Kenapa Kita Harus Melakukan Budaya Antre

0
72
Illustrasi budaya antre (Tempo.co)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antre adalah berderet-deret ke belakang menunggu untuk mendapatkan giliran. Budaya antre ini tidak hanya untuk masyarakat Indonesia saja, namun juga untuk masyarakat di luar Indonesia.

Di Indonesia sendiri, budaya antre sangat sulit diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Entah apa yang mengakibatkan hal itu, pola pikir atau tidak adanya didikan orang tua untuk belajar mengantre sejak dini?

Nah, kalian sendiri bagaimana guys? Suka nyerobot antrean atau antre dengan tertib?

Sebagai anak muda zaman now Indonesia kita juga harus tetap menjaga nilai-nilai budaya yang arif, baik milik Indonesia maupun global, seperti budaya ngantre ini. Apalagi kita sebagai orang timur yang dikenal memiliki budaya lokal yang sangat arif, masak kalah ama orang luar negeri sih guys? Kalau kita sendiri tidak punya budaya antre yang baik, bagaimana dengan anak-anak kita kelak?

Baca Juga  Salah Satu Cara Mengenang Jasa Para Pahlawan

Ada sebuah survey di Australia tahun 2013, ternyata hasilnya sangat mengejutkan loh. Mereka para orang tua lebih khawatir anaknya tidak mengenal budaya antre dibandingkan jika anaknya mendapatkan nilai buruk dalam matematika. Gimna menurut kalian guys?

Kalian merasa hal itu sangat aneh, lucu atau norak? Tentu para orang tua tersebut memiliki alasan khusus menyikapi hal ini. Dalam sebuah teori mengenai peradaban. Kapan sebuah peradaban masyarakat disebut sebagai tinggi dan kapan dianggap rendah. Inti dasarnya terdapat beberapa tolok ukur untuk menilai peradaban sekelompok manusia. Tolok ukur tersebut mulai dari teknologi, budaya, dan sistem sosial. Nah, dalam sistem sosialnya tolok ukur yang dipakai adalah keteraturan masyarakatnya.

Baca Juga  Masjid Santren Dalam Pusaran Perjuangan Bangsa

Dalam sebuah masyarakat akan tergolong berperadaban tinggi, jika masyarakat dalam mematuhi aturan dan sistem dalam lingkungan. Tidak hanya aturan hukum tertulis, juga norma-norma dan etika yang berlaku dalam sekelompok masyarakat. Menurut KBBI, peradaban selain kemajuan (kecerdasan dan budaya), juga hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa.

Aturan, hukum, dan norma yang berlaku dalam masyarakat merupakan sebuah system agar anggota masyarakatnya tahu batasan-batasan mana yang beradab mana yang tidak. Kaitannya dengan survey tersebut, menunjukkan bahwa orang tua di Australia lebih memilih anak-anaknya tetap menjaga adab sopan santun, atau sebuah aturan yang positif dibandingkan hanya sekedar nilai yang bagus di sekolah.

Baca Juga  Rumah Betang Dusun Nek Bindang, Kabupaten Sanggau

Kita bisa bayangkan sendiri jika survey itu ada di Indonesia. Harusnya kita malu sebagai bangsa yang besar dan memiliki banyak aturan tak tertulis dan nilai-nilai budaya yang arif guna menjaga penduduknya itu sendiri.

Budaya antre ini memang kelihatannya simple dan mudah kan guys? Tapi kalian bisa lihat gimana budaya antre di negeri kita tercinta ini? Pada dasarnya memang harus dimulai dari diri kita sendiri dan untuk ibu-ibu muda, juga dapat mengajarkan budaya nan arif ini sejak dini.

Kita bisa belajar dari survey pada orangtua di Australia tersebut guna membentuk generasi keturunan kita yang beradab dan menjaga tatanan kearifan bangsa kita.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here