Category: EKSPRESI

Angan Kelana

Bahkan ketika kau berkumpul jangan berbicara soal agama karena keragamanan itu sudah dari dulu ada yang mengadakan pula Tuhan. Bukankah...

Senyap di Ibu Kota

Karya: Nuela Maahury  Sembunyilah dikesunyian Jika memang melegakan Beradulah di keramaian

Cintaku Bertasbih di Sumenep

Karya : Muhammad Lutfi Di halaman masjid agung yang indah, lantunan tasbih masih menggema di suarakan dzikir para jamaah yang sedang...

Tentang Aku dan Dia

Rintik hujan membasahi dedaunan nan hijau yang ada di halaman rumah nenekku. Suara katak bersaut seakan menikmati rintikan hujan yang...

Jalan Tuhan

Ku berjalan menelurusi lorong penuh riuh para pekerja Suara musik syahdu perlahan mulai menampakkan wujudnya

Kereta Malam

Suara langkah-langkah kaki tergesa membawa tubuh-tubuh menyalip lamban langkahku. Mereka berlomba mengejar gemuruh suara kereta yang...

Dawet Ireng Sri

Panen di masa kini, petani tak lagi memakai ani-ani, karena memerlukan waktu yang melahap perjalanan hari. Dulu, tangan-tangan perempuan...

Untukmu Pendusta

Selalu saja ia mengejawantahkan iya Namun apa, semua berlumur dusta Iya, sekarang..

Pelangi Tak Berkilau

Sungguh penaku terasa kaku Kini tak lagi mampu bersajak seperti dulu Dulu aku mampu mengukir namanya dalam sajak pelangiui

Dalam Logika

Aku mulai belajar mengeja bait-bait kehidupan Mencari makna dalam sebuah cekung-cekung mata

Penghakiman Atasku

Sebentar lagi akan ada cerita banyak pada manusia-manusia Tentang penghakiman yang kalian banggakan Tentang kebenaran yang kalian...

Pecundang Makna

Ketika rumus jalanan mulai pudar oleh serpihan-serpihan acrok Maka elegi waktu pun kian menepis ribuan jarak

Entahlah

Sajak malam ini tumpul tak terasah Gelap mencuatkan logika-logika gelisah Beberapa kata pun berterjemahkan resah

Senja di Bukit Mereka

Aku berjalan di atas tanah ini Dalam langkahku sendiri Tak pernah mengusik langkahnya

Engkau Itu Semu

Engkaulah sang pengatur tempo dalam nada-nada ini Dan aku hanyalah pendengar yang tak menau