayang Beber kontemporer diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, namun juga mampu menjadi tuntunan untuk membangun Indonesia lebih baik.

Penelis: Shany Libels
Editor: Muh Khoirudin

Comments

SHARE
Previous articleFILSAFAT LOGIKA SEBAGAI MATA PELAJARAN ‘PENYELAMAT’ DI ERA DIGITAL
Next articleEksplore Candi Muaro Jambi
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here