Bermain Gadget di Tempat Gelap Dapat Menyebabkan Kanker Mata? Masa, sih?

Bermain Gadget di Tempat Gelap Dapat Menyebabkan Kanker Mata? Masa, sih?

Photo by Kev Costello on Unsplash

 

Gadget bukan benda asing lagi untuk kita kan Gengs. Zaman instan sekarang ini, jika tidak memiliki gadget berarti dinilai ketinggalan zaman dan tidak mengikuti perkembangan ataupun ketinggalan banyak info.

Mau itu dari kalangan tua ataupun muda, semuanya telah memiliki gadget. Jadi tidak heran, jika kemana-mana selalu bertemu dengan orang-orang yang selalu bermain gadget, di manapun itu, di jalan raya, pasar, rumah sakit, sekolah, bahkan saat menyebrang juga menyempatkan diri untuk melihat gadgetnya. Miris kan Gengs.

Begitu pentingnya kah gadget daripada nyawa? Sehingga kita tidak bisa lepas dari jangkauannya? Semua orang tahu jika gadget memiliki rating tertinggi dalam hidup manusia, untuk itu kita menjadikannya jantung kedua dan sudah rutinitas untuk memegangnya dari pagi hingga ketemu malam. Bahkan ada juga yang memiliki kecanduan serius hingga tidak bisa melepasnya barang semenit saja.

Sebelum tidur biasanya mayoritas orang akan melakukan hal yang sama; mengecek gadget terlebih dahulu ketika lampu kamar sudah dimatikan. Entah hanya untuk melihat notifikasi atau sekadar browsing. Tanpa disadari, memainkan gadget saat gelap itu bahaya dan dapat berdampak pada kesehatan diri sendiri.

Dengan kondisi gelap, mata akan terfokus pada satu cahaya. Itu berlaku ketika kita sedang bermain gadget ketika lampu kamar sudah mati karena sinar biru yang dipancarkan oleh gadget akan semakin tajam dan akan menyebabkan transient smartphone ‘blindness’ Gengs.

 

1. Merusak Retina Mata

Hal ini sudah sering terdengar dan tentunya tidak asing lagi bagi orang kebanyakan Gengs, namun nyatanya masih saja diacuhkan dan terlihat tidak penting. Sinar biru atau blue light terhadap gadget memiliki tingkat energi yang tinggi, jika terus-terusan berpapasan dengan mata, tentunya akan merusak retina. Kelihatannya tidak punya masalah yang besar sih, tapi kerusakannya akan menimbulkan efek jangka panjang dan penyesalan dalam diri sendiri.

 

2. Kurang Tidur

Sinar biru dalam layar gadget memang tidak bersahabat, karena bersifat supresif pada mata dan seseolah mengatur siklus bangun dan tidur seseorang, itu terjadi karena tekanan terhadap produksi melatonin atau hormon yang ada di dalam tubuh manusia. 

Nah Gengs, sinar biru yang memiliki kontak langsung ke mata akan mengakibatkan meningkatnya produksi melantonin tersebut sehingga membuat sulit tidur. Sinar biru juga akan ‘menghipnotis mata’ sehingga dapat membuat otak dan tubuh terus aktif hingga terjaga semalaman dan tidak tidur. Hati-hati, hal ini dapat menyebabkan penyakit bahaya seperti stroke ataupun serangan jantung Geng.

 

3. Membuat Otak Lelah

Jika manusia disuruh berlari memutari lapangan selama dua puluh kali tanpa berhenti, pasti akan mengalami kelelahan. Lalu saat otak terus-terusan diajak berpikir, itu juga akan membuat otak lelah dan akhirnya setres.  

Gadget membuat otak tak henti untuk berpikir, memang sih bukan seperti lembar pertanyaan ujian, tetapi gadget membuat kita ingin lebih tau banyak hal. Stalking mantan contohnya, dan itu dapat membuat pikiran keruh, kan? Hehe. Untuk itu, jangan memainkan gadget sampai lupa batas waktu ya.

 

4. Meningkatkan Resiko kanker

Menatap layar gadget terus-terusan akan menyebabkan resiko terkena kanker. Penelitian ini juga mengungkapkan kalau 17 persen wanita rentan terkena kanker payudara karena paparan sinar biru yang menekan produksi hormon yang berfungsi menidurkan sel-sel kanker dalam tubuh manusia dan mata.

Terlepas dari itu semua, pemakaian gadget memang seharusnya dapat dioptimalkan. Banyak dampak negatif bagi tubuh jika kita terlalu menggunakannya dalam porsi ‘berlebihan’ Gengs. Teruntuk itu, kesehatan mata juga dapat terganggu dan efeknya akan mempengaruhi penglihatan.