Bu Guru, Aku Ingin Menjadi HP

Bu Guru, Aku Ingin Menjadi HP

Semua anak yang terlahir di dunia ini tentu menjadi berkah bagi semua pasangan suami istri. Kelahiran anak adalah moment yang paling dinanti-nanti setelah mereka menikah.

 

Bayi mungil nan lucu itu kemudian semakin hari semakin berkembang. Dari mulai tengkurap,merangkak,kemudian berjalan.

 

Tiap tetesan Air Susu Ibu yang diberikan dengan penuh kasih sayang telah merubah sosok bayi kecil menjadi anak kecil yang menggemaskan.

 

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun sang anak telah melewati fase-fase dalam kehidupannya.

 

Fase yang dinantikan telah tiba, yaitu ketika anak kita mulai masuk dunia pendidikan. Dari mulai masuk Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-Kanak, hingga ke sekolah Dasar.

 

Saat itu cobalah kita tanya pada diri kita sendiri, selama kita mengasuh dan merawat anak kita dari bayi sampai sekarang. Apakah kita sudah melakukannya secara totalitas???apakah kita selalu ada untuknya??? Apakah kita sudah memberikan semua yang terbaik untuknya??? Dan apakah ia menjadi prioritas kita selama ini???

 

Semua jawabannya ada di hati kita masing-masing.

Namun ada sebuah cerita dimana ada seorang guru TK yang bertanya pada murid-muridnya. Pengen menjadi apa sih kalian saat ini???

 

Satu per satu para murid menjawabnya. Ada yang ingin menjadi burung, agar bisa terbang tinggi, ada juga yang ingin menjadi bunga yang indah dan menawan.

 

Namun ada satu siswa yang sambil menundukkan kepala ia menjawab pertanyaan Ibu Guru.

 

Dan jawabannya begitu mencengangkan. “Aku ingin menjadi HP bu Guru”,,,,lho kenapa????

 

Ia pun mulai bercerita tentang HP tersebut.

Katanya ayah ibunya selalu memegang HP. Ibunya akan bergegas menjawab ketika HP berbunyi berbeda ketika ia yang memanggil, ayahnya selalu bermain dengan HP, tapi tak pernah dengannya, Ibunya selalu sibuk dengan HP, tak peduli ia belum makan dan mandi, dan… Ayahnya selalu tidur ditemani HP, tapi tak pernah mau menemaninya tidur.

 

Itulah kenapa ia ingin menjadi HP. Karena ia ingin selalu dekat dengan ayah ibunya, juga diperhatikan layaknya HP mereka.

 

Hmmmm… Merinding….
Inilah tamparan keras untuk Ayah bunda…., Karena ini curahan hati dari seorang anak lho…


Kasihan bukan???

Anak-anak masih membutuhkan kita bukan hanya sekedar materi. Tapi mereka butuh waktu kita, kasih sayang kita, juga perhatian kita.

 

Sedang kita sudah melakukan banyak dosa, kesalahan, serta ketidakadilan terhadap anak kita. Kita lebih memilih karir kita, uang dan juga rekan kerja.

 

Lalu untuk apa kelahiran mereka dulu kita nanti-nantikan???

Yuk, Ayah…bunda… Bebenah sejenak.
Lihat sejenak wajah anak kita ketika mereka terlelap tidur. Lalu tanya pada diri kita, apakah ia bahagia terlahir sebagai anak kita??? Atau sebaliknya. Atau bahkan mungkin ia hanya sekedar simbol keturunan dalam hidup kita???

Limpahkan segala hak-hak anak kita ya ayah.. Bunda….

Jangan sampai sosialita mengalahkan kebersamaan bersama keluarga terutama anak kita.

Karena mereka yang akan menjadi pelita dihari tua kita nanti.
Jadi selalu give the best buat putra -putri kita ya Ayah… Bunda…