7 Hal yang Mulai Jarang Dilakukan Anak Millenial

7 Hal yang Mulai Jarang Dilakukan Anak Millenial

Foto via generasimudaid.com

 

Ini hanya perasaan saya saja atau memang pada kenyataannya anak milenial itu sangat luar biasa dalam bersikap dan mengambil tindakan. Apa-apa saja yang dilakukan mereka itu mengundang pro dan kontra.

Bagaimana anak milenial berjalan, bergaya, berfashion atau mengatur pola hidup yang berbalik pada generasi sebelumnya. 

Tidak diragukan lagi tentang seberapa tinggi mereka konsumtif dalam penggunaan gawai, wah itu sangat tinggi angka pencapaiannya, Gengs. Namun, ada beberapa hal yang mulai jarang dilakukan anak milenial di jaman sekarang.

Hemm, jawab sendiri jika kamu juga termasuk dalam 7 hal ini, Gengs! 
 

1. Melakukan Pekerjaan Rumah
Seharusnya ya Gengs untuk kegiatan yang satu ini tidak lekang oleh waktu. Jiah, udah kayak lagunya Kerispatih aja ya? tapi emang begitu kenyataannya.

Anak milenial itu udah mulai anti deh yang namanya melakukan pekerjaan rumah. Ya, salah satu faktornya mereka sangat konsumtif sama yang namanya gawai alias dunia digital. Bahkan jaman sekarang ini yang namanya rapat bisa dikerjakan di rumah lewat hanphone. Duh, kalau rapat saja di rumah, kapan melakukan pekerjaan rumah, Gengs? Iya’kan?


2. Menabung
Jika dulu pepatah hemat pangkal kaya sangat menjadi motivasi terselubung orang tua kepada anaknya agar gemar menabung. Namun, untuk anak milenial tidak berguna, Gengs. Menabung jika sisa. Iyaps, sisa setelah traveling, sisa setelah nyalon, beli kuota ataupun nonton. Apalagi beberapa tahun belakang ini yang namanya ngetrip menjadi familiar dan sangat luar biasa peminatnya. Dari gunung satu ke gunung yang lain. Dan, kalian tahu’kan semua itu menggunakan biaya. Bagaimana bisa menabung buat biaya nikah, Gengs? Ha ha ha


3. Berbahasa Sopan
Sepele namun penting ketika kamu berbahasa kepada orang lain, Gengs. Terlebih lawan bicara kamu itu orang tua. Ya, tidak harus orang tua sendiri, orang tua siapapun yang namanya kamu usianya lebih muda harus menghormati. Terlebih sama orang tua sendiri.

Nah, kebiasaan ini lho yang mulai jarang dilakukan anak milenial. Jangankan berbahasa sopan pake unggah-ungguh penataan bahasa yang baik dan bener. Tidak membentak saja sudah syukur. Duhh, surga kalian di mana sih ya? di bawah pohon jambu!


4. Kerja Kelompok di Rumah Teman
Saking praktis dan apa-apa bisa dikerjakan lewat online. Kegiatan yang seharusnya perlu diskusi secara nyata saja kadang dihiraukan dengan alasan jauh, ribet, atau alasan-alasan klasik yang diciptakan anak milenial, Gengs. Kegiatan apa itu? yaps, namanya kerja kelompok di rumah teman. Padahal lewat online saya rasa kurang tuntas pembahasannya. Apalagi dalam grup yang anggotanya bejibun. Yang satu nanya A belum dijawab udah ada penanya lain dan seterusnya. Hmmm, bagaimana masih berlanjut kerja kelompok lewat online?


5. Pergi Ke Pasar
Entah gengsi atau sudah tidak jamannya lagi yang namanya anak milenial pergi ke pasar itu jarang sekali ditemukan. Rata-rata ni gengs yang beli barang dagangan di pasar tidak jauh-jauh dari emak-emak berdaster.

Apalagi yang berjualan jangan ditanya, Gengs. Tidak ditemukan satupun anak milenial yang ikut berdagang. Jangan menyelidiki hal ini terjadi karena apa. Ya lagi-lagi ada kaitannya dengan canggihnya teknologi yang memudahkan segala hal. Beli baju sampai peralatan dapur saja bisa dengan mudah lewat online tanpa harus mengnatri apalagi berdesak-desakan ya gengs. 


6. Nyepeda Onthel
Nyepeda Onthel sekarang ditemukan hanya dalam kalangan komunitas, Gengs. Itupun mereka tidak setiap hari bersekolah atau bekerja nyepeda. Sangat berbeda jaman saya kecil dulu, Gengs.

Bersepeda menuhi jalan raya sudah hal biasa. Tapi saat ini coba lihat jalan raya jarang kalian temukan anak SMP bersekolah dengan sepeda. Jangan mereka, anak Sekolah Dasar sudah mulai bergaya bersekolah dengan roda dua. Hemmm, luar biasa sekali anak milenial itu.


7. Bahagia kalau Lihat Pesawat Lewat
Terdengar aneh atau norak ya, Gengs ketika anak jaman old bersikap seperti itu. Tapi bener ko bahagia sekali ketika ada pesawat lewat terus kita berteriak Pak Pesawat minta duitnya dong. Ha ha ha! Dipikir-pikir memangnya dengar orang dalam pesawat. Apalagi Pak Pesawat! Siapa itu? tenang saja hal itu sekarang sudah tidak ditemukan lagi, Gengs. Anak milenial sudah anteng dengan ponselnya, mereka tidak tertarik dengan hal sesederhana itu.