Kepo Vs Care

0
356
Sumber Illustrasi: careoncalleducation.com

Selalu berfikir positif terhadap orang lain harus pada orang yang tepat dan baik, karena akan menjadi kelemahan yang dimanfaatkan oleh orang yang tak baik untuk kepuasannya sendiri. Boleh berfikir positif namun harus tetap waspada jangan sampai terlalu terbuka tentang kehidupan pribadi kita.

Kadang kala kita tidak mengerti bahkan tak sempat terpikirkan akan begitu, sebenarnya untuk apa mereka mengulik-ngulik informasi atau ingin tahu banget tentang hidup kita. Menjadikannya bahan bulian atau lelucon atau agar dia terlihat tahu semua tentang kita dan terlihat asik saat berbincang- bincang dengan yang lain. Entah lah yang pasti ada perbedaan yang jelas anatarorang yang perhatian atau sekedar ingin tahu urusan orang lain.

Kepo dan Care sebenarnya beda tipis jika dipandang dari persamaan yaitu sama- sama ingin tahu, akan tetapi tujuannya itu sangatlah berbeda. Care jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah perhatian dan peduli. Dia ingin tahu karena perhatian dan mencarikan solusi yang terbaik. Sedangkan Kepo itu merupakan singkatan dari Knowing Every Particular Object yang artinya ingin tahu namun keinginan tahunya ini bukan sekedar tahu, lebih ingin tahu urusan orang lain bahkan sampai hal- hal pribadi yang sebenarnya nggak perlu dia tahu.

Pernah nggak sih tiba-tiba kamu upload sesuatu di sosial media dan langsung ada yang bertanya, atau kamu lagi menggunakan sesuatu ditanya dari mana dan dari siapa ? Atau kamu lagi ada masalah dia menanyakan sampai akar- akarnya dan terlihat sedikit memaksa. Itu bukan care namun kepo. Berikut beberapa perbedaan yang sangat signifikan antara kepo dan care:

Baca Juga  Terraium Itu Keren Lo

1. Orang yang care ketika ada masalah, dia akan memilih waktu yang tepat untuk menanyakan perihal masalah kita. Bahkan menunggu sampai kita sendiri yang bercerita. Beda halnya dengan orang yang kepo sebisa mungkin dia menanyakan saat itu juga, sampai serinci mungkin dan terlihat sangat memaksa. Jika dia belum tahu bisa jadi dia akan mencari tahu pada teman- teman terdekat kita hingga dia mendapatkan informasi yang dia ingin tahu.

2. Orang yang care bukan hanya sekedar menanyakan prihal tentang masalah kita, namun dia akan sharing pengalaman, memberikan solusi dan membuat kita lebih tenang dari sebelumnya. Namun beda halnya dengan orang yang Kepo dia hanya ingin tahu tidak bermaksud mengurangi masalah atau membuat kita jadi tenang. Dia Cuma ingin tahu urusan kita saja.

3. Orang yang care akan menjaga dengan baik masalah ataupun cerita tentang kita, bahkan menutupi aib- aib kita. Sedangkan orang yang Kepo semua tentang kita bisa jadi untuk bahan buliying, lelucon atau bahan bincang- bincangnya dengan teman- teman yang lain, seolah terlihat lebih tahu dan lebih asik di mata mereka. Yang lebih sadisnya lagi dia hanya tahu sebagian cerita, dengan hebatnya berasumsi menyebar cerita yang lebih seru sebagai bahan bincang- bincang cantiknya.

Sebagai cotohnya;

Care: Jika kita sedih, awalnya dia tidak langsung tanya kenapa?. Dia mencari cara agar kita lebih nyaman dari masalah yang ada, mungkin dengan cara mengajak kita jalan- jalan atau makan hingga kita merasa nyaman dan dengan sendirinya bercerita. Atau sekedar memberi nasihat dari pengalaman pribadinya “aku juga pernah loh begitu, yang aku lakukan begini- begini dan selanjutnya”. Hingga kitapun dapat menyimpulkan sendiri apa solusi yang terbaiknya.

