SUMPAH PEMUDA MENJADI PANGGUNG PEMUDA PURWOREJO

0
208

Hari ini kita semua memperingati hari dimana para pemuda dari seluruh nusantara menyatakan sumpahnya, yang menjadi cikal bakal dan tonggak dari semua pergerakan untuk Indonesia merdeka. Organisasi pemuda itu seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan masih banyak lagi menyempatkan hadir untuk mempersatukan Indonesia. Sedang Kongres Pemuda II yang diadakan antara tanggal 27 – 28 Oktober 1928 menghasilkan tonggak sejarah yang sangat penting. Kongres yang dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) menghasilkan janji seluruh pemuda nusantara yang di beri nama sumpah pemuda.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Terjadi di hari terahir kongres, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928. Dari sini pulalah, seorang pemuda yang berasal dari kota kecil bernama Purworejo muncul memberanikan diri untuk mengumandangkan lagu ciptaannya “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya yang nanti pada akhirnya stanza pertama dari 3 stanza lagu Indonesia Raya di jadikan lagu kebangsaan Indonesia yang sering kita nyayikan sewaktu upacara dan kegiatan-kegiatan bertajuk nasional lainnya. Yaah beliau itu adalah orang yang sering kita sebut, W.R Supratman atau Wage Rudolf Supratman. Dalam kongres ke ll ini putra Bagelen ikut andil dalam mempersatukan seluruh pemuda nusantara dengan biolanya. Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan “lagu kebangsaan” di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh surat kabar Sin Po, sedangkan rekaman pertamanya dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Yo Kim Tjan.

Baca Juga  Masjid Santren Dalam Pusaran Perjuangan Bangsa

Setelah dikumandangkan tahun 1928 dihadapan para peserta Kongres Pemuda II dengan biola, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka menyanyikan lagu itu dengan mengucapkan “Mulia, Mulia!” (bukan “Merdeka, Merdeka!”) pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan. Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa. Dari sini kita bisa melihat bahwa Purworejo tak pernah kehabisan sosok-sosok penting dalam perjalanan perjuangan menuju Indonesia merdeka, bahkan sampai saat ini pun kota yang berada di sebelah barat Yogykarta ini masih mengirimkan putra-putrinya untuk ikut membangun bangsa. Kita sebagai tunas-tunas nusantara selayaknya sudah harus bisa untuk sumbangsihnya kepada negara, seperti yang sudah di contohkan oleh pendahulu kita. Mari semuanya saja, kita ambil hikmah, nilai sejarah, serta wasiat-wasiat dari pemimpin, dari tokoh pejuang, dari semua komponen yang ada untuk ikut serta dalam membangun, mempertahankan dan menjaga negara kesatuan republik Indonesia dari berbagai ancaman. Dengan semangat itu semua ayo kita amalkan sumpah pemuda.

Baca Juga  Sego Bosok Makam Sembayut

Penulis: Yan Budi Nugroho
Editor: Muh Khoirudin

Comments

SHARE
Previous articleEksplore Candi Muaro Jambi
Next article5 Trik Olahraga Buat Kamu Yang Sibuk Bekerja
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here