Tradisi “Nyinom” yang Masih Melekat di Lingkungan Pedesaan

0
496

Reviensmedia.com, Purworejo – Di era zaman modern sekarang ini, tentu dibarengi dengan kemajuan sarana maupun tekhnologi. Manusia dimanjakan dengan alat-alat modern dan canggih, yang tentunya memudahkan semua aktifitas mereka.

Kita memang boleh senang dan bangga dengan adanya kecanggihan tersebut, karena semuanya bisa didapatkan secara cepat dan instan.

Tetapi, apa dampak negatif dari kemajuan iptek tersebut? Tentunya kita akan kehilangan momen-momen hangat seperti yang kita rasakan di tahun 90an. Kebersamaan dalam setiap kesusahan tentunya masih dirasakan waktu itu .

Baca Juga  DEBUS BANTEN : KESENIAN KUNO BERBALUT MISTIS

Dalam acara hajatan, pembangunan rumah, maupun acara yang lain, mereka waktu itu masih saling bahu -membahu.

Berbeda jelas dengan zaman yang kekinian ini, punya hajat sudah malas mengumpulkan tetangga dan sanak saudara untuk sekedar “nyinom”. M4ereka lebih senang terima jadi dengan memesan catering, nggak perlu repot-repot belanja, nyuruh orang sana-sini, praktis memang.

Tapi, dimana nilai-nilai kebersamaan yang dulu pernah ada???

Kembali ke tradisi nyinom tadi, beruntung saya masih menemukan keindahan yang luar biasa menurut saya, karena di desa Krendetan, Purworejo saya masih bisa jeprat-jepret mengabadikan moment hangat yang mungkin tidak akan ada lagi beberapa tahun yang akan datang.

Baca Juga  WANITA DAN SEPAK BOLA

Ini lho budaya nyinom acara tahlil orang yang sudah meninggal. Mereka saling bantu-membantu membuat makanan untuk kendurenan. Mereka meluangkan waktu untuk yaaa saling menolong lah istilahnya.

Saya melihat kerukunan di antara mereka, bahkan saling bersenda gurau disela kesibukan yang melelahkan itu.

Baca Juga  5 Fakta Menarik di Balik Pasukan Berbaju Orange

Kalian pikir mereka bukan orang sibuk??? Mereka ini juga orang-orang sibuk tapi rela meluangkan waktunya untuk orang lain, berkorban tenaga, waktu, dan materi tentunya.

Semoga bermanfaat buat semua pembaca, alangkah baiknya kita lestarikan budaya-budaya yang sudah pernah kita miliki, meskipun banyak cara-cara instan untuk mengerjakan segala hal. Tapi kecanggihan itulah yang membuat kita kehilangan momen-momen hangat bersama tetangga Maupun sanak saudara.

Semoga kita lebih bijak dalam menyikapi perkembangan zaman ini.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here