Baca Juga  Suara Emas Burung Kutilang di Balik Label Perusak

Kepo: Akan langsung menanyakan, “kenapa begitu, emang bagaimana, kok bisa ya ?” dan bla- bla hingga ujung akarnya. Dan jika sudah tahu “kamu yang sabar ya”. Awalnya sih positif, mukin mereka benar care sama kita tapi, tidak smua apa yang kita alami kita ceritakan. Dan lebih ngerinya lagi cerita- cerita itu bisa berkurang atau bertambah kalau sang penyampainya berbeda menurut versinya sendiri, apa lagi sampai kemana- mana, sudah seperti infotement seleberitis yang punya Hot gosip.

Jika tadi tentang masalah pribadi, ada satu lagi contoh tentang barang- barang yang kita pakai.

Care: “wah baju kamu bagus ya, aku juga suka yang begitu. Kamu cocok mengenakannya”. Mungkin sebatas itu dan sharing hobi yang sama hinga cerita pun saling menyambung. Beda halnya dengan orang yang kepo.

Kepo: “wah baju kamu bagus ya, beli dimana, etss.. dilihat- lihat ini sepertinya belum di jual di Indonesia deh, coba lihat mereknya”. Jika kita terlihat biasa saja dia akan mengorek informasi lebih dalam lagi. “beneran deh ini dari negeri sebrang, terus kamu kapan kesana, atau jangan- jangan hadiah, hayoo ngaku dari siapa?”. Dan dia pun akan berfikir keras mengingat teman- teman yang pernah kesana atau teman terdekat. Bisa jadi itu nantinya buat bahan ceritanya yang akan di panjangkan seperti cerita sinetron yang tak kunjung usai.

Baca Juga  Merubah Pola Pikir Untuk Hidup Sukses

Serem bukan, tak mungkin setiap yang kita punya itu harus dikasih tahu, apalagi hanya barang pribadi. Dan tak harus cerita juga ini barang KW atau Asli, Jika pun cerita bisa jadi nanti dikira orang kita pamer jadi bahan perpinjangan. So teman- teman harus berhati- hati memilih teman untuk bercerita dan jangan sampai terlalu terbuka perihal pribadi dengan orang lain. Karena kemungkinan akan menjadi boomerang buat kita.

Yang pasti orang care akan selalu bercerita dua arah, mendengarkan dengan baik, sharing pengalaman dirinya juga, membicarakannya dengan senyaman mungkin. Beda hal
nya dengan Kepo, dia menanyakan seperti sedang wawancara, kita suka atau tidak yang terpenting dia mau tahu lebih dalam tanpa mepertimbangkan kenyamanan kita. Ceritapun hanya satu arah, hanya dia yang menanyakan. Mengulik- ngulik informasi yang dia perlukan. Dan sangat jarang sharing pengalaman tentang dirinya apalagi memberikan solusi. Jika sudah tahu, akan selesai sampai disitu saja dan berangsur pergi.

Nah, teman- teman semua lebih banyak tau bukan dan bisa membedakan mana yang benar- benar care karna tulus dan mana yang modus karena kepo. Selalu berfikir positif boleh, namun akan lebih baik jika kita lebih cerdas menyikapi setiap masalah dengan berhati- hati. Apalagi menyangkut masalah pribadi. Jika masih bisa disimpan dan mencari solusinya sendiri akan lebih baik. Jika memang tak mampu, tentu teman- teman memiliki sahabat yang dipercaya jangan sampai salah tempat untuk bercerita.

@Kin_Chaniago

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaBudaya Among-among atau Bancakan di Desa Kaibon
Berita berikutnyaPeresean, Tarian Kuno Pelampiasan Rasa Emosional Raja Masa Lampau
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Seorang Social worker, Freelance,enterpreneur. Hobi Masak, makan, traveling, membaca dan Menulis. Saat ini masih tertatih mengejar impianya, sedang menulis beberapa buku Antologi bersama, fiksi dan non fiksi dan buku project sosial. Insyallah 2018 on proses terbit. Ingin sekali menerbitkan buku solo dan menulis tentang sharing kebaikan agar bisa bermanfaat hingga plosok- plosok negeri. " Menulislah dengan jiwa hingga raga itu tak mampu lagi merangkainya karena Allah tak memberikan kita izin selamanya tuk menetap di bumi"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here