Category: EKSPRESI

Sebutir Pasir Itu Aku

Biarkan yang terbaik menjadi yang terindah Apa dayaku tuk menyulap sebutir pasir menjadikannya intan

Sebait Doa Untuk Bunga

Terpikir olehku mungkin bunga itu kehausan atas alam yang gersang Tapi kutanya kemudian jawabnya aku setiap hari minum dari dasar...

Aku dan Tukang Tambal Ban Bijak

Satu jam kemudian mobilku hidup karena bantuan montir yang aku telfon. Ku habiskan kopi yang sedari tadi aku minum di warung tepat...

Maaf Diam-Diam Akupun Membunuh Rasa Ini

Entah awalnya dari mana rasa ini ada Entah kapan rasa ini mulai berubah

Harimau Bukit Menoreh

Ku sapa pagi yang penuh warna kala sang surya bersinar indah di atas bukit menoreh. Burung-burung pun berkicau riang menyambutku sembari...

Cerpen: Pelita Zaman

Zaman Arvada. Inilah nama yang diberikan oleh Bapakku, Ki Kasmudi 46 tahun yang lalu. Aku terlahir disekitar Perbukitan Menoreh yang...

Angan Kelana

Bahkan ketika kau berkumpul jangan berbicara soal agama karena keragamanan itu sudah dari dulu ada yang mengadakan pula Tuhan. Bukankah...

Senyap di Ibu Kota

Karya: Nuela Maahury  Sembunyilah dikesunyian Jika memang melegakan Beradulah di keramaian

Cintaku Bertasbih di Sumenep

Karya : Muhammad Lutfi Di halaman masjid agung yang indah, lantunan tasbih masih menggema di suarakan dzikir para jamaah yang sedang...

Tentang Aku dan Dia

Rintik hujan membasahi dedaunan nan hijau yang ada di halaman rumah nenekku. Suara katak bersaut seakan menikmati rintikan hujan yang...

Jalan Tuhan

Ku berjalan menelurusi lorong penuh riuh para pekerja Suara musik syahdu perlahan mulai menampakkan wujudnya

Kereta Malam

Suara langkah-langkah kaki tergesa membawa tubuh-tubuh menyalip lamban langkahku. Mereka berlomba mengejar gemuruh suara kereta yang...

Dawet Ireng Sri

Panen di masa kini, petani tak lagi memakai ani-ani, karena memerlukan waktu yang melahap perjalanan hari. Dulu, tangan-tangan perempuan...

Untukmu Pendusta

Selalu saja ia mengejawantahkan iya Namun apa, semua berlumur dusta Iya, sekarang..

Pelangi Tak Berkilau

Sungguh penaku terasa kaku Kini tak lagi mampu bersajak seperti dulu Dulu aku mampu mengukir namanya dalam sajak pelangiui