Genteng Bocor, Si Sapi & Sepiring Cacio e Pepe

0
200

REVIENSMEDIA.COM – Tuhan menciptakan romantisme dengan makhluknya sungguh tak bisa dikira jalan pikiranNya. Ada yang sengaja Ia mencubit dengan manjanya, ada yang cuma dipandang rindu, ada pula lewat kisah-kisah kismis di kehidupan makhlukNya, atau bahkan lewat pancaroba sikapnya. Dengan kata lain setahun sekali, atau per semester Tuhan menyapa makhluknya itu.

Genteng bocor malam ini mungkin adalah berbilang genap 9125 hari. Di hitung saat aku mulai sedikit bernalar, masuk kelas Taman Kanak-kanak. Romantisme kerinduan, sekaligus benci tapi rindu ini banyak menyimpan sketsa-sketsa keharubiruan, kisah-kisah senja yang membuat muram, atau kisah dini hari yang membuat Dophamin terpacu sepanjang siang karena rasa was-was.

Bagaimana kalau hujan turun dengan derasnya , ada saklar listrik yang belum ku cabut dan takut nanti ada insiden adik terkecilku ke sana dan bermain dengan “area danger” itu, ada semua ruang yang harus ku pel ulang karena rata dan wajib terbasahi oleh hujan dan genteng yang bocor ini, ada cacing-cacing kecil setelah hujan reda, jatuh dari genteng dan ku pungut sebelum dipel. Masih banyak kenangan yang menggelora lagi saat momentum genteng bocor ini.

Bapak sengaja memberi peristiwa ini semua dengan penuh tanda. Tanda-tanda kehidupan yang mungkin aku baru menangkap setelah aku menjadi bapak kelak buat anak-anakku. Bahwasannya, kenikmatan, kefanaan dunia yang tak semua orang bisa menangkap hanya dengan saripati indrawi saja. Bahwa kita harus banyak merunduk, bersyukur, bahwa tak semua orang bisa dan hidup layak seperti kita.

Dikala hujan deras ini, banyak saudara kita yang tidur di gerobak-gerobaknya di area Tebet, Manggarai. Ada yang ketika hujan deras ini saudara-saudara terhormat kita lagi berwajah rupawan tidur berbagi dengan 10 orang di prodeo, walau genteng tak bocor. Ada yang genteng bocor, tidur ber 12 tapi tak peduli mau genteng bocor atau tidak sudah tekun mengaji, meraba kalam-kalam Tuhan lewat kitab-kitabNya. Dan banyak kejadian bersamaan dengan hujan deras dan genteng bocor ini.

Genteng bocor sungguh mencipta deburan rasa yang tiada terkira. Sedikit menambah penuh efinerphin ke kepala ini. Aku yang super teledor, aku yang berfikir meloncat-meloncat, imajinasi yang meluap-luap baik sensual, ide liar tulisan, visual dll yang terus membara. Tuhan ingin aku berhenti sebentar dengan eksplorasi tubuh, pikiran dan jiwaku ini. “ Ingat le, tubuhmu juga punya hak atasmu.” kata Tuhan.

Hah, sapiku saja sangat nyenyak tidurnya. Walau di sampingnya arus dan deras hujan ditambah hujan bocor di kandang si sapi. Sungguh tak buat soal buat sapi khawatir, atau was-was. Bagaimana kalau aku terhanyut, bagaimana kalau tubuh gemukku, rupa bersih si sapi karena saban 2 minggu sekali di mandikan oleh Bapak akan kena noda lumpur karena percikan air hujan dari genteng yang bocor .

Genteng bocor ini adalah rekayasa tercanggih dari Bapak. Bagaimana 10 kamar di bangunan Tembok China ini rata. Semua kamar dan ruang wajib dengan adanya air rahmat yang tertumpah tatkala hujan turun dengan cara, solusi menangkap nikmat Tuhan itu dengan adanya genteng yang bocor.

Genteng bocor diciptakan oleh Bapak dengan cara membeli beraneka macam genteng dari tetangga lalu di tata ulang dan di pasang di langit-langit rumah. Semua bukan dengan kebetulan ternyata.

Beliau ingin agar seluruh anggota keluarganya selalu menangkap setiap adegan, kejadian per detik di saat hujan deras, dan kami terbangun saban menit. Berpindah tidur yang tak tetap, dan kemudian hujan reda kami mengepelnya.

Kira-kira seperti itulah. Sedikit picisan di saat hujan deras dan genteng bocor di rumah kami sekeluarga. Boleh kau imbuhkan kata-kata misal dengan Filosofi Genteng Bocor, atau sedikit diksi kata romantic misal dengan judul Hujan di Bulan Juni, boleh juga roman kemanusiaan berbalut spiritualisme berjudul Kisah Sepiring Cacio e Pepe dan Kehujanan di Roma. Silahkan saja.

 

Penulis: Ilhan Erda

Image: pixabay.com

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaQ&A 1.0: Fikry Amrillah Soal Musik Indie
Berita berikutnyaPurworejo adalah sebutan baru bagi kota Tua di Jawa Tengah.
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here