Seberapa Wajibkah Anak-anak Zaman Now Memiliki Ponsel Sendiri ?

0
294
Sumber Foto: zpravy.aktualne.cz

Semua orang tua pasti¬† ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi tindakan-tindakan menuruti semua kemauan anak belum tentu juga bisa dibilang “Yang terbaik untuk anak”.

Membahas tentang kepemilikan ponsel bagi anak-anak, tentunya dari pihak anak akan langsung menjawab “Wajib dong punya hp android, hari gini nggak punya hp android, malu dong”.

Malu emang ya? Terus kalau nilai ulangan jelek tuh lebih malu atau malah biasa saja? Kemudian kata mereka “Nggak papa temen yang lain ada yang lebih jelek nilainya”.

Emang pinter anak-anak Jaman Now, tapi…. Pinter ngejawab kalau dikasih tahu.

Kalau anak-anaknya pinter gitu, orangtuanya harus lebih pinter dong menyikapi kemajuan zaman sekarang ini.

Yang namanya ponsel itu bisa dibilang penting atau tidaknya tergantung cara pandang si pemakai, bisa menempatkan diri di mana atau kapan seharusnya ponsel tersebut digunakan.

Yuk kita belajar dari yang sudah ahli saja. Beliau merupakan salah satu orang terkaya di dunia, dan merupakan pencipta teknologi modern di industri komputer, beliau bernama Bill Gates.

Tahu nggak sih? Ternyata seorang Bill Gates tidak memperbolehkan anak-anaknya memiliki gadged sebelum mereka berusia 14 tahun. Bahkan beliau sangat tegas memberikan aturan tersebut meski sering kali diprotes oleh anak-anaknya.

Ketika sedang makanpun tidak boleh ada satu orangpun yang memegang atau menggunakan ponsel.

Selain aturan-aturan tersebut bahkan ada ketentuan jam berlaku ketika mereka (anak-anak)  menonton tv ataupun menggunakan ponsel, sehingga mereka mempunyai waktu untuk beristirahat.

Berikut kata Bill Gates dampak buruk penggunaan gadged bagi anak-anak:

1) Kemungkinan mendapat pengaruh buruk dari internet

2) Mempengaruhi perkembangan otak anak

3) Sistem motorik anak jadi lamban dalam berkembang

4) Anak menjadi kurang bersosialisasi dengan teman-temannya

5) Anak menjadi ketergantungan terhadap gadged ketika menyelesaikan masalah

6) Anak menjadi lamban dalam berfikir.

Nah looooo???? Kaget nggak ????

Memang tidak dapat dipungkiri jika internet maupun gadged memiliki nilai plus untuk perkembangan anak, namun tentunya dengan seleksi dan pengawasan kita sebagai orangtua. Bersikap tegas terkadang memang perlu dilakukan demi menerapkan peraturan yang baik bagi anak-anak kita.

Berdasarkan paparan di atas kita bisa tahu bahwa ternyata pakar tekhnologi pun tidak membiarkan anak-anak mereka terpapar kecanggihan teknologi terlalu dini. Semua ada waktunya tentunya.

Selanjutnya kita bisa memisahkan antara “Menuruti kemauan anak dan tegas karena sayang anak”. Bukankah ada ungkapan “Orangtua garang biar anak jadi orang”.

Yuk…. Jadi orangtua yang lebih bijaksana. Menyayangi anak memang tidak dilarang justru diharuskan, tapi tentunya kita harus memilah mana yang harus dan tidak, mana yang baik bagi anak dan yang tidak. Itu semua bisa terlaksana jika kita bisa menjadi orangtua yang cerdas dan bijak.

Ketika mereka dewasa kelak, apalagi ketika mereka sudah menjadi orangtua, mereka akan mengerti setiap kebijakan yang kita buat. Syukur-syukur anak-anak kita adalah anak yang nurut dan bisa memahami nasihat kita sejak dini.

Walaupun tentunya sulit, agak sedikit mustahil jika anak kecil bisa langsung mengerti kemauan kita. Karena memiliki anak yang nurut dan cerdas itu hanya sebuah bonus dari Tuhan. Bonus itu tentunya terbatas hanya untuk satu dari 1000 manusia mungkin.

Buat para orangtua, tetap semangat, jangan lupa bersyukur. Anak adalah amanat. Perlakukanlah dengan baik, berikan yang terbaik, agar kelak menjadi insan yang terbaik dari yang terbaik.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here