Citarasa Kolak yang Tak Kalah dengan Panganan Modern

Citarasa Kolak yang Tak Kalah dengan Panganan Modern

Belakangan ini orang tua ku suka menanam singkong di dekat rumah, dan ternyata tumbuh subur pohon singkongnya. Padahal rumah kami berada di Jakarta. Ya Jakarta, kota Metropolitan yang sudah tidak dapat menemukan tanaman seperti ini. Maklum saja lahan persawahan dan kebun sudah disulap menjadi gedung bertingkat nan megah.

 

Kalian semua pastinya tidak asing lagi dengan yang namanya singkong bukan? Iya, jenis ubi-ubian yang terbentuk dari akar tunggang dengan jumlah cabang yang kemudian membesar menjadi ubi. Jenis ubi ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, loh.. karena memang Indonesia salah satu negara yang dapat ditumbuhi ubi kayu ini.

 

Singkong ini ternyata banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai macam panganan yang gurih, lezat, dan nikmat. Wow mazing sekali ubi ini. Terlebih di tangan kreatif masyarakat Indonesia yang mengolahnya akan menjadi panganan yang bercitarasa tinggi.

 

Yaps, singkong salah satunya dapat diolah menjadi kolak, kalian tau kolak? Masak nggak tau kolak. Sebagai orang Indonesia kita harus tau loh panganan ini. Panganan ini biasanya banyak kita jumpai saat bulan ramadhan. Di semua wilayah di Indonesia aku rasa banyak dijumpai panganan yang dihidangkan dengan kuah dan memiliki rasa manis ini.

Wah manis, kayak aku dong manis..hehe #lupakan.. Kembali lagi ke Kolak saja. Tapi kolak ternyata bahan bakunya tidak hanya dari singkong loh, nah apa aja bahan baku selain singkong? Iya bahan baku di antaranya bisa dibuat dari pisang dan ubi-ubian selain singkong.

 

Dengan citarasa manis dan gurih, kolak juga dapat dihidangkan saat panas ataupun dicampur dengan es batu. Itu tergantung selera kalian. Tapi tetep mantap dah pokoknya panganan khas nusantara ini, dan tidak kalah dengan panganan modern yang diimport dari luar negeri sana