Ngobar #2: Bukan Ma(gi)ster Biasa

0
135

Siska Oberlina Purba adalah sosok wanita tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan pendidikan di pedalaman Kalimantan Barat, dusun Bangkup tempatnya beliau mengajar. Bulan delapan tahun 2017 beliau datang ke dusun tersebut, namun sebelumnya beliau telah mengajar di sebuah dusun di daerah Kabupaten Sintang.

Bagaimana kisah selengkapnya, mari kita uraikan hasil diskusi pada acara Ngopi Bareng jilid 2 yang mengambil tema “Bukan Ma(gi)ster Biasa”, sebagai berikut :

Datang ke Kalimantan Barat

Sebenarnya Kak Siska panggilan akrab beliau pengen mengajar di pedalaman Papua namun tidak ada akses untuk menuju kesana dalam artian Kak Siska tidak ada koneksi untuk dapat mengajar di sana.

Namun karena ada teman di Kalimantan Barat dengan segala gambaran yang dijelaskan oleh rekannya, dusun Tepe di Kabupaten Sintang menjadi tujuan pertama beliau mengajar.

Kenapa akhirnya Kak Siska pilih dusun Bangkup karena “di dusun tepe sangat sulit untuk mengembangkan pendidikan karena orang tua di sana sangat sulit menerima pendidikan dan ada beberapa hal yang memang membuat saya tidak dapat bertahan di dusun tersebut.” Jelas Kak Siska.

Alasan datang ke Bangkup

Kak Siska memang orang yang tergolong sedikit berbicara namun banyak kerja, saat medoretor menanyakan kenapa mau datang ke Kalimantan Barat untuk mengajar, beliau hanya menjawab “Karena kerinduan yang sangat dalam untuk mendidik anak-anak di pedalaman.” Lebih lanjut beliau menjawab karena terpicu oleh Film “Matahari Dari Timur” yang disutradarai oleh Ali Sihasalle.

Baca Juga  Ngobar Jilid 1: Ahmad Yani Guru Difabel Berkisah Tentang Pendidikan di Pedalaman Kalimantan

Berapa besar menerima upah sebagai pengajar

Jadi Kak Siska ini di dusun Bangkup mengajar tetap di SD Bangkup karena inilah satu-satunya SD yang ada di desa tersebut dan selain mengajar di SD beliau juga mengadakan Les untuk anak-anak dusun Bangkup, nah seberapa besar rupiah yang didapat dari beliau mengajar adalah hanya sebesar 350 ribu rupiah perbulan, dan untuk les tiap sore tidak dibayar sama sekali.

Mengenai karir

Heran ketika beliau ditanya soal karir, padahal Kak Siska ini adalah lulusan Magister Biologi pada Universitas di tempat kelahirannya, Medan. Beliau menjawab “Saya tidak memikirkan karir dan saya masih mau mengajar di pedalaman terutama di dusun Bangkup ini dan jika ada seseorang dengan hati tulus membantu pendidikan anak-anak di pedalaman saya akan selalu di sampingnya”, tegas beliau.

ngobar 1

Mengenai orang tua

Wajar jika orang tua berharap lebih terhadap anaknya yang telah susah payah mereka beri pendidikan untuk dapat hidup layak sebagaimana mestinya. Penuturan Kak Siska “Saya mencoba berdiskusi kepada orang tua saya bahwa inilah pilihan yg terbaik untuk anaknya.

Namun ada harapan dari orang tua saya untuk dapat mengajar minimal pada tingkat SMA” ujar Kak Siska “dan tahun 2018 harapan orang tua saya terpenuhi bahwa saya akan menagajar di SMA Tayan untuk beberapa hari dan selebihnya saya tetap mengajar di dusun Bangkup”, lanjutnya.
Kesulitan yang dihadapi saat mengajar anak-anak dusun Bangkup

Baca Juga  Literasi Al Quran untuk Pelosok Kalimantan

Pertama, layaknya anak-anak pada umumnya, kebiasaan anak-anak yang suka main dan sulit untuk diajak belajar.

Kedua, guru-guru belum memahami pendidikan yang baik unk anak-anaknya dan tidak benar-benar serius untuk membangun pendidikan di dusun mereka. Para guru belum memiliki hati untuk mengajar apalagi mencoba mencerdaskan anak-anak di dusun tersebut.
Strategi khusus apa yang dilakukan saat mengajar

Pasti sangat sulit untuk mengajar anak-anak di pedalaman dengan berbagai karekter dan sifat anak satu dan yang lain sangat berbeda apalagi masyarakat yang berbeda adat istiadatnya lalu bagaimana strategi yang diambil oleh Kak Siska, berikut uraiannya:

  1. Pendekatan kepada anak-anak, berusaha mencintai mereka, memahami, tidak bosan mengajari walaupun itu berulang-ulang.
  2. Strategi memberikan hadiah berupa kertas mewarnai untuk mereka yang mendapat nilai bagus, tak perlu memberikan sesuatu yang berlebih namun sesuatu yang dapat memberikan penghargaan terhadap usaha mereka itu sudah sangat baik.
  3. Untuk orang tua yang tidak menerima anaknya sekolah karena biaya pendidikan mahal, saya memilih untuk memberikan pendekatan dan pengertian bahwa pendidikan itu sangat penting untuk anak-anak dan pendidikan itu tidak selalu mahal.
Baca Juga  Buku Hendra Triana Kode: Pemikiran & Perjuangan seorang Akademisi juga Bisnisman!

ngobar 2

Hasil yang telah dicapai dalam mendidik anak-anak dusun Bangkup

Beliau mengungkapkan “menurut saya dalam mendidik seorang anak kita tidak bisa langsung terliat seperti dokter mendiagnosa pasiennya lalu memberikannya Obat, pendidikan adalah proses yang sangat panjang. Namun ada beberapa anak yang memang rindu dengan belajar dan saya terus memotivasi bahwa belajar itu penting kepada anak-anak dusun Bangkup.” Jelas beliau.

Harapan pendidikan Kalimantan Barat

“Yang pasti harapan saya terhadap anak-anak di Dusun Bangkup dan anak-anak pedalaman Kalimantan bahwa anak-anak pedalaman harus bisa merasakan pendidikan layaknya pendidikan di kota, dan saya lihat juga mereka tidak mempunyai kesempatan yang sama begitu juga dengan guru-gurunya yang kalah sebelum berperang melihat kondisi di pedalaman dan harapan saya juga anak-anak semakin cinta belajar untuk masa depan mereka.” Tegas beliau.

 

Sampai kapan mengajar di pedalaman

“Untuk berapa lama ngajar di Bangkup saya belum tahu sampai kapan, namun kalau tahun ini saya masih pengen tetep mengajar anak-anak di dusun Bangkup”. Tegas beliau.

Pesan untuk anak-anak muda zaman now

“Berdoalah untuk menemukan jalan, berusahalah dan berjuanglah maka kamu akan menemukan jalannya”.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here