Direndahkan Bukan Berarti Kamu Rendah apalagi Impain mu Punah? Oh, Tidak!

Direndahkan Bukan Berarti Kamu Rendah apalagi Impain mu Punah? Oh, Tidak!

Pernah gak sih kamu selalu direndahkan oleh teman atau orang sekitarmu? Orang lain selalu menganggap kamu tidak bisa apa-apa. Dan, apa yang kamu rasakan jika sudah seperti itu? Sakit hati? Iyalah jangan ditanya lagi, pasti itu!

 

Sedikit cerita ya, Guys. Mungkin ini curhatan dan akan membuka luka lama. Cielah luka lama. Ha ha ha. Tapi ini mungkin akan bisa memotifasimu agar tetap semangat menggapai impian-impianmu. Aku sendiri pernah merasakan hal ini, tepatnya dulu masih jaman-jamanya duduk di bangku kuliah. Aku yang datang dari desa antah berantah melanjutkan studi kuliah di kota dan secara budaya sudah sangat berbeda.

 

Mungkin dari segi pendidikan kita sama, namun pengalaman “kegaulan” bedalah, Guys. Di desa gak ada apa-apa, namun di kota banyak hal bisa didapat dan dilihat. 

 

Sebagai seorang yang datang dari desa perasaan dianggap sebelah matapun sangat kurasakan. Anggapan-anggapan yang tidak bisa apa-apa dan banyak lagi. Saat itu aku memang beralih jurusan, dari yang awalnya SMK teknik, pindah haluan komunikasi. Nah di sinilah mulai ketemu dengan akar pekerjaanku sekarang. Yaps, dunia audio visual dan kepenulisan. Selain aktif di perkuliahan, aku juga cukup aktif di organisasi yang belum sama sekali aku coba saat di desa.   

 

Entah kenapa aku tertarik di dunia yang tadinya aku tidak mengenalnya sama sekali. Namun justru hal inilah yang mengantarkanku bisa bekerja di tempatku saat ini. Awalnya sih nampak baik baik saja saat bergabung, dan memang sampai sekarang tetep baik-baik saja, namun adalah satu dua orang yang menganggap aku tidak bisa apa-apa. Nulis gak bisa, buat ini itu gak bisa. Guys, semua butuh proses untuk menjadi bisa.

 

Saat itu aku proses belajar dan bener-bener belajar dari nol. Makanya wajar jika awal tidak bisa. Awalnya sih sungguh menyakitkan guys, tapi lama-lama ya biarlah, nyatanya saat itu justru pencapaiannya (bukan sombong) lebih dari mereka.

 

Jika kamu mengalami hal yang sama seperti ku, diamkan saja guys. Kamu fokus saja belajar, belajar, dan belajar. Motivasikan dirimu bisa lebih segala-galanya dari orang yang merendahkanmu, agar anggapanya selama ini terhadapmu itu salah. Hal itulah yang aku lakukan juga. Alhasil ya bisa mengubah anggapan-anggapan mereka terhadapku.

 

Aku bisa bekerja di tempat yang mereka anggap aku tak mampu (dan betah-betah aja), aku bisa buat yang anggap mereka aku tidak bisa, dan yang paling wow buatku, ya saat itu aku diajak rekan organisasi lain mewakili organisasiku untuk menghadiri salah satu festival internasional di Copenhegen, Denmark. Eropa, Guys. Membayangkan ke Eropa aja belum pernah guys, apalagi mimpi. Lah ini diajak dan emang program dari Kementrian saat itu, dan yang diajukan namaku. Coba guys bayangkan Kenapa bukan mereka yang diajak dan diajukan namanya, kenapa harus aku. Orang desa loh, Guys.

 

Soo, kamu jangan patah arang buat terus belajar ya guys, walaupun dalam menjalaninya terasa pahit. Tapi percayalah habis gelap terbitlah terang seperti kutipan R.a Kartini kita. Selamat merealisasikan cita-cita kamu ya!