BR Indra Udayana: Gus Dur Ngganteng dari Bali

0
159

“BR Indra Udayana atau akrab dipanggil Guruji ialah penerima Anugerah Jamnalal Bajaj Award. Anugerah yang serupa di berikan kepada Nelson Mandela, Desmon Tutu, Prof Johan Galtung dan Mr AR Ariyaratne”.

 
Reviensmedia.com, Bali – Saya sudah bertekad, sebelum acara launching film dokumenter kami dkk di tempat ini, mau tak mau harus ada sosok Guruji. Sapaan akrab dari BR Indra Udayana, pendiri sekaligus Guru, sahabat dan pelindung dari Ashram Gandhi Puri.

Sebuah laboratorium sosial yang menekankan akan perdamaian, pendidikan dan nilai-nilai Veda yang berlokasi di Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung Bali.

Entah metode apa yang diterapkan oleh sosok yang pada awal mudanya sudah mengenyam popularitas ini, karena beliau adalah mantan foto model.

Putra dari Guru Ketut Oka dan AA Ayu Aryani Oka ini sangat memahami bagaimana memperlakukan atau memanusiakan manusia yang berbeda agama, adat, ras bahkan dengan problematika yang menderanya.

“Sering adik, kami kedatangan sahabat-sahabat, saudara dari Jakarta, Australia, India, Amerika dll ke sini dengan berjuta motif dan niat. Kami menekankan di sini adalah sebuah pelayanan suci. Ashram ini adalah sebentuk dari Kharmaboomi”, urai Guruji.

Baca Juga  Bertemu, B.W Purbanegara di Litteltaks, Ubud

Dengan telaten Guruji mengembangkan Asrama khasnya ini. Beliau dengan sabar membangun tempat yang dulunya sebagai TPA, atau tempat pembuangan sampah Klungkung ini menjadi sekarang ini.

Bukan kemewahan, bukan sebuah pencapaian yang ia tuju. Guruji menekankan pada konsistensi nilai dan visualisasi kebaikan di awal dan ujung pangkalnya.

“Adik, seandainya mau dibangun lantai 3, 4, 5 lantai pun bisa. Lihat itu, tiang, lantai dll. Kita susun dari barang bekas, di bawah ada beberapa Pendapa yang disumbang oleh tokoh-tokoh nasional seperti Faisal Basri.

“Pun para mantan Presiden dan tokoh-tokoh kenamaan yang namanya sering menghiasi negeri ini di layar kaca sering datang juga,sebut saja KH Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Prof Dr Amien Rais, Hary Tanusudibyo dan tokoh-tokoh internasional lain”, tukas Guruji.

Ah, apa lagi ini. Masih ada orang yang seperti ini di bumi ini. Kejutan demi kejutan datang lagi ke rombongan kami. Guruji yang semasa kuliah sudah dekat dengan Gus Dur dan ditempa juga oleh Ibu Gedong Oka akan nilai-nilai kesetaraan dalam kemanusiaan ini mungkin sudah mendarah daging dan sekarang ibarat tinggal melepaskan “anak panah”, bulir-bulir hikmat nya saja kepada kami-kami ini.

Baca Juga  Buku Hendra Triana Kode: Pemikiran & Perjuangan seorang Akademisi juga Bisnisman!

Guruji memberikan atau mengkategorikan saudara-saudara baik dalam keimanan atau kemanusiaan yang singgah dan ada di relung hatinya sebagai saudara menjadi empat bagian yakni Shanti Sena, warga Ashram terpilih yang mendapatkan tempat tinggalnya di Ashram sebagai sebuah family serta mendapatkan pendidikan sampai tamat sarjana.

Lalu ada Dharma Duta adalah warga yang terpilih dan tinggal di luar Ashram tapi aktif mengembangkan pendidikan dan penyebaran nilai Gandhi di luar Ashram. Sthri Shakti adalah perempuan yang menjadikan gerakan Gandhi lebih ke arah pendidikan yang utuh sebagai pengembangan rasa dan nurani, serta Satyagraha sahabat Ashram yang men-suport segala aktifitas dan kegiatan komunitas Ashram Gandhi Puri. (Majalah Hindu-red)

Nilai-nilai dan pesan Guruji begitu menghujam ke dalam hati kami. Semisal beberapa lagi amanatnya..”bahwa perubahan itu harus dan alamiah. Jangan takut salah dan kesalahan masa lalu justru harus jadi cambuk dan pembelajaran. Bangun, bangkit jangan berhenti sampai cita-cita mu tercapai.”

Baca Juga  Rianto Purnomo, Sang Pelestari Kebudayaan Tradisonal Nusantara

Atau kutipan dari Gandhi yang berbunyi:
”We have adopted Gandhi belief that without a change of heart on the part of the reformers,no real change can be brought about in others”. Doa adalah kekuatan dan pendidikan adalah senjata”.

Guruji yang wara-wiri ke India dan sekarang sering menyepi jikalau di Indonesia di Klungkung ini selalu sama semangatnya. Hati & lisan bagaimana untuk menebarkan benih perdamaiaan untuk dunia juga lewat gerakan sporadis dan membangun komunitas kecil di setiap tempat, dan sangat senang hati selama dua tahun didampinginya setiap orang yang ingin membangun Ashram yang disebut sebagai Satyadharma Ashram Movement.

Karena ke depan Bali memerlukan komunitas kecil yang aktif membangun solusi untuk masalah sosial lewat pendidikan, ke depan itu akan menjadi mata rantai pembenahan sosial. (Majalah Hindu-red)

Begitulah adanya Guruji, bahkan dalam untaian pesan terakhirnya beliau berpesan sekali lagi.”ni adalah rumahmu, kamu adalah anakku. Di sinilah barang 3 bulan, dan kalian akan mendapatakan sari-sari Gandhi nya. Tetap berkarya. Tekuni sawahmu, petik buah berkatmu kelak. Berproseslah dengan baik”. ( IE)

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaPemilik Kota Hati #Part3
Berita berikutnyaJangan Lewatkan Indonesia Aquaculture Summit 2018
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here