5 Kerajaan di Kalimantan Barat Yang Mesti Kamu Ketahui

5 Kerajaan di Kalimantan Barat Yang Mesti Kamu Ketahui

Merupakan sebuah Keraton kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Rasulullah dari Imam Ali ar-Ridha[1] di daerah muara Sungai Kapuas yang termasuk kawasan yang diserahkan Sultan Banten kepada VOC Belanda (Foto: Pegipegi.com)

 

Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki sejarah panjang, dan salah satu wilayah provinsi yang cukup luas di Indonesia yaitu sekitar 146.807 km² atau hampir mencapai 150 ribu kilometer luas nya. Kalimantan Barat juga salah satu provinsi yang bersebelahan dengan negara Malaysia selain Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

 

Bericara soal sejarah kalimantan barat memiliki bangunan-bangunan sejarah yang masih awet dipelihara dan sebagai saksi bisu keberadaan pemerintah kerajaan jaman dahulu. Berikut beberapa bangunan kerajaan yang bisa didokumentasikan oleh tim Reviensmedia, sebagai berikut :

 

1. Kasultanan Pontianak (Istana Qodriyah) – Kesultanan Kadriyah Pontianak adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Rasulullah dari Imam Ali ar-Ridha.

Keraton Pontianak (panduanwisata.id)

Keraton Pontianak (panduanwisata.id)

 

2. Keraton Matan (Kabupaten Ketapang) – Kerajaan Matan yang sekarang berada di Ketapang, Kalimantan Barat, merupakan bagian dari jajaran kerajaan Melayu yang terdapat di Pulau Kalimantan. Sejarah dan asal-usul Kerajaan Matan sendiri cukup rumit karena kerajaan ini merupakan kelanjutan riwayat dari Kerajaan Tanjungpura yang kemudian melahirkan dua kerajaan turunan, yaitu Kerajaan Sukadana dan Kerajaan Matan.

Keraton Matan (patembayancitraleka.wordpress.com)

Keraton Matan (patembayancitraleka.wordpress.com)

 

3. Keraton Paku Negara / Keraton Tayan (Kab. Sanggau) – adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pendiri kerajaan Tayan adalah putra Brawijaya dari Kerajaan Majapahit yang bernama Gusti Likar/Lekar. Bersama dengan saudara-saudaranya, Gusti Likar meninggalkan kerajaan Tanjungpura yang sering terlibat peperangan. Pemerintahan kerajaan Tayan kemudian dipegang oleh Gusti Ramal bergelar Pangeran Marta Jaya Yuda Kesuma, putra Pangeran Mancar pendiri kerajaan Meliau yang adalah kemenakan Gusti Likar.

15789015968_4b0ce67471

 

4. Keraton Mempawah / Amantubillah – adalah sebuah kerajaan Islam yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia. Nama Mempawah diambil dari istilah “Mempauh”, yaitu nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian juga dikenal dengan nama Sungai Mempawah. Pada perkembangannya, Mempawah menjadi lekat sebagai nama salah satu kerajaan/kesultanan yang berkembang di Kalimantan Barat. Riwayat pemerintahan adat Mempawah sendiri terbagi atas dua periode, yakni pemerintahan kerajaan Suku Dayak yang berdasarkan ajaran Hindu dan masa pengaruh Islam.

Keraton Mempawah (Wisata Pontianak)

Keraton Mempawah (Wisata Pontianak)

 

5. Kerajaan Sambas – adalah kesultanan yang terletak di wilayah pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat atau wilayah barat laut Pulau Kalimantan dengan pusat pemerintahannya adalah di Kota Sambas sekarang. Kesultanan Sambas adalah penerus pemerintahan dari kerajaan-kerajaan Sambas sebelumnya. Kerajaan yang bernama “Sambas” di wilayah ini paling tidak telah berdiri dan berkembang sebelum abad ke-14 M sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. 

Istana Sambas

Istana Keraton Sambas (Ahmad Mustaqim)

 

Namun sebenarnya kerajaan di Kalimantan Barat lebih dari 5 kerajaan menurut beberapa sumber kerajaan tersebut berjumlah 13 kerajaan.