Cara Menghilangkan Mager (Males Gerak)

Cara Menghilangkan Mager (Males Gerak)

Hai Guys, Gimana kabarnya? Gimana nih semangat hari ini? Masih tetap semangat bukan? Atau lagi terkena penyakit MAGER (Malas Gerak) ? Kali ini saya mau menjelaskan apa sih mager itu? Dan bagaimana cara kita untuk melawan penyakit itu? 

 

Mager adalah kata atau istilah yang lagi familiar baru-baru ini, biasa digunakan anak zaman now saat mereka sedang capek, males, tidak semangat dalam melakukan pekerjaan. Dengan mager, pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi berantakan dan tidak dapat selesai tepat pada waktunya.

 

Hmmm… bahaya bukan? Baiklah. Kita kenali dulu yuk apa saja sih yang menyebabkan mager?  

 

1. Menurunnya Iman

Ilustrasi Foto: Shutterstock.com


Saat iman kita sedang turun, kita akan menjadi malas. Malas bekerja, malas beribadah, malas segala-galanya. Bahaya bukan? Lebih bahaya lagi jika mager dalam beribadah. Sebagaimana contoh misalnya, saat adzan berkumandang dan kita sedang terkena penyakit mager, disitulah setan dengan sigap menjalankan tugasnya untuk menggoda manusia. Setan juga punya janji loh… Bahwa mereka akan berusaha semaksimal mungkin agar membawa manusia sebanyak-banyaknya ke dalam api neraka bagaimanapun caranya.

ثم لا تينهم من بين ايديهم و من خلفهم و عن ايمانهم و عن شما الهم ولاتجد اكثرهم شكرين

“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur(taat),” (QS. Al-A’raf (7) : 17)

 

Dengan kita selalu mendekatkan diri kepada Allah, Insyaa Allah kita akan terbebas dari godaan Setan. Bagi seorang muslim, ada loh do’a untuk mengusir rasa malas,
Berikut Do’anya :

 اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن، و اعوذبك من العجز والكسل ، و أ عوذبك من الجبن و البخل و أ عوذبك من غلبة الدين و قهر الرجال


“Allahumma Innii A’udzubika minal hammi wal khazani, wa a’udzubika minal ‘Ajli wal Kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min gholabatiddaini waqohrir rijaal”

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, dari kelemahan kemalasan, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan manusia” (HR Al-Bukhari 7/158)


2. Kurangnya Fokus Pada Tujuan Hidup

Illustrasi foto: DragonImages


Nah, ketika kita sedang mager, coba deh berfikir sejenak. Berfikir bahwa : 
“Diri ini, sudah diamanahkan oleh Allah untuk hadir dibumi ini dengan bermacam hak dan kewajiban. Setiap manusia pasti mempunyai Tujuan hidup, cita-cita yang mulia. Jika diri ini selalu menunda-nunda segala sesuatu, alias mager, lalu kapan kita akan mencapai puncak tujuan dan cita-cita tersebut?”

 

Dengan begitu, pasti kita akan lebih semangat dalam melakukan sesuatu alias tidak mager. Jika adzan berkumandang, sugestikan pada diri sendiri bahwa itu adalah panggilan Allah & kewajiban bagi kita untuk menjalankannya. Jangan sampai kita menunda-nunda Shalat dan sebelum kita menjalankannya maut malah terlebih dahulu menjemput kita, Na’udzubillahimin dzalik.

 

Begitu juga dengan pekerjaan lainnya. Misalkan seorang mahasiswa yang berjuang menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Harus mempunyai mindset yang jelas serta semangat yang tinggi. “Aku harus bersungguh-sungguh mengerjakan skripsi ini. Sebab, aku tak mau berlama-lama menyusahkan orangtua, aku juga ingin segera bekerja dan mempunyai Istri dan anak”. Dengan begitu pasti signal-signal aura positif akan memancar dalam otak dan tubuh serta membuat semangat lebih berkobar.


Seperti Pepatah mengatakan “Perkataan positif akan menghasilkan perilaku positif sehingga mendapatkan hasil yang positif”.

 

“Apa yang kamu katakan adalah apa yang akan terjadi”. Nah, kalau kita selalu berfikir positif, “AKU PASTI BISA ! AKU PASTI MAMPU! AKU PASTI BISA MELEWATINYA”, Pasti hasilnya juga akan positif. 

 

Dari Abu Hurairah RA, Ia berkata bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allah SWT Berfirman : Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika Ia mengingatku saat sendirian, aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat Ku disuatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik dari itu (kumpulan Malaikat).” (HR.Bukhari no. 6970 dan Muslim no.2675).

 

3. Makan dan Minum Berlebihan 


Illustrasi foto: Google

 

Yang terakhir, poin pertama yaitu “Makan Berlebihan”. Hayoo, siapa yang kalau makan berlebihan. Rasulullah mengajarkan kita untuk “Makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Rasulullah juga mengajarkan sedikit makan. Kalau kita, sedikit-sedikit makan. Betul apa betul? hehehe. 


Padahal, makan yang berlebihan tidak baik untuk tubuh loh, dengan makan berlebihan juga akan membuat tubuh mudah mengantuk dan malas gerak (mager). Tidak hanya itu, makan berlebihan juga bisa menyebabkan penyakit seperti Obesitas. Dalam ajaran Islam, manusia diperintahkan oleh Allah agar makan secukupnya saja dan tidak berlebihan. Allah SWT berfirman : 

 

َيبني ادم خذوا زينتكم عند كل مسجد وكلوا واشربو ولا تسرفوا انه لا يحب المسرفين

“Hay anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, Makan dan minumlah,  janganlah berlebih-lebihanan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (QS.Al-A’raf : 31)


Imam Syafi’I juga menjelaskan bahaya kekenyangan karena penuhnya perut dengan makanan, beliau berkata : “Kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.


Bahaya Bukan? Masih mau makan berlebihan? Jika iya, berarti itu tandanya kamu masih pingin lama-lama pelihara penyakit mager dalam dirimu hehehe.

 

Semoga kita dijauhkan dari penyakit mager, sehingga selalu bersemangat dalam menjalani hidup ini, serta mendapat Ridho Illahi. Aamiin.

 

Penulis: Lailatul Mubarokah

Illustrasi via Buzzfeed