Cemburu Durjana

Cemburu Durjana

“Melihat dia dekat dengan yang lain, hati ini merasa tersayat- sayat sembilu yang tajam. Mendengar dia memperhatikan dan berkomunikasi dengan yang lain, sekan hati ini tak ikhlas jika dia bersama dengan yang lain. Yah…. mungkin ini dikatakan cemburu, tapi pantas kah ini ?????”

 

Hey.. dear pernakah merasakan hal demikian ?

Ughhhhh….. perih yah, seakan merasa bumi runtuh akibat amarahnya hati yang tak terbendung karena CEMBURU.

“Boleh gak sih cemburu itu ?”

 

CEMBURU…

Cemburu itu boleh asalkan itu karena Allah, misalkan cemburu karena hapalan surahnya sudah banyak dari kita, cemburu karena ibadah dan ketaatanya lebih rajin atau cemburu karena sedekah dan buat baiknya lebih banyak. Nah ini diperbolehakn agar kita semangat dan berlomba- lomba untuk kebaikan. Berlomba- lomba mengejar pahala dan mendapatkan perhatian dari Allah.

 

Beda halnya cemburu pakai hati yang mengikuti perasaan diri. Cemburu pada orang yang bukan siapa- siapa kita, sah saja belum sudah cemburu. Dan celakanya lagi rasa cemburu itu terkadang memberi efek negatif,  baik untuk diri ataupun yang lain. Marah – marah tak jelas pada diri, uring- uringan, serba salah melakukan aktivitas, jiwa menjadi kacau, selalu berfikiran negative dengan orang lain, dan kasihanya orang lain itu terkadang tak tau apa- apa akibat dari cemburu yang tak jelas itu.

 

“Pantas gak sih demikian?”.

Dear kasihan hatinya, terkontaminasi dengan hal- hal yang berbau perasaan. Mengikuti kata hati dan bisikan saiytan. Kamu harus tau tanpa disadari syeitan telah ikut serta bermain dalam hati mu. Bisa jadi perasaan itu disebut cemburu durjana karena tak baik untuk diri dan orang lain. Kasihan orang lain yang merasakan amarahmu dikarenakan cemburu itu. Dan bisa menimbulkan fitnah juga. Dan pastinya sudah tahu bukan fitnah itu apa.

 

Jangan pernah berdalih, “tapi kan ini perasaan yang katanya perasaan tetaplah perasaan dan wajar dong dimiliki setiap manusia dan susah untuk di kendalikan.” Iya sih wajar, tapi kamu lah sang penentu dan pengendali hati itu. Jangan sampai perasaan hatimu itu dikendalikan oleh orang lain, apalagi orang yang bukan siapa- siapanya kamu, bahayanya lagi orang tersebut belum tentu tahu dan belum tentu juga peduli atas perasaan itu.

 

Kalau ingin diikutkan kata hati terus menerus apakah kamu mau hidup dilingkaran yang kamu ciptakan sendri yang semakin hari semakin berdampak buruk pada diri ?. Celakanya sifat cemburu durjana ini membuat Allah cemburu dear dan bisa jadi Allah akan murka. Karena kita lebih memperhatikan perasaan terhadap orang lain, memperhatika hanya pada manusia ketimbang pada penciptanya.

 

Cobalah berpikir positif, bisa jadi orang yang didekatnya itu sanak saudaranya, temanya atau rekan bisnisnya. Tapi siapapun itu kita tidak berhak merasa cemburu itu. Karna cemburu yang belum halal baginya itu cemburu durjana, yang menyebabkan korban perasaan baik bagi hatimu, hatinya ataupun hati orang yang terkena dampak cemburu dan amarahmu yang tak jelas itu.

 

@Kin_Chaniago

Foto: https://lovelyawee.wordpress.com/2013/02/09/jj-syndrome/