D Laowra Grup Kesenian Dolalak Purworejo Masa Kini

D Laowra Grup Kesenian Dolalak Purworejo Masa Kini

Reviens Media, Purworejo - Kesenian tari dolalak tentu tidak asing lagi di telinga kita, terutama bagi warga  Purworejo, karena kesenian ini sudah melegenda sejak zaman dahulu. Kesenian dolalak beranggotakan beberapa wanita cantik yang anggun dalam membawakan tarian khas dolalak dengan iringan musik Jawa.

 

Hingga saat ini, dolalak menarik respon yang luar biasa dari segala lapisan masyarakat. Terbukti ketika ada pergelaran tari dolalak pasti akan dipadati oleh para penonton dengan berbagai latar belakang dan usia.

 

Kali ini akan kita perkenalkan grup tari dolalak yang berbeda dari yang lainnya. Grup tari dolalak ini bernamakan D Laowra (dolalak lanang ora wadon ora), unik bukan? Lebih tepatnya menarik rasa penasaran banyak orang tentunya. D Laowra merupakan grup tari dolalak yang dulu didirikan bulan Maret 2017  oleh mantan Bupati Purworejo yakni alm. bpk Kelik Sumrahadi. Kini dipegang oleh ibu Wakil Bupati yakni ibu Yuli Hastuti serta diketuai oleh bapak Tardi, seorang anggota DPRD Purworejo.

 

Adapun anggota D Laowra berjumlah 22 orang, namun karena kesibukan masing-masing, biasanya jumlah personil yang tampil dalam pergelaran tari dolalak tidak lebih dari 20 orang. Mereka memiliki latar belakang yang sama yakni laowra (lanang ora wadon ora) atau bukan laki bukan perempuan dan mereka berasal dari berbagai daerah tidak hanya dari Purworejo namun dari Kulonprogo dan Kebumen juga.

 

Dibentuknya grup ini dimaksudkan supaya mereka para warga minoritas bisa mendapatkan tempat atau diterima karena kelebihannya dalam masyarakat mayoritas. Hal ini terbukti bahwa mereka memiliki keunggulan dalam nguri- uri budaya bangsa. Faktanya grup ini justru mendapatkan respon baik dari sebagian besar masyarakat serta antusias yang luar biasa terlepas dari kekurangan mereka.

 

Masyarakat justru lebih terhibur dengan keunikan grup dolalak ini. Meskipun tidak memiliki latar belakang penari, namun anggota D Laowra bisa dilatih sedemikian rupa hingga nampak luwes. Selain nguri uri budaya, tujuan lainnya dari terbentuknya grup dolalak ini supaya mereka memiliki kegiatan positif agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

 

Semoga D Laowra akan terus maju, lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat, serta sukses melestarikan budaya bangsa.

 

Setiap golongan masyarakat memiliki hak yang sama dalam melestarikan budaya bangsa. Jadi, NO BULLY ya gaes. Inget lho. Jangan dan jauhi sifat menjadi manusia yang maha benar, maha baik, kita tidak memiliki hak menilai siapapun.

 

Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia bahwa melestarikan budaya itu tidak memandang ras dan golongan. Semua itu bisa dilakukan oleh semua orang tergantung niat mereka masing-masing. Kebudayaan kita adalah kekayaan negeri yang harus kita jaga. Jauhkan budaya kita dari kepunahan apalagi pengakuan dari negara lain. Kalau bukan kita, siapa lagi gaes yang akan menjaga kekayaan negeri ini.