Cantik Itu Petaka : Yakin Masih Mau Jadi Cantik?

Cantik Itu Petaka : Yakin Masih Mau Jadi Cantik?

Photo by freestocks on Unsplash

 

Cantik, lima huruf keramat wajib dimiliki bagi cewek. Banyak dari mereka yang ingin jadi cantik untuk kehidupan yang lebih enak, gampang dapet cowok misalnya. Tapi, apakah kalian tahu bahwa korban bullying sering terjadi pada cewek-cewek canik?

 

Sepertinya udah jadi hukum alam bahwa jadi cantik adalah keharusan untuk setiap kaum hawa. Akhlak dikesampingkan dan fisik di nomer satukan. Mungkin statement ini gak sepenuhnya salah. Karena kaum adam pun suka sama cewek yang dilihat pertama juga adalah wajah. Jadi, ya gak salah emang kalo banyak kaum hawa yang terobsesi sama kecantikan.

 

“Aku mau sulam alis deh, biar manisku nambah” eitssss, gak semudah itu ferguso. Iya kalau sulamnya berhasil, kalau enggak? Udah deh girls gak usah aneh-aneh disyukuri aja. Gak selamanya jadi cantik itu enak. Perasaan “gak aman” itu sering terjadi pada kaum-kaum cantik. Gak percaya? Coba deh liat berita pemerkosaan, tindakan cabul guru kepada muridnya dll. Kasus tersebut malah sering terjadi pada cewek-cewek cantik loh girls!

 

Pengen cantik biar dapet cowok? Gak usah repot-repot  jadi cantik, pake pelet aja kalo gitu. Girls, cantik itu relatif. Tergantung siapa yang memandang kita. Hati-hati dengan kecantikan, karena kecantikan bisa membunuhmu (udah kayak iklan rokok aja). Kok bisa membunuh sih? Bukannya jadi cantik itu enak ya? Enak sih enak, tapi tetep yang namanya hidup pasti ada sebab–akibatnya dong.

 

Pernah ketika penulis berusia 16 tahun ketika duduk di bangku SMA. Penulis mengalami suatu hal yang bisa dibilang gak enak. Karena cantik, aku jadi sering dijauhin sama temen-temen khususnya sama salah satu genk . Kalau pas mereka foto nih terus aku mau gabung foto gitu sama mereka, salah satu dari mereka bilang  “aku gak suka foto sama dia, soalnya cowok yang aku suka nanti sukanya malah ke dia”. Secara gak sadar, aku juga tersakiti dong sama omongan mereka.

 

Gak cukup sampek disitu, aku juga sering dibully karena cantik. Kalo lagi jalan bareng gitu aku selalu di belakang. Soalnya kata temenku, mereka takut kalah cantik sama aku. Hello? Sampek segitunya ya jaman sekarang. Bukan cuma kaum jelek aja yang dijauhi, tapi yang cantik juga. Diskriminasi seakan-akan udah ada dimana-mana, hak asasi sudah tidak lagi di kritisi.

 

Kejadian itu terjadi gak cuma sekali, bahkan berkali-kali. Famous, karena cantik. Dideketin kakak kelas, dll. Hal ini malah bikin oknum–oknum yang suka iri semakin menjadi. Mereka seakan melebarkan sayapnya, mengkompromi sebagian siswi di kelas untuk gak suka sama aku. Finally, mereka berhasil. Aku dijauhin, padahal aku gak lagi ulang tahun. Karena ku kira ini adalah surprise, dan ternyata enggak.

 

Awalnya sepele, tapi lama-lama semakin menjadi. Lagi dan lagi. Setiap kali foto selalu dilarang, udah kayak pantangan aja. Entah hanya sekadar lelucon atau bagaimana. Yang  jelas apa yang mereka lakuin secara gak langsung udah mbunuh psikologis seseorang. Mungkin ini terdengar sepele, tapi aku pernah depresi.

 

Aku pernah nangis dibelakang kursi-kursi yang tertata sambil curhat sama salah satu temenku. Temenku berusaha ngehibur aku sambil bilang “Everything is gonna be okay”.  Luka butuh waktu lama untuk sembuh. And it’s true!

 

Menginjak kelas 12 perlahan aku mulai berprinsip “apapun yang terjadi, aku harus selalu bahagia”. Tiap hari, tiap pagi aku selalu mengucapkan itu. Dan memang benar mindset merubah segalanya. Aku kembali seperti aku yang kelas 10. Aku yang ceria, Aku yang ramah dan aku yang lucu walaupun sering garing.

 

Kadang, di rumah pun pas aku lagi sendiri. Pernah kepikiran “Kalau jadi cantik ujungnya gak punya temen, disyirik-in orang terus, banyak gak disukai orang, mungkin aku gak mau terlahir cantik. Aku ingin jadi yang biasa-biasa saja.” Tapi, balik lagi semua orang dikasih Tuhan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Lagian, kalo hidup gak ada yang syirik juga kurang asik hehe.

 

Tapi, sampek sekarang masih bingung sama temen-temenku yang suka sirik sama orang cantik. Bukankah mereka akan lebih cantik jika tidak iri dan selalu bersyukur atas ketetapan –Nya? Inget ya girls cantik itu diawali dari hati! Hatimu bersih, aura mu akan baik. Jadi enak dipandang deh wajahnya . Alhamdulillah! Penulis bersyukur karena semuanya telah membaik dan berubah, sudah tidak ada kata pertikaian lagi. Inget ya, semua akan berlalu pada waktunya. So, jangan selalu merasa kecil hati!

 

Mungkin itu sedikitnya hal yang gak enak yang pernah penulis alami. Dan semoga kalian semua bisa memahami. Bahwa gak selamanya jadi cantik itu enak. Konflik sosial sering terjadi kerena adanya kecemburuan perlakuan antara pihak cantik dan yang tidak.

 

Bukan karena cantik dapet kerja itu mudah, tapi karena sudah rezeki
Bukan karena cantik dapet cowok itu mudah, melainkan sudah waktunya
Bukan karena cantik, jabatan tinggi. Melainkan attitude yang dijunjung tinggi

 

Jadi cantik itu pilihan, hidup adalah konsekuensi atas apa yang kita miliki. Secantik apapun kamu, kalo gak didukung sama attitude tetep kamu gak akan terlihat cantik. Sebenarnya definisi cantik sesungguhnya bukan dari physic tapi dari hati. Hati yang baik akan membuatmu memiliki atitude yang baik juga. Nah, itu yang sering disebut juga sama innerbeauty.

 

So, Inget banyak kejahatan sosial yang terjadi pada cewek cantik. Entah itu pemerkosaan, pembullyan, cyberbullying, bahkan juga pembunuhan. Gak selamanya jadi cantik itu enak , deket cowok sama yang udah punya pacar dikira pelakor, ngeksis dikit dikatain pansos, ganti pacar katanya ‘sok kecakepan’ . Emang ribet hidup di negara +62, manusia-manusianya suka ngurusin hidup orang.  Padahal belum tentu orangnya mau dikurusin. :D

 

Oke, Last! Penulis cuma mau bilang   “Jangan lupa bersyukur”. Hidup mah kalo udah bersyukur yakin deh gak bakal kurangnya. Jangan  jadi cantik, buat dapet jodoh. Tapi, jadilah baik biar jodohmu juga orang baik! Karena ‘Cantik’ bukan  tolok ukur seseorang untuk mendapatkan jodoh.