Apa Alasan Seorang Ibu Melakukan Ini, untuk Apa dan untuk Siapa?

Apa Alasan Seorang Ibu Melakukan Ini, untuk Apa dan untuk Siapa?

Semua manusia yang hidup dimuka bumi ini pasti akan mengalami fase-fase dalam kehidupannya. Ia pasti pernah merasakan jadi bayi, hingga menjadi manusia dewasa. Ia juga pernah menyandang status cucu, anak, orangtua, hingga sampai kakek nenek. 
Dan setiap peran yang mereka jalani tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. 

 

Dahulu kala.... Tentu kita pernah menjadi seorang cucu dan seorang anak. Saat itu kita menjadi sosok yang sangat manja dan mengharap semua kemauan kita bisa terpenuhi. Bahkan kakek nenek kita seolah menganggap kita sebagai malaikat kecil yang harus selalu bahagia dan terlindungi. 

 

Mungkin akan berbeda sedikit dengan pola didik orangtua kita yang lebih menginginkan kita menjadi anak yang rajin, cerdas, santun, dan disiplin. Mungkin pula itu didikan yang membuat kita selalu memberontak. 


Saat itu kita hanya memandang sebelah mata kasih sayang dari orangtua kita dan enggan melihat semua pengorbanan yang telah mereka dedikasikan untuk kita. 

 

Tahun demi tahun telah berlalu, kita menjalaninya sesuai alur dan zamanny masing-masing. Susah, senang tentu menjadi bagian pengalaman dalam hidup kita. 

 

Waktu yang dinantipun telah tiba .ketika kita mulai membangun suatu hubungan pernikahan yang sakral. Saat itulah babak baru dalam hidup kita .babak selanjutnya yakni saat kita bisa merasakan memiliki seorang baby. 

 

Saat itulah kita mulai menjalani peran yang dulu pernah diperankan oleh orangtua kita, terutama ibu. 


Kita merasakan bagaimana nikmatnya mengandung, sakitnya melahirkan, hingga bersusah payah merawat anak kita hingga dewasa. 

 

Semoga moment-moment tersebut menyadarkan kita akan pengorbanan ibu kita dulu. 

 

Apakah kalian melakukan apa yang orangtua kalian lakukan dulu??? Apa kalian juga membentak anak kalian saat ia nakal??? Dan.. Apa kalian juga mengajarkan kedisiplinan yang ketat untuk anak kalian??? 


Coba saja tanya kan pada rumput yang bergoyang. Pastilah ia tidak akan berdusta. Atau selama ini, kalianlah yang mendustakan kasih sayang orangtua kalian??? 

 

Kita ambil contoh pelajaran kecil ya gaessss.... Buat kalian yang sudah menjadi orangtua terutama ibu, juga sekaligus untuk anak-anak kita yang kita selalu sayangi. 

 

Pernah kan kalian menghadiri suatu rapat, majelis, arisan, pengajian, dan perkumpulan lainnya. Pasti dapat dong yang namanya snek atau nasi box???lalu apa yang akan bunda lakukan terhadap snek atau nasi box tersebut??? Cuma diintip atau langsung disantap??? Sedang kita tidak sedang bersama dengan anak kita. 

 

Hmmmmmm.... Pasti tenggorokan ga bakalan tega nelen tuh makanan kan bunda. Pasti dalam pikiran kita, anak kita bakalan seneng nih dibawain snek atau nasi box.

 

Akhirnya kita memutuskan untuk nyuekin nasi box itu walaupun sebenarnya kita ingin sekali menyantapnya, walau sebenarnya kita juga lapar. 

 

Kita (ibu) pasti akan selalu ingat terhadap anak -anak kita walau dimanapun kita saat itu. Apalagi kalau menyangkut makanan. Biarlah kita laper, ga makan enak yang penting anak kita kenyang dan makan enak. Karena makanan enak bagi seorang ibu adalah ketika ia melihat anak-anaknya makan dengan lahapnya. Karena itu yang terpenting. 

 

Dari situ kita bisa tau bahwa itupula yang ibu kita lakukan dulu untuk kita,meskipun kita tidak menyadarinya. 

 

Dibalik wajah yang sangar dan perangainya yang galak, ternyata seorang ibu menyimpan sejuta kasih sayang untuk anaknya. Dan ternyata... Semua tenaga, pikiran, juga waktunya hanya untuk anak-anak mereka. 

 

Yuk sayangi orangtua kita terutama ibu kita. Lebih utama lagi yang masih memiliki orangtua, banyak-banyaklah bersyukur masih diberi kesempatan memeluk dan membahagiakan orangtua. 

 

Jadi, berikanlah yang terbaik untuk orangtua kita selagi masih ada waktu dan kesempatan ya gaes.... Jangan sampai ada penyesalan diujung waktu nanti.....