Valentine Day, Penipu Pemilik Muka Manis

0
331
Illustrasi oleh Pixabay

REVIENSMEDIA.COM –┬áSuara milenial, apa kabar kalian semua, semoga dalam keadaan sehat, kondisi baik dan tetap masih semangat dalam menjalankan peran sebagai generasi Z. Pagi ini terasa berbeda ya menurut kalian, karena hari ini adalah hari di mana minggu kedua dari bulan ini.

Artinya ini adalah hari ke 14 pada bulan februari. Terus kesimpulannya apa? 14 Februari selalu identik dengan hari kasih sayang, valentine day namanya. Di mana perayaan hari itu menjadi hari raya terbesar ke dua setelah hari raya natal di benua biru. Mayoritas negara-negara Eropa akan merayakannya dengan cara bertukar kartu valentine, memberi sepotong coklat, dan memadu kasih dengan pasangannya.

Di Indonesia milenial ini, banyak dari pemuda-pemudi menanti bahkan mungkin tidak sabar untuk merayakan. Budaya barat salah satu ini lambat laun mulai masuk ke Indonesia, dan berkembang pesat selayaknya fermipan pengembang kue bolu kukus makanan tradisional itu. Hal ini telah banyak mempengaruhi moral anak-anak muda sekarang, yang sering mendapatkan gelar sebagai generasi Z

Rasa-rasanya Indonesia perlu menolak budaya barat ini, karena secara tidak langsung valentine day seperti membuka pintu sex bebas di dalamnya. Bagaimana tidak, mereka yang mempunyai pasangan akan merayakan bersama dengan cara memadu kasih.

Memadu kasih jika diterjemahkan per kata akan mendapatkan arti (memadu= madu, berarti manis) sedang (kasih = sayang) jika di gabung menjadi sayang yang manis, bisa diartikan juga dengan kata bercumbu. Siapa sih yang nggak mau memadu kasih, saya rasa di daratan ini nggak ada yang tidak mau. Hanya cara dan waktu yang salah, dalam Islam, bercumbu harus atau wajib melalui proses akad.

Dalam arti harus menikah, nah hal ini serasa membawa angin segar bagi anak muda, tanpa akad mereka dapat bercumbu di hari valentine day ini, yaah walaupun tidak semuanya juga sih. Penulis paham dalam remaja adalah posisi yang notabene ingin mengetahui segala hal. Karena waktu muda adalah waktu mencari jati diri. Jika saat ini mereka salah jalan.

Maka janganlah kaget bila mereka terbelenggu dalam kebodohan, kesialan, dan penyesalan. Termasuk pergaulan bebas yang menjurus langsung dengan sex bebas. Di mana itu menjadi salah satu budaya unggulan di negara-negara benua biru.

Kita seharusnya tanggap sebagai generasi Z dari Indonesia. kalau saat ini negara yang mirip dengan surga ini sedang digrogoti dari dalam. Bayangkan jika moral anak-anak muda hancur, budaya barat mengambil alih kehidupan kita, apa yang akan terjadi? Penjajahan di indonesia akan tumbuh kembali dengan subur.

Bahkan kemungkinan besar dampak dari penjajahan itu tidak tampak, tetapi akibatnya beratus-ratus kali lipat dari penjajahan Belanda, Inggris dan Nippon. Kebetulan Allah menciptakan negara-negara maju lebih pintar dalam berkamuflase, tindakannya seakan menyenangkan, menguntungkan. Tapi sebenarnya justru malah mengambil kesempatan

Generasi Z dari tanah yang mirip dengan surga, pahamilah kita ini bangsa timur, bangsa yang memiliki adat ketimuran. Adat ketimuran yang menjujung tinggi semua aspek kehidupan. Janganlah terpengaruh dengan hal yang indah dan manis-manis karena yang indah dan manis itu selalu mengecewakan.

Kawan-kawanku se-Indonesia mari kita tolak valentine day di negara kita. Percayalah valentine day tidaklah lebih baik dari teroris. Karena valentine day adalalah penipu bermuka manis.

 

Oleh: Yan Budi Nugroho

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaKue Keranjang Khas Imlek dan Kandungan Filosofinya
Berita berikutnyaTuhan Hadirkan Laki-laki Baik di Sekitarmu, Bukan Berarti Dia Jodoh Kamu
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here