Asal Purworejo, Dalang Perempuan Ini Istimewa

Asal Purworejo, Dalang Perempuan Ini Istimewa

Tidak terasa ternyata waktu mengobrol di bbm dengan kawanku sudah berlangsung lama. Alhasil cusss.. Motor kawanku sudah sampai di depan rumah. Pukul 12.46 kami berangkat menuju tempat yang telah disepakati. Cukup 15 menit kita sampai di tempat tujuan.

 

Ya, Gedung Kesenian Sarwo Edie Wibowo, itulah tujuan pertama kami. Ada Festival Dalang 2016 lalu di gedung yang berdiri megah di Purworejo itu. Dijadwalkan tepat pukul 13.00 Wib acara festival itu dimulai, tapi sudah menjadi rahasia umum jika di negeri ini masih mempunyai budaya jam karet yang menjamur.

 

Dewi Puspita Ningrum M.Pd. dari Kemranggen Kecamatan Bruno, tampil pertama pada Festival Dalang 2016 Kabupaten Purworejo. Dalang perempuan, waow jarang sekali kan kita dengar ada nama dalang perempuan. Luar biasa, tanganku tak sadar tepuk tangan ketika sang dalang perempuan itu memainkan wayang di depan para penonton.

 

Dalang perempuan asal Purworejo, bangga nggak tuh kita sebagai orang Purworejo mempunyai sosok yang bertalenta untuk membangun keistimewaan kota Purworejo. Bangga dong, bagaimana tidak. Sesuatu yang langka dan akan jarang kita temui. Penonton terpukau melihat penampilan dalang perempuan tersebut. Mereka tampak antusias menikmati alur lakon pewayangan yang ditampilkan.

 

Satu jam berlalu begitu cepat. Durasi waktu yang diberikan panita dalam Festival Dalang 2016 Kabupaten Purworejo ini hanya 1 jam untuk setiap penampil. Tepuk tangan riuh penonton mengakhiri penampilan Ny Dewi Puspita ningrum mendalang. Beberapa penonton mangacungkan jempol sebagai apresiasi.

 

Aku pun beranjak dari tempat berdiriku lalu sedikit berbincang dengan kawanku sembari berjalan menuju pintu keluar. Apa yang kami bicarakan? Ya, sebuah kekaguman dan apresiasi yang sangat luar biasa untuk dalang perempuan yang baru saja tampil.

 

Matahari sudah mulai redup. Kami berjalan cepat menuju tempat memarkir motor. Tapi sebentar, ternyata kawanku tiba-tiba menemui dalang perempuan dan menjabat tangannya. Lalu terlihat mereka sedikit bercakap-cakap, sebentar kemudian dalang perempuan itu masuk ke gedung.

 

Kawanku terlihat tertawa dari kejauhan, kemudian berjalan mendekatiku. “Habis ini mau ke mana?”, tanya kawanku. Tanpa ada jawaban, dan kami pun segera memacu motor untuk meneruskan acara berikutnya.