Kapan Sih Waktu yang Tepat Memulai Melatih Anak Untuk Toilet Training?

0
120
Foto: netmums.com

Banyak orang tua merasa atau menggangap usia pas atau yang tepat memulai toilet training adalah 2 tahun ketika si anak sudah mulai bilang pipis atau eek (buang air besar).

Padahal sebenarnya yang mempengaruhi keberhasilan toilet training bukan lah faktor usia anak, lebih kepada niat orang tua untuk melepaskan anak dari diapers dan mulai direpotkan oleh pipis atau anak mengompol di sembarang tempat di rumah dan cucian menjadi segunung apalagi berurusan dengan pupnya si anak, kadang rasa jijik tetap saja menghampiri.

Kenapa si niat orang tua yang menentukan keberhasilan toilet training, sebab banyak orang tua atau anggota keluarga kadang tidak mendukung proses toilet training ini. Banyak sebab yang menjadikan alasan orang tua untuk menunda toilet training yang sebenarnya adalah ketidak mahuan orang tua untuk repot mengapa demikian sebab yang bergantung pada diapers bukan hanya anak lo, tapi orang tua karena tidak ingin repot menganti popok si kecil padahal anak sebenarnya si biasa saja walapun tidak memakai diapers.

Baca Juga  Tips ASI Eksklusif Ibu Pekerja

Anak bisa pipis sembarang tempat kapan saja di mana saja saat dia ingin mengompol atau buang air besar tidak peduli keadaannya. Tapi orang tua merasa lebih praktis menggunakan diapers bahkan banyak dijumpai anak usia 4 tahun pun masih menggunakan diapers padahal sebenarnya pemakaian dipers terlalu lama dan bahkan jarang diganti /atau diganti saat sudah penuh menimbulkan banyak penyakit seperti ruam popok dan juga ISK.

Jadi kapan si waktu yang tepat menulai toilet training?

Sebenarnya usia untuk memulai bisa kapan saja saat orang tua mulai paham bahasa tubuh anak ketika ingin BAK atau BAB.

Toilet training bukan lah satu hal yang instan butuh proses paling tidak bisa sampai satu bulan untuk membiasakan anak untuk tidak mengompol dan pup di toilet, dan yang orang tua harus pahami adalah ketika anak sudah lulus toilet training bukan berarti anak tidak mengompol sama sekali, kadang anak mengompol saat dia mencari perhatian orang tuanya atau tidur terlalu pulas sehingga tidak sadar ketika mengompol.

Baca Juga  Menikah Bukan Kawin?

Adapun tips untuk memulai toilet training
Adalah:

1. Memantapkan keinginan orang tua untuk memulai toilet training.

2. Saat anak memasuki usia 1 tahun ajarkan anak untuk BAB di toilet.
Walapun anak memakai diapers dan si anak sudah pup di diapers tetap saja bawa ke toilet untuk menyelesaikan pupnya di toilet. Jika Anda menggunakan kloset jongkok dan anak belum mahir jongkok ibu atau ayah ikut jongkok di toilet. Hal ini akan memudahkan anak untuk terbiasa pup di toilet.

3. Tawarkan anak Anda untuk pipis. Jika anak sudah selesai meminum susu atau minuman lainnya tawarkan anak untuk pipis atau ajak anak untuk pipis, walapun anak belum ingin pipis jika di “tatur” anak tetap akan pipis walaupun dengan intensitas yang sedikit. Saat anak di “tatur” dan pipis, Anda mengajaknya mengobrol atau memberitahu.

Baca Juga  Menkominfo: Perlu Kecepatan Tangani Serangan Ransomware WannaCry

“Ini namanya pipis, kalau mau pipis bilang pipis yaa”

Jika Anda rutin dan telaten malakukan ini maka anak akan lebih cepat paham dan mengerti tentang proses toilet training ini.

4. Sebelum anak tidur, baik tidur siang ataupun malam ajak anak Anda untuk pipis terlebih dahulu.
Hal ini akan menperkecil kemungkinan untuk mengompol saat tidur. Jika anak sudah terbiasa, maka ketika si anak tidur dan merasa ingin pipis dia akan bangun dan pipis di kamar mandi.

Semua butuh proses dan ketekunan orang tuanya meskipun repot di awal orang tua akan lebih merasakan manfaatnya yaitu berkurang pengeluaran untuk membeli diapers bisa di manfaatkan untuk tabungan pendidikan.

 

Penulis: Dewi Sutrisno

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaMulai dari El-dzifa, Sampai Bidan = Kartini Kesehatan
Berita berikutnyaMendidik dengan Hati
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here