3 Budaya Unik Yang Ada Di Desa Sade

3 Budaya Unik Yang Ada Di Desa Sade

REVIENSMEDIA.COM, LOMBOK – Desa Sade adalah salah satu desa tradisional di daerah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang masih menjaga kelestarian serta mempertahankan adat suku Sasak. Dusun Sade atau wisatawan banyak mengatakan desa Sade ini memiliki luas wilayah sekitar 3 Hektar dan dihuni sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) ini memiliki keunikan, adapun keunikan tersebut adalah sebagai berikut :

ISLAM WEKTU TELU

Pastinya temen-temen sudah pada tau apa yang dianut oleh masyarakat desa Sade atau masyarakat Sasak pada umumnya dari berbagai narasumber atau minimal dari guide saat mengunjungi Desa ini. Yap, Islam Wektu Telu dalam bahasa Sasak diartikan sebagai waktu tiga atau tiga waktu, sama juga artinya dengan bahasa Jawa.

Menurut guide saat saya berkunjung di desa ini, wektu telu bukan diartikan sebagai Sholat hanya pada tiga waktu seperti yang diyakini temen-temen saat ini. Wektu Telu yang sebenarnya adalah mewakilkan segala urusan ibadah baik sholat atau puasa atau ibadah lain kepada satu orang yang diangkat sebagai pemuka agama, kiai atau pemangku adat karena pada saat itu masyarakat Sasak tidak berani melakukan praktik keagamaan karena berbagai sebab.

 

Namun, kepercayaan Islam Wektu Telu sudah mulai berkembang karena kemungkinan dari banyak faktur akulturasi budaya, perkembangan sosial yang mengisyarakat Islam masuk secara sempurna pada masyarakat Sasak.

KAWIN CULIK

Salah satu yang unik dari desa Sade ini adalah gaya perkawinannya. Jika pada umumnya kawin lari itu dianggap tidak baik maka lain halnya dengan adat dari masyarakat Sasak, kawin lari atau kawin culik sangat dianjurkan dan hal tersebut adalah hal yang biasa dikalangan masyarakat Sasak.

 

Penculikan calon istri oleh calon suami ini dilakukan berdasarkan aturan main yang yang telah disepakati bersama tentunya berdasarkan aturan adat yang berlaku. Menurut beberapa sumber, penculikan anak gadis orang atau calon istri tidak boleh diketahui oleh orang tuanya.

 

Jika sampai diketahui maka proses penculikan tersebut dianggap gagal atau orang tuanya tahu tentang gelagat pemuda yang akan mengincar anak gadisnya maka pemuda tersebut gagal untuk mendapatkan cintanya. Asyiknya saat terjadi penculikan seluruh kampung bisa dibuat gaduh.

KOTORAN KERBAU

Siapa yang nggak jijik dengan kotoran kerbau atau bahasa gaulnya disebut taik kebo. Tapi bau taik kebo ini tidak setajam baik taik manusia karena kebo makan cuma rumput dan daun-daunan hijau, tidak seperti manusia yang apa aja dimakan nasi dimakan, daging dimakan, rumput dimakan bahkan aspal dan jembatanpun dimakan. Renungkan.

Keunikan ke tiga dari masyarakat Sasak desa Sade adalah kotoran kerbau, masyarakat desa percaya kalau kotoran kerbau bisa menghilangkan bakteri pada lantai rumah dan untuk mengendapkan debu dan menghindari binatang seperti nyamuk. Maka lantai rumah penduduk desa dibersihkan dengan kotoran kerbau tiap paginya. Pada saat itu saya dipersilahkan masuk dan bercakap-cakap dengan salah satu empunya rumah.

 

Rumah yang telah dibersihkan dengan kotoran kerbau tidak berbau sama sekali malah seakan dingin, sejuk dan nyaman di dalamnya, apalagi lantai yang terbuat dari tanah liat ini terasa begitu keras dan solid sehingga mirip-mirip lantai yang terbuat dari ubin atau keramik.

 

Sebenarnya ada macam hal unik di masyarakat Sasak desa Sade, nggak cuma 3 hal yang telah disebutkan di atas. Misalkan menyoal tentang bangunan rumahnya, kain tenunnya, sejarah masyarakat adatnya dan masih banyak lagi biar kalian penasaran aja mending berkunjung deh ke Lombok Tengah, selain desa Sade juga ada desa Ende yang tak kalah uniknya. Sebagai warga negara Indonesia kita wajib memahami atau setidaknya tahu tentang keberagaman budaya Indonesia.