Arak-arakan: Sebuah Tradisi Khatmil Al-Qur’an

Arak-arakan: Sebuah Tradisi Khatmil Al-Qur’an

Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an. TPA Al Sudirjani yang beralamat di kampung Awu Awu Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, mengadakan Arak Arakan berkuda. Arak-arakan berkuda ini penunggangnya adalah anak-anak yang sudah Khatam Al-Quran. Tujuan acara ini adalah untuk menyemangati anak-anak yang sudah khatam Qur’an, dan untuk memberikan motivasi bagi yang belum khatam untuk segera mengkhatamkan Al Qur’an.
Hal itu diungkapkan oleh Ibu Palupi pimpinan TPA Al Sudirjani.

image

Selain untuk menyemangati anak-anak yang sudah khatam Al-Quran, Ini merupakan tradisi jawa saat ada Khatmil Al-Qur’an terutama di Kabupaten Purworejo yang harus tetap dilestarikan, karena dalam acara ini terkandung nilai-nilai budaya dan dakwah untuk memacu anak-anak muslim lebih mencintai dan rajin membaca Al-Qur’an.

 

Peserta Khotmil Al-Qur'an diarak menggunakan kuda mengelilingi kampung

Peserta Khotmil Al-Qur’an diarak menggunakan kuda mengelilingi kampung

 

“Ada anak yang minta naik kuda kepada orang tuanya, dan ingin ikut khataman. Ibunya menjawab permintaan anaknya. Nak kamu ngaji Al-Qur’an yang rajin sampai khatam, nah kalau sudah khatam Al-Qur’an kamu boleh ikut khataman dan naik kuda keliling kampung”

 

Itulah sebuah gambaran anak desa yang termotivasi meningkatkan belajar Al-Qur’annya dengan melihat budaya yang telah turun temurun mereka laksanakan. Anak kecil jika melihat temannya melalukan sesuatu, mereka akan kepingin mengikutinya. Hal ini yang diterapkan oleh budaya lokal yang penuh kearifan ini.

 

Penulis: Drajat Wahyu Handoko