2 Kalimat Warning Bagi Anda yang Akan Mencari Jodoh di Purworejo.

2 Kalimat Warning Bagi Anda yang Akan Mencari Jodoh di Purworejo.

Illustrasi gambar via theascent.pub

 

Memikirkan jodoh itu asik-asik sulit, kok asik-asik sulit gimana sih maksudnya? Yaa ada senangnya ada susahnya juga, maksudnya seperti itu. Hal-hal ini cukup lumayan mengganggu pikiran bagi remaja yang sudah berumur, atau kalo dilihat dari tahun kelahirannya pada generasi 90 an.

Rata-rata remaja yang lahir di era tahun 90 an sudah memasuki masa pantas untuk berkeluarga. Nah masalahnya yang terjadi bukan dari berkeluarganya tetapi mempunyai bakal calon istri atau suami belum. Di perparah lagi dengan berbagai pertanyaan, dari orang-orang terdekat, misal oleh teman karib, saudara jauh, tetangga dan yang lainnya membuat banyak remaja semakin terpuruk.

Plus nya lagi dengan masalah sosial, pekerjaan dan ekonomi yang semakin tahun, semakin sulit. Rata-rata dari mereka mengungkapkan bahwa fenomena-fenomena yang terjadi justru menambah jatuh mental mereka. Kebanyakan mereka takut untuk berkeluarga di sebabkan faktor ekonomi yang belum mapan dan pasangan yang belum ada. Nah loh! Ha ha ha
Hal itulah yang menjadi sesuatu di mana anak yang lahir era tahun 90 an merasa lebih galau. 

Di Purworejo sendiri akhir-akhir ini muncul 2 kalimat yang menurut saya adalah peringatan, bahwa untuk mencari jodoh di kota ini cukup ngeri, dan tidak gampang. Nah kalian pasti penasaran bukan, kalimat yang model bagaimana kok membuat ngeri itu? 

 

1. Purworejo Keras Lur, Telat Ngomong Tresno Sego Punjungan Teko

Kalimat di atas itu adalah salah satunya. Kata-kata diatas menggunakan bahasa jawa. Yuk coba kita kupas bagaimana arti sebenarnya maksud dari kalimat di atas, Purworejo keras lur, telat ngomong tresno, sego punjungan teko.

(Purworejo adalah nama kota, keras itu menceritakan kondisi tentang perihal mencari pasangan. Telat artinya terlambat, sedang ngomong tresno bermaksud bilang sayang. Tresno itu berarti rasa, bisa diartikan cinta atau sayang kepada seseorang. Sego punjungan teko memiliki arti sego punjungan itu nasi yang di buat khusus untuk mengundang seseorang dalam acara pernikahan) nah apa bila di gabung kalimatnya akan menjadi seperti ini.

Purworejo itu berbahaya kawan, terlambat bilang sayang atau cinta pada seseorang, hari berikutnya orang itu sudah jadi milik orang lain. Kata-kata di atas menunjukkam bahwa tingkat persaingan pencarian jodoh di kota Purworejo cukup ketat.

Jangankan untuk hubungan jarak jauh, telat bilang sayang kekasih bakal hilang. Nah faktanya, ternyata itu bukan hanya sekedar kalimat aja, tetapi memang benar-benar sering terjadi. Biasanya kalimat-kalimat seperti itu ada karena tercipta oleh orang yang pernah mengalaminya. Waaaah ternyata Purworejo ngeri beneran yaaa. Kita berdoa saja, semoga hal itu tidak terjadi dengan kita.

 

2. Purworejo Ngeri Bos, Itungan Weton Ora Pas Jodohmu Kandas

Nah ini lebih exstrim lagi, jika dibanding kalimat yang pertama di atas. Kalau yang di atas itu orang yang kita sayang hilang karena kedahuluan orang, sedangkan yang ini di gagalkan karena tatanan adat istiadat dan orang tua kita sendiri.

Kalau aku pribadi lebih menyakitkan yang ini, penasaran ya, nih aku jelasin. Purworejo adalah kota yang secara administrasi masuk dalam wilayah Jawa Tengah. Di Jawa Tengah tentang adat istiadat masihlah sangatlah kental, apalagi mengenai jodoh atau pernikahan.

Pernikahan dalam masyarakat Purworejo harus diperhitungkan secara matang, mulai dari nasabnya sampai itungan wetonya. Jadi setiap anak di jawa, khususnya Purworejo mempunyai angka wetonnya. Angka weton ini berbeda-beda sesuai dengan hari lahirnya, misalnya hari minggu kliwon mempunyai angka weton 13.

Angak 13 ini di dapat dari hari lahir ditambah hari pasaran. minggu mempunyai angka 8 dan pasaran kliwon mempunyai angka 5. Nah angka ini nanti di jadikan patokan untuk mencari angka yang cocok untuk jodoh. Dalam kalimat di atas disebutkan, Purworejo ngeri bos, itungan weton ora pas jodohmu kandas.

Itu mempunyai arti bahwa di Purworejo untuk menikah atau tentang jodoh itu tidak mudah, karena biasanya orang tua calon mertua akan menghitung dulu wetonmu dan weton anaknya apabila nanti jumplahnya seperti yang di inginkan berarti kamu adalah orang yang beruntung. Tapi apabila sebaliknya ya itu tadi itungan weton tidak pas jodohmu kandas. 

Tapi jangan takut yaa, Tuhan menciptakan manusia untuk berpasang-pasangan. Jodoh itu seperti rezeqi, kadang tidak diminta datang sendiri, Ketika diminta malah pergi.