Kesenian Kepang Pur yang Masih Melegenda

0
71
Tarian Kepang Pur (Reviensmedia.com/ Tri Kurniasih)

Reviensmedia.com, Kebumen – Tidak habis-habisnya saya mengajak kepada masyarakat pada umumnya, dan para pembaca pada khususnya untuk senantiasa nguri-uri budaya bangsa.

Salah satu diantara budaya bangsa tersebut yakni kesenian daerah. Setiap daerah pasti memiliki ikon kesenian daerah sebagai ciri khas dan kebanggaan daerah tersebut.

Bahkan ada beberapa kesenian daerah yang hampir sama dengan daerah lainnya, namun tentunya pasti ada perbedaannya.

Berbagai kesenian daerah di Indonesia membuktikan betapa kayanya negeri ini akan seni maupun budaya. Kesenian daerah yang akan kita bahas sekarang ini ialah kesenian Tarian Kepang Pur. (masih) di Kebumen, kali ini kita akan mengulas tentang kesenian khas Kebumen yaitu seni kepang pur tersebut.

Begitu banyak kesenian, tradisi dan budaya di Kebumen yang layak diperkenalkan kepada publik, karena Kebumen memiliki seni dan budaya unik yang tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya.

Baca Juga  Lomba-lomba unik, yang bikin kamu kekinian saat perayaan kemerdekaan republik indonesia

Kepang Pur adalah tarian kesenian khas Kebumen yang peragaannya seperti seni kuda lumping. Perbedaannya terletak pada ornamen musik serta gerakan tariannya.

Ornamen musik Kepang Pur terdiri dari kendang, gong dan terompet. Sedang dalam kuda lumping tidak menggunakn terompet melainkan alat musik anglung.

Gerakan tarian pada Kepang Pur cenderung lebih santai, dan lamban dibanding gerakan pada kuda lumping.

Jumlah penari tidak ditentukan pada jumlah tertentu. Namun biasanya satu grup Kepang Pur lebih dari 6 orang, terdiri dari pria dan wanita.

Kesenian Kepang Pur biasanya digelar dalam sebuah hajatan. Misalkan hajatan pernikahan, khitanan, kelahiran bayi, serta hajatan syukuran lainnya.

Persamaan Kepang Pur dan Kuda Lumping terletak pada tata cara peragaannya yang melibatkan sesajen sebagai pelengkap utama pergelaran Kepang Pur.

Baca Juga  Dua Sisi, dalam Antologi Cerpen

Pihak penyelenggara menyediakan berbagai sesajen untuk para penari yang kesurupan atau kerasukan jin.

Karena setelah melakukan tarian secara bersama-sama, akan ada beberapa penari yang kerasukan jin. Maka mereka akan bertingkah aneh dan meminta makanan sesajen sambil menari-nari. Makanan sesajen tersebut diantaranya adalah kembang, daun dadap, ayam ingkung, pisang ambon, serta makanan lainnya.

Adapula yang meminta dibakarkan kemenyan, juga meminta menari menggunakan barongan.

Bahkan biasanya banyak juga penonton yang ikut kerasukan jin. Pada moment itulah pertunjukan semakin Meriah juga sedikit menyeramkan.

Semua tingkah para penari yang kesurupan sangat tidak lazim dan tentu tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Karena pada dasarnya itu adalah perilaku jin atau setan yang merasuki tubuh mereka.

Baca Juga  “Meronan” Sebuah Tradisi Masyarakat Desa Sukolilo yang Harus dilestarikan

Setelah puas menari, biasanya jin tersebut akan keluar dari badan penari. saat itulah tubuh sang penari mulai melemas.

Begitulah rentetan acara Serta beberapa rincian tentang kesenian Kepang Pur. Tentu didaerah lainpun ada kesenian semacam kepang pur maupun kuda lumping. Hanya namanya saja yang berbeda.

KEPANG PUR

Mohon jangan dibully kesenian ini ya gaes…

Ini kesenian lho yaaa…., tidak bermaksud melakukan hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat maupun mengganggu kepercayaan masyarakat tertentu.

Tujuannya hanya untuk nguri-uri budaya bangsa. Sekali lagi hanya untuk nguri-uri budaya bangsa agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada anak cucu kita, juga sebagai salah satu warisan budaya bangsa.

Yukkk gaes…. Always positif thinking yaaaa….

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here