Sebagai Anak Millenial, Kamu Harus Tau 5 Kesenian Asli Indonesia Ini

0
116
Kesenian ini berupa figur boneka besar yang tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. (Dok. Reviens Media)

1. Kesenian Dolalak

Angguk Wanita (liputan6.com)
Angguk Wanita (liputan6.com)

Apa sih angguk/dolalak itu? Angguk/dolalak merupakan kesenian tari daerah yang diiringi musik kendang dan yang lainnya serta lantunan lagu-lagu Jawa. Tarian tersebut dipertunjukkan oleh para gadis-gadis dengan mengenakan busana khas angguk/dolalak. Mereka beranggotakan 10-12 penari, dan mereka menari dengan anggun serta gemulai diiringi irama kendang yang khas. (Artikel Selengkapnya)

2. Peresean

Sumber foto: zonasultra.com
Sumber foto: zonasultra.com

Peresean sendiri merupakan upacara tarian kuno yang berupa pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (prenjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.
Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak guna menunjukkan kembali legenda ratu Mandalika yang bunuh diri karena melihat tunangannya berkelahi hingga mati untuk memperebutkannya. (Artikel Selengkapnya)

Baca Juga  Pameran Tunggal & Malam Amal Ni Wayan Supadmi

3. Debus Banten

debus
Siapa yang belum pernah mendengar debus? Istilah ini dipopulerkan pertama kali pada masa kejayaan kesultanan Banten yang dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Maulana Hasanudin antara tahun 1532 hingga penghujung tahun 1570. Seperti kita ketahui bersama, Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui Banten sebagai pintu masuk utama, jauh sebelum kapal-kapal VOC bersandar di pelabuhan Sunda Kelapa. Islam diperkenalkan lewat proses perdagangan antara penduduk pribumi dengan para pengusaha dari Jazirah Arab dan Gujarat India. Maka tak aneh apabila kebudayaan kita sekarang sedikit dipengaruhi budaya-budaya dari Timur Tengah, seperti kesenian Debus Banten ini. (Artikel Selengkapnya)

Baca Juga  Ikan Fermentasi dari Dayak dan Banjar

4. Kesenian Ondel-ondel

ondel ondel
Ondel-ondel adalah salah satu kesenian masyarakat Betawi. Kesenian ini berupa figur boneka besar yang tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih. Boneka raksasa ini sudah ada sejak atau bahkan jauh sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) masuk ke Nusantara. (Artikel Selengkapnya)

Baca Juga  Iring-iringan Khataman di Desa Blengor, Kebumen

5. Kuda Lumping

kuda lumping
Kuda Lumping merupakan tarian tradisonal Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit yang menaiki kuda. Kuda dalam tarian ini menggunakan kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuat menyerupai kuda. Kuda kepang dihias menggunakan cat beraneka warna.

Tari kuda lumping ini menampilkan beberapa prajurit yang sedang menaiki kuda kepang. Aksi pemain kesurupan juga menjadi bumbu mistis dalam pertunjukan ini. (Artikel Selengkapnya)

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaKesenian Kepang Pur yang Masih Melegenda
Berita berikutnya7 Landmark Kota Pontianak Yang Mesti Diketahui
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here