Budaya Among-among atau Bancakan di Desa Kaibon

Budaya Among-among atau Bancakan di Desa Kaibon

Reviensmedia.com, Kebumen – Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, jarang sekali kita menemukan budaya ataupun kebiasaan masyarakat yang tergolong unik tapi menginspirasi.

 

Nah, di desa Kaibon, Kebumen ini masih ditemukan tradisi yang masih bertahan sampai sekarang ini, dan budaya inipun tidak ditemui di kebanyakan daerah-daerah lain di Indonesia. Budaya ini biasa disebut “Among-among”, atau kebayakan orang umum mengenalnya dengan istilah “bancakan”.

 

Apa itu “among-among” atau “bancakan”??? among-among yaitu wujud syukur atas hari kelahiran seorang anak, diperingati setiap 35 hari sekali sesuai tanggal dalam kalender Jawa. Biasanya syukuran tersebut diberlakukan untuk anak-anak usia dibawah 5 tahun.

 

Adapun ciri khas dari sajian makanan tersebut ialah nasi urap atau kluban serta telur asin.

Nuansa kebersamaan itulah yang perlu dilestarikan dan dijaga sehingga nilai-nilai budaya kita tetap lestari. Di samping wujud rasa syukur dari empunya hajad, anak -anak yang datangpun bersukaria menikmati sajian makanan yang dinikmati bersama-sama.

 

Ini menjadi contoh bagi kita semua, bahwasanya kita memiliki beraneka ragam budaya yang patut dilestarikan tanpa mengesampingkan perkembangan zaman.