Surat Cinta Untuk Guru

0
685
Foto: rmit.edu.au

Teruntuk Guruku, 

Di Surga Pengabdian.

Selamat pagi, bapak dan ibu guru. Salam hormat dari kami, anak-anak yang selama 3 tahun membersamaimu tapi melupa dengan keberadaanmu. ABG yang selalu meresahkan pagimu ketika kami datang terlambat, menggedor-gedor gerbang sekolah tanpa berpikir akan menjadi masalah. Bocah-bocah yang masih haus dengan beribu-ribu ilmumu tapi merasa lebih pandai darimu.

Semoga matahari tidak bergeser ke tengah, persis setiap kali kami melakukan aksi. Jenuh di kelas dengan pelajaran yang memaksa kami harus konsentrasi. Memasang berbagai alasan agar bisa keluar kelas dengan aman. Izin ke toilet adalah cara ampuh bagi kami mendapat surga kebebasan itu. Atau sengaja membuatmu kesal dengan aksi kami yang melebihi batas wajar. Membuat kegaduhan adalah hal paling menyenangkan bagi kami untuk mengusirmu secara perlahan dari kelas.

Guruku …
Kami sadar, kesalahan kami jika dihitung dengan kalkulator rasanya seluruh digit tak cukup menghitung jumlahnya. Belum lagi saat kami menemukan ada yang salah darimu. Sepanjang waktu kami menggerutu, menjelek-jelekkanmu di belakang kemudian mengolah bahan itu menjadi gosip murahan adalah kebanggaan buat kami. Semua itu kami lakukan karena tak pernah menganggapmu ada, kami kira kami bisa besar dan sukses tanpa doamu. Itulah sebagian kecil dari kesombongan kami.

Hal yang paling memalukan lagi ketika kami sangat membencimu meski kau tetap menjadi yang terbaik, untuk bersalaman denganmu saja kami menolak keras. Apalagi ketika kau merendahkan dirimu meminta photo dengan kami, serasa harga diri kami terinjak-injak dengan namamu. Namun, itu terjadi sebelum kami menyadari bahwa kami tak bisa membesar tanpa hadirmu.

Guruku ….
Terima kasih, terima kasih dan terima kasih. Satu kata yang sering kami acuhkan, satu kata yang tak pernah kami hargai dan satu kata yang terlalu sering kami ingkari dari pengorbananmu. Engkaulah malaikat tanpa sayap yang sesungguhnya, karena sayap-sayapmu telah patah karena kami. Kami yang selalu kau anggap anak tapi tak pernah menganggapmu orang tua, kami yang selalu kau banggakan tapi tak pernah membuatmu bangga dan kami yang selalu mengecewakan setiap kali kau membuat aturan.

Guruku …
Terimakasih atas setitik ilmu kehidupan yang akhirnya kami sadari hari ini. Kau selalu mengajari kami bagaimana belajar ikhlas, sabar, ikhtiar, kesungguhan, ketangguhan dan kemurahan hati. Terimakasih atas senyum dan semangat yang selalu kau persembahkan di pagi, siang dan malam kami, terimakasih atas motivasi yang terus mengalir melalui untaian kasihmu kepada kami dan terimakasih atas semua perjuanganmu untuk membangun masa depan kami yang lebih cerah.

Guruku, pahlawanku….
Tiada kata yang lebih tepat terucap dari kami kecuali kata maaf. Dengan segala kerendahan hati, kami yang mengaku putra putrimu tetapi bukan milikmu meminta maaf atas semua yang pernah terjadi selama ini. Sikap, sifat dan tutur kata kami yang terkadang membuatmu muak, rengekan manja yang terkadang melengkapi hari lelahmu, ocehan tak bermoral dari kami yang seringkali menghiasi pengabdianmu dan pengingkaran kami atas semua jasa-jasamu. Kami sadar, tanpa waktu dan keringat yang terus mengucur dari jiwa kalian, kami bukanlah siapa-siapa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Tentu kami tidak mampu berdiri tegak seperti hari ini, dan tentu kami tidak mampu tersenyum bangga dengan pencapaian kami saat ini. Sekali lagi, kami anak-anakmu yang tidak pernah bersyukur atas pengorbananmu memohon maaf jika masih ada noda hitam yang tersembunyi di balik kebersamaan kita.

Guruku …
Jika kami harus melangkah pergi ini bukan salah waktu ataupun masa, tetapi saat inilah yang paling tepat kami membuktikan kepada dunia bahwa kami mampu menggenggamnya karenamu, dan kami akan menyambut masa depan yang cerah karena kerja kerasmu, karena kami tidak mampu membayar lelah, keringat, waktu dan hari tuamu dengan apapun kecuali dengan pembuktian kami atas ikrar janji yang terukir di sini. Di hati kami !

Anakmu.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here