Khoul Mbah Prasuto Jambangan: Menselaraskan Antar Agama dan Budaya

0
82
Sesajen di acara Khoul Mbah Prasuto Jambangan (Reviensmedia.com/ Tri Kurniasih)

Reviensmedia.com, Kebumen – Setiap daerah terutama sebuah desa pasti memiliki asal-usul atau sejarah. Juga memiliki tokoh yang disegani pada zaman dahulu. Seperti layaknya Bangsa Indonesia yang memiliki sejarah beserta para pahlawannya yang memperjuangkan kemerdekaan, sehingga kita bisa seperti sekarang ini.

Segala bentuk jasa dan perjuangan para tokoh masyarakat ataupun pahlawan tentu patut untuk kita kenang jasanya, sehingga kita menjadi manusia yang paham arti bersyukur dan berterimakasih. Seperti halnya di Desa Kaibon, Kebumen yang memiliki sejarah tersendiri.

Konon sebelum terbentuknya Desa Kaibon, ada lah seorang solihin yang dikenal dengan nama Mbah Prasuto jembangan. Beliaulah yang melakukan babad alas sehingga terbangunlah Desa Kaibon.

Tentunya melakukan babad alas tidaklah mudah, pasti banyak halangan dan rintangannya. Tidak bisa dibayangkan lagi seperti apa wujud tanah Kaibon sebelum peristiwa babad alas oleh mbah Prasuto, tentu itulah yang menjadi kendala berat untuk beliau kala itu.
Karena itulah beliau juga disebut sebagai pepunden desa Kaibon

Baca Juga  Budaya Among-among atau Bancakan di Desa Kaibon

Setelah beliau wafat, beliau dimakamkan masih di area desa Kaibon. Makamnyapun masih dijaga, dirawat, serta diziarahi oleh warga desa Kaibon maupun luar Kaibon. Bahkan ada pula kuncen atau juru kunci makam mbah Prasuto Jembangan.

Suatu ketika ada seorang ahli spiritual dari luar desa Kaibon yang bermimpi diminta untuk berziarah, dan melakukan pengajian ataupun mujahadah dimakam mbah Prasuto.
akhirnya diwujudkanlah mimpi tersebut.

Ia beserta perkumpulan jamaahnya kemudian melakukan ziarah dan doa bersama dimakam mbah Prasuto sang pepunden desa Kaibon.

Menindaklanjuti kedatangan para jamaah dari daerah lain itu kemudian tahun ini di bulan Rajab, pihak desa Kaibon membuat pengumuman agar kegiatan pengajian dan doa bersama di makam mbah Prasuto menjadi agenda rutin. Karena bisa dipahami jika di desa Kaibon unsur kejawennya masih sangat kental.

Baca Juga  Yakin Mau Buru-Buru Nikah?? Eits... Nonton Dulu Obrolan Bersama Andy Noya!

Selain pengajian dan doa bersama, ada ritual-ritual khusus serta sesajian simbol acara tersebut. Sesajian tersebut yakni nasi tumpeng, lengkap dengan lauknya serta beberapa hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan.

Semua sajian tersebut kemudian dibawa ke area makam, dan didoakan oleh seorang kyai, dibarengi dengan ritual-ritual khusus.

Selesai pengajian dan doa bersama, sesajian tersebut lalu dibagi-bagikan kepada seluruh warga yang datang.

desa kaibon

Tradisi tersebut tentu memiliki respon pro dan kontra dari seluruh lapisan masyarakat.
Tapi alangkah baiknya jadilah warga yang bijak, supaya bisa berfikir secara bijaksana pula.
Yuk gaes positif thinking dulu.

Jadi niat kita mengikuti kegiatan tersebut yakni bukan untuk mengeramatkan makam leluhur, tapi mengeramatkan suri tauladan beliau. Juga sebagai wujud terimakasih kepada pepunden desa yang diaplikasikan dalam bentuk doa bersama dan wujud syukur memiliki seorang solihin pejuang desa Kaibon. Sekaligus memintakan ampunan atas segala dosa-dosa beliau semasa hidupnya.

Baca Juga  Mapasilaga Todong, Rangkaian Panjang Prosesi Kematian Bangsawan Tana Toraja

Jadi, jangan selalu menilai sesuatu dari sudut pandang yang salah, dan selalu membenarkan pendapat sendiri. Karena kebenaran itu hanya milik Tuhan.

Kita memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang musti kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dampaknya tentu kita bisa memiliki pribadi yang baik dari segi agama, dan juga pemikiran yang baik tentang budaya dan tradisi bangsa.

Jangan berusaha mengusik kepercayaan orang lain, karena kepercayaan kita, benar bagi kita dan kepercayaan mereka juga benar untuk mereka.

Bagaimanapun juga antara agama dan budaya tidak melulu selaras. Jadi tugas kita sebagai warga negara yang cerdas yakni menyandingkan antara agama dan budaya supaya bisa berjalan beriringan secara damai.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here