Wayangan di Merti Dusun, Upaya Melestarikan dan Menjaga Nilai-nilai Budaya Nusantara

0
136

Reviensmedia.com, Purworejo – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, namun tidak hanya itu saja. Sebagai geberasi muda bangsa yang memiliki banyak seni, budaya dan nilai-nilai luhur dari nenek moyang selayaknya kita menjaga dan tetap melestarikannya.

Berangkat dari upaya melestarikan dan menjaga budaya leluhur yang arif itulah masyarakat dukuh Ngargo, desa Hargorojo, kecamatan Bagelen, Purworejo mengadakan Merti Dusun yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dan tahun ini mengadakan pagelaran wayang kulit sehari seamalam, selasa 10 April 2018.

Pagelaran wayang kulit sehari semalam dengan dalang Bagong Hadi Widodo dari Keduren Purwodadi kab. Purworejo, dipusatkan di Balai dusun Ngargo ini berjalan cukup lancar.

Parno selaku Kadus Ngargo mengatakan, bersyukur dan berterima kasih kepada khusus nya masyarakat dusun Ngargo yang sudah bergotong royong, sumbang sih tenaga pikiran serta iuran dana untuk swadaya acara Merti Dusun, selain dari iuran warga masyarakat setempat terima kasih juga pada donatur ada banyak donatur dari warga masyarakat dan dari beberapa tamu undangan khusus dan dari beberapa pihak.

Acara Merti Dusun dengan nanggap wayang ini diperingati dengan harapan untuk melestarikan adat istiadat yang sudah ada dari leluhur turun temurun supaya tetap bisa lestari dan terjaga hingga ke anak cucu tetap ada tidak punah.

Suyono (sesepuh ) dusun Ngargo juga menceritakan bahwa Merti Dusun itu intinya wujud syukur kita sebagai masyarakat kepada bumi yang telah memberikan kita penghidupan dalam artian kita hidupkan di awali dari hasil bumi seperti air, dan berbagai hasil bumilainya. Kenapa harus bulan Rejeb dalam menyelenggarakan budaya ini, konon orang mulai bercocok tanam itu bulan Suro dan kalau dihitung untuk masa panen itu kurang lebih tujuh bulan jadi dihitung jatuh bulan Rejeb, dan ada istilahnya mucuki atau memulai panen.

Itu juga ada simbolnya, selain ada Ambengan atau sesajen golong kumplit dari golong 1, golong 2 sampai golong delapan, ada juga itu yang harus disajikan yaitu rujak pondoh (pucuk pohon kelapa) itu untuk simbol mucuki.

Harapannyaa dengan terus diperingati budaya adat Merti Dusun ini bisa terus langgeng dan juga dengan hiburan wayang kulit juga termasuk ikut melestarikan atau nguri nguri salah satu kesenian tradisional yang ada imbuh nya.

Penulis: Winarni

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaTips ASI Eksklusif Ibu Pekerja
Berita berikutnyaPameran “Under The Skin” Ajak Perempuan Jalan-jalan ke Zona Abadi
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here