Belajar Bagaimana Mencintai Belajar

    0
    93
    Illustrasi: understood.org

    Salah satu kewajiban utama seorang guru tidak lain dan tidak bukan adalah mengajar dengan baik. Mengajar dengan baik menjadi sebuah kalimat sederhana yang menyimpan begitu banyak makna. Karena mengajar dengan baik butuh pengetahuan dan keyakinan yang benar bahwa setiap anak dapat belajar tanpa kecuali.

    Namun yakin saja tidak lah cukup, seorang guru mestilah mampu membantu siswa untuk menghargai belajar dan mengajak untuk peduli akan kualitas pekerjaan mereka.

    Namun saat ini kebanyakan sekolah masih terjebak dengan seperangkat alat yang bernama “kurikulum”, membuat ruang gerak kreativitas guru seolah terbatasi. Alih-alih ingin membuat pembelajaran menjadi terarah, malah akhirnya membuat pembelajaran menjadi kaku dan tidak hidup.

    Baca Juga  “SDN 24 Selangai: Masih Ada Indonesia disana”

    Hal ini terjadi karena guru sebagai aktor utama di dalam kelas masih menutup diri untuk mau menjadi berbeda. Berbeda dalam artian tidak mengikuti persis kurikulum yang diharuskan, namun mampu menyesuaikan dengan kondisi dan situasi siswa.

    Ini penting karena mengingat tugas guru tidak cukup dengan membuat siswa paham dengan pembelajaran yang disampaikan, namun lebih dalam dari itu, yaitu menimbulkan kesadaran belajar dalam diri siswa. Sehingga kapan pun dan dimanapun, ada atau tidaknya guru, siswa akan tetap belajar.

    Baca Juga  Kilas Balik Kisah Gadis yang Belajar Berdamai dengan Kenyataan

    Masih menjadi tanda tanya tentang apa yang harusnya seorang guru lakukan untuk bisa menumbuhkan kecintaan belajar pada anak. Banyak hal yang bisa guru lakukan dalam hal ini, di antaranya adalah mengajar sesuai dengan ketertarikan siswa.

    Seorang peneliti mengambil sebuah kesimpulan tentang bagaimana hubungan antara mengajar sesuai dengan ketertarikan siswa dan mengembangkan rasa penghargaan diri mereka. Menghargai anak sesuai yaitu dengan menghargai apa yang mereka sukai. Hal tersebut adalah cara yang paling otentik untuk membantu siswa menghargai dirinya sendiri.

    Berdasarkan hal tersebut bukanlah tidak mungkin guru menyampaikan pembelajaran berdasarkan ketertarikan (kesukaan), pun juga demikian dengan memberikan tugas berupa proyek berbasis ketertarikan.

    Baca Juga  Mendidik dengan Hati

    Proyek tersebut dapat berupa penelitian investigasi, observasi, kreativitas dan masih banyak lagi. Poin yang ingin dicapai adalah ketika siswa mengerjakan suatu hal yang membuat mereka senang, maka proses belajarpun akan disadari dengan sendirinya, sehingga dengan perlahan akan mencintai yang namanya proses belajar.

    Sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi seorang guru untuk menjadi kreatif, dengan cara melihat sudut-sudut yang menjadi ketertarikan siswa dan mengkaitkannya dengan proses pembelajaran.

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here