Orang Purworejo Harus Nginis di Tempat Ini

0
518
Nginis di Brondongrejo (Purnomo)

Reviensmedia.com, Purworejo – Purworejo, kota yang berbatasan langsung dengan samudera hindia di sebelah selatan dan pegunungan menoreh di sebelah selatan ini memiliki banyak potensi alam yang sangat memukau. Pontensi alam yang dapat dijadikan sebagai ladang pertanian juga ladang destinasi wisata. Dari air terjun, hutan pinus, pantai, hingga hamparan sawah nan hijau ada di kota yang dulu dijuluki sebagai kota pensiunan.

Berbicara soal “Nginis” bagi masyarakat Jawa sudah tidak asing lagi kata itu. Yups.. Nginis merupakan aktifitas mencari udara segar, baik di pelataran rumah, sawah dan sebagainya. Nah buat warga Purworejo dan sekitarnya kita “Nginis” di sawah yukk.. Kenapa sawah, karena di sawah kita juga dapat menikmati udara segar dan menikmati hamparan padi nan hijau.

Salah satu sawah yang wajib kita “Inis-i” adalah sawah di desa Brondongrejo, Purwodadi. Di sawah desa tersebut setiap minggunya diselenggarakan “pasar inis”. “Pasar Inis yang dibuka setiap hari minggu pagi antara pukul 05.00-09.00 wib di area persawahan sisi timur Desa Brondongrejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo berbalut spirit Inis. Pengunjung dibawa ke suasana pedesaan & pengalaman baru Car free day, nginis (mencari udara segar) di pinggir sawah, kongkow mesra bersanding jajanan dunia telo (singkong) asli Brondongrejo”, ungkap Purnomo selaku penggagas.

IMG-20180415-WA0018

Dengan diadakan “Pasar Inis” ini tentunya memiliki tujuan yang arif terhadap lingkungan dan menjaga nilai-nilai luhur budaya masayarakat agar terus lestari, dan nilai utama dari sebuah hajatan Festival adalah partisipasi warga & nilai kemanfaatannya terutama peningkatan ekonomi warganya. “Inilah yang menjadi tujuan utama Pasar Inis, kuatnya partisipasi warga, menguatnya semangat kebersamaan juga spirit Nginis dan tentunya peningkatan ekonomi warga Desa”, tambahnya.

“Masyarakat mendapatkan pengalaman baru Car Free Day, guyub rukun dalam suasana Inis di persawahan Brondongrejo, menikmati menu-menu baru hasil karya Ibu-ibu Dasa Wisma Desa Brondongrejo, Jajanan dunia telo sak cek mak lheb aseli Brondongrejo dan Wedang Telang tanpa Selang, mendapatkan kenangan tak terlupakan suasana keakraban ala Desa & selfie dengan spot sawah dan sunrise megah. Itulah harapan kami”, kata Bapak Kadarno, Kepala Desa Brondongrejo.

INIS

Inilah salah satu terobosan di dunia pariwisata dan tentunya untuk menjaga nilai luhur budaya bangsa Indonesia terutama masyarakat Jawa, serta mengkampanyekan untuk terus menjaga alam kita terutama sawah yang menjadi pondasi dasar perekonomian bangsa. Kenapa dasar? Karena dengan adanya sawah, dan ditanami padi, pangan utama kita tercukupi tanpa harus mengimpor dari negara lain. Kita harusnya bangga menjadi seoarang petani yang menanam padi, karena petanilah ratusan juta perut manusia di dunia terutama di negara yang mengkonsumsi beras terpenuhi.

Selain itu, sawah juga dapat dijadikan tempat “Nginis” dan merenungkan bahwasanya sawah ciptaan-Nya ini begitu banyak manfaatnya bagi manusia jika dimanfaatkan dengan kreatifitas.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here